Showing posts with label MyLog. Show all posts
Showing posts with label MyLog. Show all posts

Tuesday, January 10, 2017

Hukum menggunakan Software Bajakan

Sepertinya Tidak konsisten menjadi musuh terbesar keberhasilan. Tapi apa anda tahu yang sebenarnya saya pikirkan. Baru - baru ini saya baru menyadari bahwa saya harusnya bersyukur kepada hal - hal buruk yang menimpa diri saya. Seharusnya saya benar - benar bersyukur, terutama kepada Allah yang telah menciptakan kita sedemikian rupa dan mencoba kita dengan ujian - ujian yang berbeda - beda dan bahkan kita dengan sadar  merasa bahwa ujian yang diberikan Allah pada kita adalah ujian yang paling berat, benar kan?


COBAAN ITU ADIL GAK SIH?

Padahal mungkin sebenarnya kita yang lebay karena merasa demikian. Ujian yang diberikan sang pencipta ini sebenarnya sama dan adil sesuai dengan kadar kemampuan kita. Kita mungkin beranggapan bahwa ujian "milik" orang lain lebih ringan dari pada ujian yang kita hadapi, tapi terkadang kita merasa bahwa memang benar ada masalah - masalah yang diberikan oleh Allah yang menurut kita sudah terlampau berat bagi yang menjalankan. 

Contoh sebuah masalah yang terlampau berat bagi saya adalah jika saya mungkin diberikan oleh Allah salah satu dari masalah fisik seperti Tuli, bisu atau buta seumur hidup, atau bahkan ketiganya. Bagaimana mungkin kita bisa tahu hal - hal yang baik dan buruk, berita - berita diluar dan mungkin hal - hal yang terkait Agama dan politik. Secara akal, bagaimana mungkin kita bisa hidup? benar kan?

Tapi saya baru menyadari bahwa hal yang dimaksud dengan adil disini adalah bahwa setiap manusia mendapat kadar yang tepat antara nikmat yang diperoleh dan cobaan dengan kemampuan akalnya. Satu - satunya pemutus antara cobaan yang ada di dunia ini adalah jika manusia itu kehilangan atau tidak kuat akalnya karena gila. Pada saat itu tidak dicatat amal baik dan buruknya, karena dia sendiri sudah tidak waras maka tidak berlaku hukum - hukum yang berlaku padanya. 

Terus bagaimana dengan kita yang tidak gila tapi masalah yang kita peroleh menurut kita sudah diluar kemampuan kita?

Tidak, Allah tetap adil kepada kita. menurut saya pribadi sebenarnya Allah menempatkan semua manusia dan jin di tempat dimana dia akan bisa dengan mudah memilih antara menyerah atau mau lanjut berjuang, memilih yang buruk atau yang baik, memilih mengikuti perintahnya atau tidak mengikuti perintahnya, memilih untuk berpikir keras atau tidak.

Yang saya mau garis bawahi adalah kata - kata "dengan mudah" ini. Ingat bahwa kita masih bisa menggunakan akal kita untuk memilih yang baik dan buruk. Yang Halal dan yang Haram. simple-nya,  kalau kita merasa tidak cocok dengan apa yang terjadi dan memilih hal lain yang menurut agama adalah hal buruk, kita bisa dengan mudah memilihnya. Tapi ingat bahwa setiap hal yang kita lakukan itu nanti akan dipertanggung jawabkan di akhirat oleh kita masing - masing, bukan orang lain.


TENTANG BARANG BAJAKAN

Oke, kita mulai dari sini, sebenarnya untuk mudahnya anda bisa melihat sebuah video yang ada dibawah ini. Karena video ini adalah alasan paling kuat milik saya kenapa kita harus segera meninggalkan memakai barang bajakan.

(updates: selasa 24 januari 2017,penambahan paragraf,
dalam video ini akan dijelaskan secara singkat kenapa menggunakan barang bajakan itu dilarang keras, dan saya memang mengambil dan menyimpulkan sebagian pernyataan saya dari video ini:)






Selain itu ada referensi lain yang sepertinya juga berkata serupa tentang barang KW alias palsu seperti dibawah ini





Sebagai muslim kita harus tahu dan kita mesti tahu bahwa mencuri adalah perbuatan haram. Meskipun mencuri barang yang sangat sedikit. Anda mungkin tahu bahwa di saudi, hukuman bagi para pencuri adalah di potong tangannya. Untung saja, hal tersebut tidak diterapkan di indonesia, bersyukurlah.

Di dalam video tersebut, dijelaskan bahwa perbuatan kita itu dholim alias merugikan seseorang. Ustad Khalid Basalamah mengumpamakan bagaimana jika kita diperlakukan sama, jika kita adalah pembuat software, bolehkah orang lain membajak software kita? tentu tidak kan?

Saat kita membajak, berarti kita mendapatkan dengan gratis hal yang seharusnya dibayar. Dan pimilik software yang seharusnya mendapatkan hak yang diterimanya berupa uang pembelian software itu jadi tidak menerimanya. Dan hal itu menyebabkan berkurangnya pendapatan mereka. 

Jika kita mencoba berpikir lebih jauh lagi, maka kita akan menyadari bahwa perusahaan yang cukup tangguh untuk bersaing di dunia penuh pembajakan ini adalah perusahaan besar saja hingga tidak mungkin individu atau perusahaan kecil untuk bertahan pada industri ini bila barangnya sudah kena bajak karena sebab tidak mendapat keuntungan dari kerja keras yang dilakukannya dan akhirnya mengalami kebangkrutan.

Dan hal kedua yang tertanam dalam benak saya apabila kita terus melakukan ini sampai kita mati. Tentunya Allah akan mengadili kita SESUAI DENGAN TAKARAN YANG KITA AMBIL dari mereka. Saya mohon maaf harus membahasakan seperti ini, tapi berapa sih amal dan sedekah kita sampai saat ini? adakah mencapai puluhan juta? sedangkan kita tahu bahwa yang software yang kita ambil untuk kepentingan kita itu harganya berjuta - juta. 

Jika kita rupiahkan dan diteliti, kita mungkin sudah mencuri hak orang - orang yang seharusnya sudah menjadi milik mereka belasan juta atau bahkan puluhan juta.

Anggap saja bahwa semua laptop standart ABG sekarang adalah sebuah laptop dengan windows 10, Photohop, Office, dan COrel Draw.

Saya coba cek harga Windows OS asli di link ini, dan harganya adalah $119,- atau sekitar Rp2.587.000,-  ditambah Microsoft Office asli di link ini dengan harga $149,- atau sekitar Rp.1937.000,- terus ditambah harga corel draw $669,- atau sekitar Rp.8.697.000,- dan kebetulan saya tidak tahu dengan harga Adobe Photoshop sekarang karena Adobe sekarang membuat softwarenya menjadi CREATIVE CLOUD dan sepertinya diberlakukan harga sewa perbulan, jadi akan saya samakan saja dengan harga corel draw karena seingat saya dulu harga Adobe Photoshop ada di kisaran 8 juta rupiah.




Jadi kita coba jumlahkan harga Windows dan software bawaan yang pasti akan ada di hampir semua komputer dan laptop sekarang:

$149 + $119 + $669 + $669 = $1606 atau sekitar Rp.20.878.000,- 
(Dengan diumpamakan Kurs 1 dollar = 13000)

Sekarang saya ingin mengucapkan selamat kepada kita semua yang telah membajak dan mencuri dengan tidak ingin membayar lisensi dan ingin gratisan.

Anda tau kenapa?

Karena jika kita pengen total - totalan di akherat dengan cara hitung - hitungan matematika menurut pemahaman kita yang adil, coba pikir dengan seksama, apakah jumlah sedekah kita yang kita infaqkan ke jalan Allah dan membantu orang miskin apakah sampai 20 juta?

belum lagi jika menginstal ulang dengan software bajakan, maka tinggal kalikan saja dengan hitung hitungan di atas.

Jujur, saya sendiri mencoba meminimalisir hal ini, mulai dari tidak menggunakan antivirus bajakan. Hal yang paling kita butuhkan tapi sebenarnya juga tidak butuh pada saat bersaamaan. Kemudian mulai mendownload aplikasi gratis seperti Blender, Gimp, dan Inkscape.

Masalahnya adalah saya masih dalam takaran mendownload dan lupa untuk belajar, akhirnya mau tidak mau saya harus kembali menggunakan barang bajakan karena sifat malas saya untuk belajar dengan hal baru.


PAKAI BAJAKAN BOLEH ASALKAN....

Pada dasarnya, sebenarnya ada celah yang tidak bisa dihilangkan dari semua perangkat lunak dan dokumen - dokumen yang terkandung didalamnya. Kita semua tahu bahwa segala jenis perangkat lunak bisa di-copy hanya dengan menekan tombol ctrl+c.

Dan celah inilah yang menyebabkan adanya ulama atau guru agama yang memperbolehkan "pembajakan" dalam artian kata yang menurut mereka dengan alasan "belajar" menjadi hal yang benar.

Demikian ini yang saya kutip dari wahdah.or.id

Namun sebagian ulama membolehkan penggunaan software bajakan tersebut bila adanya kebutuhan penting atau darurat dalam penggunaannya dengan beberapa syarat:
Pertama: Software asli tidak ada/sedikit sekali atau sulit untuk digunakan/tidak bisa dipinjam, atau ada dipasaran namun dengan harga yang lumayan tinggi.
Kedua: Penggunaannya untuk kepentingan pribadi/kursus belajar, dan bukan untuk kepentingan bisnis dan jual beli, apalagi menjual software bajakan tersebut, karena ini artinya meraup keuntungan dan harta dari hak cipta orang lain tanpa seizinnya. Hal terakhir inilah yang lebih dekat pada maslahat, sebab sangat sukar untuk melepaskan diri dari software bajakan khususnya di berbagai kota di Indonesia.

Sumber Tulisan: http://wahdah.or.id/hukum-software-bajakan-dalam-islam/

Sebenarnya, kedua logika di atas bisa dengan mudah dihapus dengan alasan bahwa dengan menggunakan software bajakan, kita ikut mendholimi para pembuat software.

Lantas bagaimana dengan Perusahaan yang berjualan antivirus untuk pribadi seperti smadav atau software editing photo dan video seperti adobe dan corel? mau dapat keuntungan dari mana mereka semua orang beranggapan "gapapa buat belajar" atau sekedar "gapapa belum mampu".

Intinya sederhana sih, bagaimana jika kita adalah seseorang yang bekerja sebagai developer software dan kemudian perusahaan yang mereka naungi siang malam sampai tidak tidur (kebanyakan programmer memang kurang tidur) bangkrut atau memecat beberapa pegawai karena "rugi" karena penjualan software tidak seberapa.

Jujur, memang saya suka dengan pernyataan ustad Khalid Basalamah dan segera mengganti semua barang bajakan yang pernah saya install tapi gak pernah atau jarang sekali saya apa - apakan kecuali OS windows 8 itu sendiri yang saya install karena windows bawaan laptop saya yang selalu tersendat -sendat. Setelah lama termenung mungkin beberapa hari, saya langsung Download OS alternatif yakni Ubuntu OS 16.04.

Sebenarnya sebelum ganti OS pun saya sudah berusaha beralih ke software gratis, diantaranya adalah dengan belajar jadi programmer dan menginstal software - software opensource yang gratis sebagai alat untuk belajar sembari menunggu pekerjaan menjadi programmer datang dan saya mendapatkan gaji lebih untuk membeli lisensi barang - barang bajakan yang pernah saya install.

Namun saya berpikir lagi, Mau sampai kapan? saya juga baru menyadari bahwa saya memang punya keterbatasan di dalam belajar dan mengingat informasi baru dengan cepat, apalagi soal abstrak seperti fisika, matematika dan bahasa pemrograman. Ditambah lagi dengan suara hati yang mengatakan bahwa "ini nanti takaran dosanya sama dengan besar nilai barangnya loh" karena saya dengan ceramah Beliau bolak - balik mencoba mencari celah bahwa ini masih boleh digunakan.

Jadi, inilah saya sekarang, mulai mencoba dengan yang gratisan dan berusaha cari aman karena saya percaya kehidupan setelah kematian dan sangat takut kalau harus mencicipi neraka. Tangan keseleo saya sakitnya sudah bukan main, bagaimana dengan di neraka dicambuk pakai besi dan di bakar pakai api. Lebih baik pilih aman saja.



TERUS HARUS BAGAIMANA?


Tidak perlu berpikir aneh - aneh sih, kalau kalian memang berniat untuk tobat, segera ganti OS kalian dari Windows ke Linux. Cari teknisi, minta install ulang dengan ubuntu, beres. Jika kalian ingin tahu tampilan dari ubuntu, ini lah tampilannya



Sebenarnya, justru dengan menggunakan ubuntu, kita tidak perlu pusing - pusing untuk memikirkan yang lain, ubuntu sudah seperti PlayStore milik Android. Memang software yang ditawarkan tidak banyak, tapi kualitas sudah terjamin. Kilik saja ikon dibawah ini, maka anda bisa memilih dan mendownload software apa yang anda inginkan. Bahkan software untuk word processor seperti microsoft word dan excel juga sudah terinstal.



Dibawah ini adalah beberapa software yang saya install di perangkat milik saya. Gimp sebagai pengganti photoshop, blender sebagai pengganti 3Dsmask dan Inkscape sebagai pengganti corel.



Saya memang bukan seorang designer, tetapi adanya alat - alat seperti ini insya Allah bisa menjadi pelipur lara bagi orang - orang yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli software asli dengan baik dan benar. 


TERUS KAMU MASIH NGEYEL?

Ini nih penyakitnya, jika sudah tau salah tapi masih mau melakukan. Banyak sekali alasan yang bisa dilontarkan. Yang pasti jadi senjata pamungkas adalah pernah ada yang ngomong ke saya 

"Dosen aja pakai bajakan!!" atau 
"Dosen agama sama Kyai aja yang aku tau ada yang pakai bajakan!!"

Memangnya anda sudah crosscheck sama pihak terkait?

Memangnya kalau Dosen pake barang bajakan, terus harus jadi panutan?

Saya cuma bisa memberi peringatan kepada anda sekalian, bahwa dosa ditanggung masing - masing dan jika anda tidak mau main aman, tinggal tunggu tanggal mainnya saja di akherat. Dan satu lagi, Orang Pinter dan berTitle tidak selalu semua ucapannya benar. mereka juga seorang manusia. 

Mau Bukti?

Pernahkah kalian mendengan cerita seorang yang malang, seorang Tabi'in Mujahid yang hafal Al-Qur'an kemudian murtad dan memeluk agama kristen karena seorang wanita yang kecantikannya membuatnya lupa akan hafalan Qur'annya.(maaf jika menyinggung yang beragama lain, yang ingin saya tekankan di sini adalah sebab murtadnya, bukan ke agamanya)

ini adalah riwayat cerita terkait dengan pemuda tersebut, Klik disini untuk cerita lengkapnya

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitabnya Al-Bidayah wa An-Nihayah (11/74):
وفيها  (278 هـ)  توفي عبدة بن عبد الرحيم قبحه الله
ذكر ابن الجوزي أن هذا الشقي كان من المجاهدين كثيرا في بلاد الروم، فلما كان في بعض الغزوات والمسلون محاصروا بلدة من بلاد الروم إذ نظر إلى امرأة من نساء الروم في ذلك الحصن فهويها فراسلها ما السبيل إلى الوصول إليك ؟ فقالت أن تتنصر وتصعد إلي، فأجابها إلى ذلك، فلما راع المسلمين إلا وهو عندها، فاغتم المسلمون بسبب ذلك غما شديدا، وشق عليهم مشقة عظيمة، فلما كان بعد مدة مروا عليه وهو مع تلك المرأة في ذلك الحصن فقالوا: يا فلان ما فعل قرآنك ؟ ما فعل علمك ؟ ما فعل صيامك ؟ ما فعل جهادك ؟ ما فعلت صلاتك ؟ فقال: اعلموا أني أنسيت القرآن كله إلا قوله (ربما يود الذين كفروا لو كانوا مسلمين ذرهم يأكلوا ويتمتعوا ويلهيهم الامل فسوف يعلمون)  الحجر: 3
 “Pada tahun (278H), telah wafat Abdah bin Abdurrahim –semoga Allah memburukkannya-, telah disebutkan oleh Ibnul Jauzy bahwa orang malang ini dulunya termasuk dari seorang lelaki yang sering berjihad di negeri Romawi, ketika dalam beberapa peperangan dan pada waktu itu kaum muslim mengepung sebuah daerah dari kekuasan Romawi, lelaki sang mujahid yang terkena godaan ini memandang kepada seorang wanita dari bangsa Romawi di benteng tersebut, maka akhirnya lelaki ini menginginkan wanita tersebut, lalu ia menyurati wanita tersebut; “Bagaimana agar aku bisa sampai kepadamu?”, wanita ini menjawab: “Kamu masuk ke dalam agama Nashrani lalu kamu naik menemuiku”, lalu lelaki ini menerima ajakan tersebut”, maka ketika kaum muslim mengepung malah dia berada bersama wanita tersebut, kejadian itu sangat menyakitkan dan memberatkan kaum muslim, setelah beberapa waktu berlalu, kaum muslim melewati benteng tersebut dan si lelaki ini sedang bersama wanita tersebut di benteng itu, mereka (kaum muslim) bertanya kepada lelaki tersebut: “Wahai Fulan, Apa yang telah Al-Qur’an lakukan terhadapmu?, apa yang telah dikerjakan oleh ilmumu terhadapmu? Apa yang telah dikerjakan puasamu terhadapmu? Apa yang telah dikerjakan oleh jihadmu terhadapmu? Apa yang telah diperbuat shalatmu terhadapmu?”, lelaki ini menjawab: “Ketahuilah kalian semuanya, sesungguhnya aku telah lupa Al-Qur’an kecuali Firman-Nya:

Artinya: “Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)”. (QS. Al Hijr: 2-3).

Sangat menakutkan bila kita tidak bisa mengetahui mana hal yang benar dan mana hal yang salah karena terlalu mengkultuskan atau menganggap seseorang karena jabatannya tanpa tahu asal - usul dan bagaimana perjuangannya. Seseorang bisa saja salah dalam memilih dan berbelok dari tujuan semula atau bahkan terpelintir jauh seperti cerita mujahid diatas dan mengesampingkan akalnya. Bisa saja dan mungkin kita salah satu diantaranya.

(updates: selasa 24 januari 2017)
Cerita seorang Alim yang akhirnya Masuk kristen dan semua hafalannya hilang tadi saya maksudkan bahwa kita tidak bisa berpendapat bahwa satu perbuatan dibenarkan hanya karena ada beberapa yang kita anggap berpendidikan (mau itu dosen, kyai, dll ) melakukan hal tersebut, mungkin memang agak gak nyambung, tapi yang mau saya tekankan disini adalah sebuah konsep dimana jika apa yang dilakukan oleh seseorang mayoritas adalah kebenaran, bukan berarti semua yang dia lakukan itu adalah benar. Sebagai seseorang yang memiliki akal kita dituntut untuk berpikir dan melihat kaidah - kaidah dan dasar hukumnya sebelum menganggap hal itu benar atau salah.

Oleh karena itu gunakan akal dengan sebaik - baiknya, dan bukannya nafsu yang mungkin akan membuat keputusan - keputusan yang kita buat menjadi kesalahan terbesar kita.




(updates: selasa 24 januari 2017)

MAU BUKTI ?

Saat artikel ini pertama kali dipublish, saya sudah mantab pindah ke linux dan memang di linux sekarang sudah tidak ribet lagi karena untuk mendownload software seperti gimp sebagai pengganti photoshop, atau blender sebagai pengganti adobe premiere, after effect dan 3dsMask kita hanya perlu mengKONEKkan OS kita secara online. Sudah ada file repository seperti playstore dan kita tidak perlu tahu segala hal mengenai script dan lain sebagainya kecuali mungkin pada saat menginstal OS ini mungkin anda akan butuh seorang teknisi yang mengerti tentang instalasi Ubuntu atau membaca sedikit tutorial mengenai itu. 

Memang ada yang bilang "pakai saja untuk sementara", namun dalam kenyataan di lapangan, itu semua sangat jarang terjadi, kecuali untuk "para masta" dalam bidang ini dan punya pendapatan selangit yang bisa disisipkan, tapi untuk yang cuma buat mainan atau hal - hal kecil, sebenarnya hal ini terlalu beresiko. Dan pemakaian barang bajakan tersebut tidak bisa serta merta dibenarkan.


manipulasi dengan software GIMP

Manipulasi dengan software GIMP
Gambar yang saya sertakan di atas adalah bukti bahwa ketidakmampuan kita menggunakan sebuah software tidak bisa dibenarkan untuk melakukan pembajakan. 2 gambar ini adalah hasil manipulasi gambar yang saya kerjakan selama 2 hari ini dengan basic tutorial photoshop. ini link tutorialnya (Create Abstract Shining Text Effect With Groovy Font In Photoshop dan Photoshop Dispersion Effect Tutorial) dan berikut ini video pada tutorial kedua,



Memang ada keterbatasan seperti tidak adanya layer style yang memudahkan automatisasi effect secara simultan atau hal - hal lainnya karena belum terbiasa, tapi saya masih mampu untuk membuat hal - hal seperti yang dilakukan oleh photoshop. Mungkin memang tidak bisa persis karena saya sendiri hanya melakukan hal ini untuk hobi dan bukan seseorang yang berkecimpung di bidang raster image ataupun seseorang yang bekerja sebagai editor gambar full time.

Saya sendiri bukan pengguna software manipulasi vector dan 3D seperti inkscape dan blender, jadi saya mohon maaf jika saya masih belum bisa membuat contoh karya yang bisa dihasilkan dari hal tersebut, tapi mungkin kedepannya saya akan update lagi artikel ini untuk memperbanyak bukti yang bisa saya berikan. :D

Friday, October 21, 2016

Menulis Sebagai Cerminan Dan Tolak Ukur kecakapan

Menulis, sejatinya mencerminkan diri kita sendiri. Seberapa hebat kita menulis dan bagaimana bobot dari tulisan kita mencerminkan bagaimana pola pikir kita secara matang dalam melihat Permasalahan di pelupuk mata. Opini kita dalam setiap kejadian bisa menjadi cerminan diri kita sendiri.

Saya telah mengalaminya, setelah mencoba menulis di kompasiana dengan topik - topik yang diberikan. Semangat sudah penuh dan saya mulai memilih topik yang kelihatannya paling mudah dan paling saya pahami, yakni tentang Bahasa Indonesia.

Dengan modal semua pengetahuan saya yang sangat terbatas mengenai ilmu ini dan teknik menulis, saya berusaha jujur dengan apa yang saya ungkapkan. Tapi yang terjadi adalah saya baru menyadari bahwa pola pikir saya sangat dangkal. Saya baru sadar bahwa perbedaan yang mendasar dari menulis dan memikirkan sesuatu dan mengatakannya secara spontan adalah tentang keteraturannya.

Saat berbicara, kita mungkin mengatakan hal yang satu dengan hal yang lain yang mungkin tidak kita mengerti secara mendetail dengan gagap dan terbata - bata. Bagaimana dengan menulis? kita tidak mungkin menulis dengan terbata - bata. Karena saat melakukannya kita diharuskan untu mengerti perihal mengenai apa yang kita tulis. Tak jarang kita mungkin tidak tahu harus menuliskan apa di tengah jalan, tapi itu adalah kelebihan menulis.

Tidak seperti public speaking yang mengharuskan kita untuk siap siaga setiap saat. Saat menulis kita bisa beristirahat dan mencoba untuk mengenali secara matang hal - hal yang ingin kita tulis. Hasilnya tulisan kita bisa menjadi lebih berbobot dan bernilai. Kita dituntut berpikir kritis dan tahu akan permasalahan yang akan kita bahas.


Kita tidak harus cakap dalam berbicara jika ingin cakap dalam menulis. Kita bisa mengutarakan hal - hal secara lebih detail, dan sangat terperinci. Kita tidak perlu takut lupa untuk menyertakan suatu pendapat dengan menulis. Kita masih bisa melihat kembali dan membaca kembali sebelum menayangkannya.

Saat melihat tolak ukur kecakapan seseorang, maka menulis bisa menjadi mata dan telinga kita. Coba anda lihat tulisan - tulisan saya, anda bisa tahu bahwa saya hanya seorang pemula dan hal yang saya tahu adalah hal - hal yang berkaitan dengan pengalaman menulis saya. Sesederhana itu saja.


Seperti inilah Menulis, saat kita berusaha jujur, maka kita akan melihat seberapa jauh kemampuan kita sendiri. Dan tidak lupa, kita bisa menjadi contoh bagi orang - orang yang mungkin bertanya - tanya tentang kenapa mereka tidak pandai menulis.  Jawabannya adalah karena kita tidak tahu apa - apa untuk di tulis dan disitulah batas kemampuan kita yang bisa kita ukur dengan cara yang paling sederhana.

Sunday, October 16, 2016

Dimana Peran Pendidik?

Suatu hari di usia muda di masa - masa SMP, saya sekarang menyadari bahwa hidup memang menyenangkan, terutama hidup saya sendiri. Bagun, mandi, sekolah, pulang, main game, tidur siang, nonton bola di TV. Dan menjelang malam membuka buku matematika yang sama untuk menyelesaikan soal - soal tanpa membuka buku lain sebagai referensi. Bukannya tidak mau, hanya tidak tahu. Setelah itu pergi tidur, tanpa memperhatikan pelajaran lain, lalu bangun dan kemudian kejadian serupa terulang lagi sampai ujian sekolah berlangsung.

Di sela - sela itu, entah kenapa saya diikutkan oleh guru saya yang baik hati, beliau bernama Pak Agus. Seorang guru yang terlampau baik dan satu - satunya guru yang menginspirasi tentang nilai - nilai dan kelebihan pada manusia yang penuh kekurangan.

"Kenapa saya berani berkata sedemikian rupa?"

Tidak lain  dan hanya satu sebab, saya hanya tahu pelajaran matematika. Matematika itu terlihat sangat - sangat mudah. Saya menyadari saya tidak harus membaca berlembar - lembar buku dan mengisi soal. Saya hanya harus tahu rumus, permasalahan dan mencari jawaban yang benar. Tapi saya sebenarnya tidak benar - benar bisa dengan pelajaran matematika. 

Penyebabnya adalah karena saya selalu bertanya, bahkan pelajaran yang seharusnya belum dipelajari pun saya tanyakan pada beliau. Saya berpikir saya bisa mengatasi semuanya dengan bertanya, mengesampingkan buku dan sebagainya. Tapi semua berubah saat beliau mengadakan lomba untuk penyisihan olimpiade matematika tingkat kabupaten pada waktu itu.

Secara kebetulan di saat penyisihan, saya tahu semua hal yang ada di soal, kelihatannya terlalu mudah, meskipun ada beberapa hal yang saya tidak mengerti, maka yang hanya perlu saya lakukan hanya mencontreng salah satu dari pilihan ganda tersebut. Dan akhirnya, di akhir cerita saya jadi urutan nomor satu mungkin, atau nomor dua terbaik dari sekitar 27 siswa yang diikutkan oleh beliau.

Panggilan dari speaker menyuruh para peserta lomba untuk berkumpul di ruang perpustakaan. Kita di kumpulkan untuk persiapan. Tetapi ditinggal tanpa ada pembimbing. Jadi dimana logikanya belajar tanpa guru? mungkin mereka sibuk, tapi kami hampir tanpa persiapan matang untuk lomba.

Bisa ditebak, selanjutnya saya tidak tahu bagaimana seharusnya belajar dengan benar, dan tidak ada pelajaran yang berhubungan dengan matematika. Ketidaktahuan saya di tambah kemalasan dan ketidakseriusan saya mencari materi berbuntut panjang. 50 soal dan saya akhirnya membagi 2 soal tersebut menjadi 2, 25 untuk saya sendiri dan 25 lagi untuk partner olimpiade fase pertama saya septi. Dari 25 soal tersebut, hanya ada 2 yang saya mengerti dan lainya sudah berada diluar kapasitas saya. Berakhir juga perjalanan olimpiade saya.

Beberapa bulan kemudian, ada penyisihan di bidang MIPA (Matematika dan IPA), Sebenarnya saya tidak belajar sama sekali saat penyisihan tersebut karena saya pun tidak tahu harus belajar dari mana. Ini dilema orang malas. Tapi hal yang tidak terduga terjadi, Soal matematikanya sangat mudah dan bisa saya taklukkan tanpa harus melamun dan berpikir panjang. Lain halnya dengan soal IPA, banyak soal biologi dengan bahasa latin yang tidak saya mengerti, tapi saya merasa pernah membacanya sebelumnya. Jadi saya mengunakan intuisi untuk menjawab tanpa berfikir panjang, hanya kehati - hatian terhadap intuisi saya sebelum mencontreng soal pilihan ganda tersebut. 

Untuk fisika saya benar - benar lupa tentang soal yang saya kerjakan. Tetapi saya tahu di bab listrik saya tidak tahu apa - apa sama sekali. Lain halnya di bidang kimia, soalnya sangat mudah karena yang saya tahu hanya ada satu hitung - hitungan dalam soal kimia dan saya menguasai betul hal itu. Dan keberuntungan memihak saya, atau mungkin Tuhan hanya ingin menunjukkan bahwa orang bodoh pun bisa lolos babak penyisihan di sekolah yang di isi oleh orang - orang pintar. Peringkat kedua saya dapatkan. Saya hanya tidak percaya bahwa kenapa orang yang tidak pernah membaca dan bingung dengan berbagai pelajaran yang ada bisa lolos, mengalahkan jawara - jawara kelas. Sungguh sangat tidak masuk akal.

Seminggu untuk persiapan lomba, dan saya memulai dengan pelajaran yang tidak pernah saya baca sebelumnya, Kimia. Tiga buku dari kelas 7 sampai kelas 9 pun saya baca. Berandai - andai, saya memikirkan bahwa saya akan menyelesaikan tiga buku ini sekali baca dalam waktu 3 hari dan kemudian mengulang pelajaran pada bidang fisika dan biologi. Tapi entah kenapa akhirnya saya habiskan 6 hari untuk menyelesaikannya dengan perasaan frustasi, karena tidak tahu sama sekali dengan apa yang saya baca, hanya teori tentang hal - hal yang menurut otak saya terlampau amis untuk diingat. dan hari terakhir saya hanya membaca beberapa hal yang saya tahu, sebagai pil pemanis, pengobat rindu bagi pelajaran yang belum saya baca gara - gara Kimia. Frustasi pun melanda.

Waktu lomba berlangsung, saya akhirnya bisa lolos dari tahap pertama dengan mudah. Tapi saya merasa aneh, kenapa sebagian soalnya sepertinya mudah? Dan memang akhirnya 30% soal tidak bisa saya jawab. Dan saat fase kedua, pada saat upacara penyambutan dimulai, saya baru sadar bahwa saya ini tidak ada apa - apanya. Sebagian besar yang lolos ternyata adalah anak kelas 7 dan 8, tetapi saya adalah anak kelas 9. Sungguh memalukan bila tahu harus berkompetisi dengan adik kelas yang lebih pintar. 

Lomba pun dimulai dan materi - materi sulit mulai keluar dari sarangnya. Dibalik materi sulit yang sulit itu, saya melihat ada soal kimia yang berada diluar jangkauan saya. Materi yang ada tidak ada di dalam buku dan membuat pikiran kosong seketika dan tidak ada jalan keluar. Hari kedua, semua berakhir seperti lomba pertama saya. Berakhir tragis sekali dan akhirnya kalah.

Yang paling saya ingat dari ini adalah, seminggu sebelumnya saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa jika saya bisa menang di lomba terakhir di masa SMP saya ini, saya akan masuk ke SMA dan belajar sekuat tenaga. Tapi semangat saja tidak cukup. Ketidaksiapan saya menjadi penghambat kerja keras dan motivasi besar saya. Rasa kantuk, frustasi dan perasaan bingung saat belajar tidak bisa dihilangkan begitu saja. Hukum sebab akibat pun berlaku, karena saya dulu terlalu enak - enakan dan tidak pernah belajar, maka saya mendapatkan ketidaktahuan dan kekalahan yang pahit. Hal yang sangat sulit diobati. Hal ini juga terulang di waktu SMK, bukan hanya lomba, saya pesimis dengan kemampuan saya sendiri karena bingung harus belajar dimana.

Di sisi lain, sekarang saya tahu bahwa saya merasa kesepian. Tidak ada orang yang berani menegur dan memberitahu saya harus berbuat apa. Mungkin karena saya terlahir di keluarga buruh yang biasa - biasa saja. Sepertinya orang tahu hanya membiarkan anaknya mengalir seperti air. Dan akhirnya, air itu jatuh di kubangan busuk dengan bangkai bangkai yang airnya tidak mengalir. Tidak menjadi super jahat seperti air selokan yang tidak dipedulian semua orang, bersama sampah. Tidak pula di jernihkan seperti air sungai untuk diminum dan digunakan untuk kepentingan lainnya.

Kehilangan jati diri, kehilangan motivasi, tidak tahu harus berbuat apa. Dan terjebak dalam kubangan yang bahkan tidak pernah kering karena terik matahari. Terjebak oleh malas, penundaan, game, dan pornografi. bagaimana hidup bisa seadil ini? Saya hanya tidak tahu bagaimana harus bersikap karena saya tidak pernah diajari hal itu. Yang saya dengar hanyalah suara menyuruh, dan memarahi. Mereka ingin saya berhasil, mereka cinta kepada saya. Tetapi mereka tidak ingin berkorban waktu dan uang untuk pelajaran tambahan atau les. 

 Kelihatannya saya lambat dalam hal mendewasakan diri, karena harus belajar sendiri. Manusia itu berbeda dan kita tidak bisa diperlakukan sama hanya karena orang yang mendidik kita melihat dirinya berhasil di waktu dulu meskipun di acuhkan orang tuanya. Saya hanya merasa autis, karena masa kecil yang saya habiskan dengan menonton TV dan tidak pernah di didik menghadapi kekalahan. Dituntut untuk mendapat nilai terbaik, tapi di acuhkan dalam pendidikan mental. 

Mungkin menurut mereka "para orang tua", memberi makan, menyekolahkan dan merawat ketika sakit sudah merupakan bentuk kasih sayang. Tapi menurut saya, hal itu hanya sebuah stereotype karena semua orang melakukannya. Karena jika tidak, Tuhanlah yang akan menghukum kita.


Saya berpikir mungkin ini juga merupakan salah guru sebagai pendidik, yang menganggap muridnya sudah bisa. Padahal seharusnya harus di arahkan secara seksama. Bukan percaya secara buta kepada muridnya. Latihan keras dengan bimbingan dan tidak ragu meluangkan waktu untuk berbagi ilmu.

"Jadi, mana hubungan dilema antara kerja keras dan rasa malas?'

Tapi saya tahu orang tua saya adalah orang tua yang penyayang, dengan cara mereka sendiri. Dan saya juga menyayangi mereka dengan cara saya sendiri. Masalah sebenarnya adalah karena ketidakmauan untuk belajar dan mengajari, memberi contoh bagaimana harus menghadapi dunia. Dan mendukung dari belakang, tidak takut untuk mengaku jika salah dan mau memperbaiki diri.

Pendidik dan pengasuh yang sudah merasa benar dalam tindakannya untuk mendidik, yang lupa. Bahwa anak memiliki karakter masing - masing dan mungkin karakternya akan hancur karena cara yang salah dalam menyikapi masalah. Berhenti menyalahkan orang yang di didik!!, kenapa anda tidak mulai menyalahkan orang yang mendidik?

Saya tahu sekarang saya harus berubah menjadi lebih baik. Membuat Hukum sebab-akibat berdampak pada saya dengan mulai berubah menjadi yang lebih baik dan akan berakibat baik pada diri saya. Belajar terus menerus dan kelak dapat menjadi orang tua yang bisa membimbing dengan benar suatu saat nanti saat jiwa dan raga sudah siap seutuhnya.

Monday, October 10, 2016

Jangan Mimpi Punya Blog Seperti Hipwee, Jika Kamu Tidak Patuh Prinsip Ini

Sekiranya bila gua harus tahu bagaimana wekend yang buruk itu, mungkin hari ini adalah hari yang paling buruk. Penyebabnya, gua habisin waktu gua sebanyak 25 episode anime "Haikyuu!!" plus lsekitar 23 episode anime "Yowamushi Pedal Go!! " dalam keadaan rumah masih di dandanin oleh bokap dan hujan terus menerus yang hampir saja ngebuat rumah bener - bener dalam keadaan banjir. Dan selalu saja menunda - nunda untuk melakukan sesuatu yang bagus dan berguna untuk membuat masa depan jadi lebih baik jadi lebih susah gara - gara hal ini.

Bukan hanya masalah itu, entah menurut kalian gimana, tapi menurutku memang hal - hal di Setelah itu banyak sekali rintangan buat mulai nulis lagi. Dari kata - kata "nanti ah, belum mandi." samapi "nanti saja, sekarang belum makan." Entahlah, tiba - tiba takut aja buat nulis lagi. Agaknya juga sedikit bingung mau dibawa kemana blog ini. Setelah gak karuan browsing dan nonton Youtube, melihat pewdiepie dan youtuber - youtuber yang lain yang bisa mendapat penonton sampai jutaan banyaknya, dan melihat blog - blog terkenal seperti Hipwee dan blog - blog lain yang sudah terkenal, sepertinya juga akan sulit jika harus berkompetisi dengan mereka. Tapi topik bahasan kali ini bakalan gua fokusin tentang kecemburuan gua terhadap website dengan nama Hipwee.

ScreenShot Website Hipwee dan jumlah halaman artikelnya saat ini
Bayangkan saja, web sekelas Hipwee yang barusan saya lihat pada jam 23.30 wib, 10 Oktober 2016 jumlah artikel yang ter-publish di website tersebut ada 820 halaman. Pada Halaman pertama gua hitung artikel yang tampil ada 10 judul dan jika kita asumsikan pada halaman terakhir Hipwee di halaman 820, jumlah judulnya juga 10 judul maka akan didapat hampir 8.200 judul artikel yang telah terdaftar dan semuanya unik.

Mungkinkah gua menyalip atau paling enggak menyamai produktifitas, jumlah dan kecepataan mereka dalam membuat tulisan seperti mereka? NGGAK MUNGKIN dan kayaknya TIDAK AKAN PERNAH. Mengapa? Setelah gua cek sendiri, pada tanggal 17 April 2014 ada 3 penulis yang aktif menulis sebanyak total 27 judul artikel yang berbeda mulai dari artikel terakhir tentang "25 Poster 'Failed' Caleg" berurutan terus menerus sampai pada tulisan yang berjudul "18 Cara Untuk Terlihat Pintar". Total artikel yang di buat pada hari itu adalah sebanyak 27 artikel oleh 3 penulis bernama Aulia Kushardini, Nendra Rengganis, dan Maya Kusuma.

 Penulis pertama Hipwee
Terduga bertanggung jawab Penulis Hipwee tanggal 17 April 2014
Bayangin men, 3 orang nulis 27 judul artikel dalam waktu sehari, gua aja nulis sehari sekali saja udah untung - untungan. Karena gua tadi tidak terlalu memperhatikan penulis mana yang menulis paling banyak, untuk mempersingkat kita umpamain saja bahwa setiap 1 orang ini rata - rata menulis 9 judul artikel pada hari itu.

Mau apa sih mereka? ngajak berantem? nulis blog kok beraninya keroyokan, gimana mau kayak mereka coba? itu hal mungkin bisa dibilang sangat tidak mungkin jika kita "hanya" melihat dari jumlah artikel yang telah mereka terbitkan.

Dan bayangkan saja sekarang berapa jumlah penulis yang aktif di Hipwee, mungkin sudah ratusan atau bahkan ribuan, Kalau saja ada 10 penulis seperti ini yang menulis di Hipwee, maka tidak mungkin blogger kacangan dan paruh waktu karena hobi semata bisa menyamai jumlahnya. Tapi bagaimana jika kita bicara soal fokus dan tema pada blog?

Kita fokus pada tema - tema yang bener - bener kita kuasai, fokus dengan apa yang telah ada pada diri kita. Passion kita dan hal - hal yang lebih detail. Jika kita lihat Hipwee, website tersebut juga punya batasan pada konten - kontennya. Hipwee fokus ke masalah anak muda dan info unik, kegalauan mereka. Mungkin tidak terlalu detail dan khusus, tetapi lebih ke arah masalah yang ringan - ringan dan akan selalu dapat jawaban dengan cepat.

 Contoh nya saat gua pengen tahu apakah gua bisa punya kesempatan sukses meskipun masa muda gua berantakan, maka gua mungkin akan menemukan artikel dengan judul yang akan menjawab pertanyaan gua seperti,

Takluk Lantaran Ujian Berat? 5 Sosok Ini Justru Buktikan Itu Pertanda Suksesmu di Depan Makin Hebat!
Dengan isinya adalah tentang orang - orang yang telah gagal dan di cemooh akan tindakan dan aksi yang mereka lakukan dan masa lalu kelam mereka. Tapi mereka bangkit dan sukses dan membuktikan kerja keras mereka. Tapi memang format mereka agak formal mskipun enggak baku - baku amat.
 
Kecenderungan mereka bisa Disinilah Blogger - blogger lokal dan startUp blogger serta para pemula bisa bermain. Anggap saja seperti sedang mengasah dan menempah sebuah pedang. Jika kalian para pandai besi (dalam hal ini blogger pribadi) mengikuti sebuah pabrik atau industri untuk memproduksi banyak pedang dengan kualitas yang mumpuni dan terstandarisasi, maka tidak mungkin kita dapat menyamai jumlah dan kualitas produk pada saat yang bersamaan, disitulah Hipwee bermain.

Lain halnya jika kita semua fokus pada satu masalah saja dan berusaha menempanya, memberi sentuhan khusus, ukiran - ukiran yang detail. Maka orang lain mungkin akan membeli pedang yang kita tempa ini(konten blog kita) dengan harga yang tinggi melebihi harga pabrikan dan idak ragu untuk datang kembali tanpa harus diminta.

Permasalahan yang akan kita sering hadapi adalah bagaimana cara untuk membuat konten yang relevn dengan judul - judul sebelumnya. Dan untuk blog - blog pribadi, gua saranin ditambahin ornamen dan ukiran yang pribadi, khusus dan mudah dikenal. Ini jadi nilai tambah bagi kita juga, mengingat mungkin kalau kalian menulis dengan bahasa yang baku dan kaku, akan sangat mudah untuk di copy oleh seseorang yang pengen mencuri artikel kalian. Sentuhan pribadi ini jadi bener - bener relevan buat kita loh, mengingat tidak mungkin mereka mencuri konten kita mentah - mentah karena merasa aneh dengan cara kita menyampaikan materi dan mungkin bertolak belakang dengan blog mereka sendiri.

Lain halnya dengan Hipwee, dengan mudah konten - kontennya bisa diambil, di tembel dan ditambah paragraf baru, dan mengganti penggalan awal setiap paragraf, sangat rawan. Sekedar mau mengingatkan saja, mungkin Hipwee memulai dengan penulis - penulis yang sudah berpengalaman di bidangnya, tidak seperti kita yang masih kacangan dan jones. Hipwee sudah main - main dengan artikel yang berbauh agak aneh, hiburan dan anak mudah, bahkan motivasi dan paling sering mengenai pacaran, pernikahan dan kegalauan di antara keduanya. Kadang hipwee juga main - main dengan kenangan anak - anak tahun 90 an. Mungkin kedepannya, judul - judul yang akan ditampilkannya bisa ke masalah - masalah yang memang dekat dengan itu mengingat banyaknya penulis kreatif disana. Bahkan sudah dibuka untuk umum. TInggal daftar dengan facebook langsung bisa masuk. Jika kalian mau, bisa saja menulis di tempat tersebut. Rasanya tidak mungkin kita bisa menyamai Hipwee.

Tapi kita masih memiliki hal tersebut, ornamen - ornamen khusus, cara pandang kita sendiri, gaya bahasa kita sendiri, dan kualitas artikel kita sendiri. Agaknya memang sulit kalau kita harus melihat ke Hipwee bahwa kita harus menulis sebanyak itu. Tapi bila kita coba lihat dan hitung, sebenarnya jumlah tulisan yang mereka buat tidak banyak - banyak amat.

 Ayo coba kita hitung, jika di hitung 2 tahun penuh sampai bulan Oktober 2016 , dan gua gak ambil pusing masukin angka kira - kira 365 hari x 2,5 tahun ( perhitungan kasar aja), hasilnya adalah 912.5 hari. lalu kita bagi 8200 judul artikel tadi dengan angka 913(dibulatkan), maka didapatkan angka sekitar 8.981 atau sekitar 9 artikel per hari.

Dan ternyata tidak terlalu banyak ya artikel yang ditulis dalam sehari. Berarti tidak sulit untuk bisa menyamai Hipwee jika kita konsisten menulis 10 artikel per hari selama beberapa tahun ke depan yang mana menurut gua sendiri sudah susah setengah mati. Meskipun jadi sangat mungkin bagi kita untuk bisa melakukannya jika mau mengorbankan waktu dan berusaha dari kemampuan
yang ada.

Di situlah kita bermain, di tempat dimana memfokuskan blog kita akan jadi daya tarik sendiri bagi pengunjung yang ingin tahu lebih jauh dan lebih detail. Contohnya saja blog PanduanIM.com yang memfokuskan pada SEO, BLOGGING dan COPYWRITING. alhasil, para pengikut mbah Google yang mempunyai minat tentang konten tersebut, akan selalu tertarik untuk kembali karena ulasannya yang sangat detail dan pada dasarnya tidak perlu untuk susah - susah googling lagi.

Lain halnya jika blog membahas semua hal yang di dapatkannya dari internet, biasanya lama - kelamaan penulis blog seperti ini akan bosan dengan sendirinya dan akhirnya meninggalkan blognya yang sudah semrawut tanpa update terbaru lagi. Pengunjung juga akan berpikiran bahwa blog ini tidak relevan sebagai referensi karena artikelnya kayak campuran rawon, soto, gado - gado yag dijadiin satu mangkuk, dan pengunjung tidak akan kembali untuk kedua kalinya selain dari orang - orang yang tidak sengaja menemukan blog dari google. Alhasil blog tidak akan mempunyai pembaca tetap dan fans.

Sangat disayangkan loh, karena sebenarnya dari dunia blogging kita bia meraup keuntungan yang banyak bila bisa mengelolahnya dengan cerdas. Gua belum sampai ke situ sih, tapi gua berusaha saja. Ikhtiar dan tawakkal. Dan khususnya menambah sentilan - sentilan khusus di blog ini seperti tulisan berlabel MyLog ini.

Untuk terakhir kalinya gua katakan lagi, fokuskan blog kalian dan perdalam materi yang kalian tulis. Perlahan tapi pasti kita akan mengejar Hipwee, tapi bukan sebagai peniru, tapi menjadi orang yang maju dan sedikit berintelek dari monyet yang memfokuskan kekuatan masing - masing. Salam Blogger Sejati :D
 

Artikel Pilihan

Inspirasi Membuat Blog dari Nol tanpa Pengetahuan tentang Internet

Anda ingin punya blog yang terkenal? punya adsense banyak? ingin cuma tidur-tiduran di rumah dan dapat penghasilan yang banyak? Tidak s...