Showing posts with label Produktifitas. Show all posts
Showing posts with label Produktifitas. Show all posts

Friday, November 18, 2016

Bukti Sakti Kekuatan Fokus

Kata fokus adalah kata yang sangat sakti. Bukan hanya sebagai benih kesuksesan, namun juga sebagai kacamata kuda agar kita tetap lurus memandang ke depan. Kekuatan yang terfokus berarti meletakkan energi pada suatu tumpuan atau titik yang di tekankan secara bersamaan dan terus - menerus. Namun, untuk lain sebab, kata fokus sendiri juga bisa sebagai pelarian untuk sebagaian orang yang dimintai kepastian akan sesuatu.

Ini bukan melulu soal pacaran loh. Memang sering kali kita dengar selalu saja ada hubungan yang tidak terjadi gara - gara si Do'i pengennya fokus menuntut ilmu dan belajar. Tapi coba tanya dia setelah beberapa minggu, "SEFOKUS APA SIH LOE, MANA BUKTINYA!!!??" Dan itu jadi sebuah bukti apakah dia benar - benar fokus atau sebenarnya tidak mau lagi berhubungan dengan kita yang jadi korban ini. Sungguh mengenaskan.

Namun kali ini kita tidak akan membahas soal "fokus"nya anak ABG yang mau ngeles. tapi lebih tepatnya saya ingin membahas soal proses dari fokus itu sendiri Dimana sih letak fokus itu? dan bagaimana juga kita akan melihat hasil kefokusan kita itu sendiri.

Saat saya coba browsing di google tentang multi tasking, secara tidak sengaja saya menemukan artikel dari blog.eikontechnology.com/ yang menunjukkan bahwa mengerjakan beberapa hal secara bersamaan atau yang biasa disebut multitasking  itu tidak membuat kita cepat dan efisien.

Para peneliti dari Stanford University telah melakukan perbandingan terhadap sekumpulan orang berdasarkan tendensi multitasking yang dipercaya dapat meningkatkan performa kerja mereka. Hasilnya, mereka dengan tingkat multitasking tinggi malah menunjukan performa yang buruk dibanding mereka yang lebih suka melakukan pekerjaan satu-persatu.
Tingkat multitasking yang tinggi malah rentan bermasalah terhadap organisir dan filterisasi informasi yang tidak relevan. Selain itu, multitasking mengurangi efisiensi dan performa kerja karena otak kita hanya dapat fokus pada satu hal utama di satu waktu. 

 Bisa dibilang jika multitasking membuat kita tidak terlalu efektif karena di saat kita mencoba mengerjakan suatu hal dan kemudian secara mendadak melakukan pekerjaan lain,  bukannya pekerjaan akan cepat selesai. yang ada kita akan bingung harus melakukan apa terlebih dahulu.

Fokus bukan berarti anda harus mengerjakan sebuah pekerjaan sampai benar - benar tuntas. Karena dalam cara belajarnya "anak sekolahan" pun juga akan diberi secara bertahap dan tidak langsung diberikan pelajaran 1 semester secara tuntas.

Kita bisa meluangkan waktu 10, 15, ataupun 30 menit tergantung pada intensitas kerja yang kita hadapi. Bukannya secara bergantian menulis, menelpon dan mengerjakan pembukuan secara bersamaan. Ya, mungkin anda akan terlihat sibuk, tapi otak anda akan menunjukkan performa yang buruk seperti kutipan artikel di atas.

Saat Fokus, maka di saat itulah energi dan pikiran kita menjadi satu dan sejalan. beberapa hal membutuhkan tingkat fokus yang tinggi dibanding hal lainnya. Misalnya saja tidur. Anda tidak mungkin bergantian antara berbicara dan tidur secara bersamaan. Karena saat anda mulai untuk tidur, maka energi anda akan difokuskan untuk disimpan dan di isi lagi. Sedangkan saat anda bangun, maka energi dan stamina yang anda simpan selama tidur akan dipakai lagi untuk beraktifitas.

kebayang kan jika melihat seseorang yang pada saat bekerja tapi ngantuk karena kurang tidur? Seperti itulah orang yang tidak fokus itu. Bukannya malah produktif, waktunya hanya akan habis dimakan kantuk sedangkan dia tidak menghasilkan apa - apa karena badan yang lemas dan mata yang sulit dibuka. Karena pada saat orang ini pulang ke rumah, dia masih membutuhkan waktu tidur yang hampir sama dengan waktu tidur biasanya dan alhasil, dia jadi tidak produktif.

Fokus itu memusatkan perhatian. Tidak mungkin anda makan dengan keluarga bersaamaan dengan buang hajat di jamban kan? tidak mungkin anda bisa fokus untuk olahraga di hari ini, jika anda sedang sakit keras dan fokus untuk menyembuhkan diri kan? 

Fokus itu membuat mental kita kuat. Efeknya akan kuat ketika anda terus - menerus memikirkan tentang "saya harus selesaikan hal ini saat ini juga!!!". Seperti saat orang yang sedang melakukan pengobatan hypnoteraphy(coba cari di google hypnoteraphy itu apa?). 

Fokus itu seperti anak STM Otomotif yang nakal dan nilai pelajaran formalnya jelek, tapi ahli dan pinter luar dalam soal bongkar pasang mesin otomotif. Mereka patut di jadikan contoh tentang apa itu fokus.

Dan yang terakhir, fokus itu seperti saat punya cita - citanya tinggi dan suka berkhayal, tapi mau bekerja siang malam buat mewujudkannya. 

"Loh emang apa hubungannya antara itu semua sama pernyataan - pernyataan sebelumnya?"

Jika anda benar - benar fokus mencari solusi tentang apa yang anda baca sekarang, membaca artikel ini dari awal hingga akhir dan tidak terganggu dengan suara - suara disekitar anda baik itu dering telfon, sms, TV dan keinginan anda yang lain, berarti anda sudah tahu jawabannya karena anda telah melakukan suatu pekerjaan dengan fokus.

jadi, mulailah fokus dan bagi jam terbang anda dalam melakukan sesuatu. Kita masih bisa sibuk dan tetap punya waktu untuk bersenda gurau dengan kawan - kawan kita serta memiliki waktu pribadi untuk bersantai dan beristirahat jika kita fokus mengerjakannya di waktu yang sudah kita jadwalkan dan fokuskan kegiatan anda saat jamnya berlangsung. Dari situ anda akan tahu saktinya kata - kata fokus itu sendiri.


Friday, November 11, 2016

Alasan Kenapa Hanya Sedikit Orang Yang Berhasil Menggapai Mimpinya

Sudah 12 hari sejak tulisanku yang terakhir. Bukan bermaksud untuk berhenti menulis, tapi aku mulai berpikir tentang sebuah jalan pintas menuju cita - cita. Bukan hal yang sederhana memang, apalagi jika hal yang kita benar - benar inginkan sangat jauh dari jangkauan kita. Atau mungkin bahkan untuk membayangkan apa saja yang harus dilakukan untuk bisa menggapainya.

Seminggu ini banyak yang aku tahu tentang yang namanya berusaha dengan serius dengan sepenuh hati. Cobaan untuk berkata "tidak" dan "nanti" selalu saja muncul. Dari molor dan menunda pekerjaan selama berjam - jam(tapi akhirnya dikerjain juga) sampai ketiduran, diare berkepanjangan, kegalauan soal dengki dan iri terhadap orang lain. Atau bahkan hanya melamun dan menonton channel di youtube. Semua itu berputar terus - menerus dan membuat pusing tujuh keliling.

Satu hal yang membedakan kita yang sampai sebegitu lamanya menanti keberhasilan tapi tidak pernah berhasil - berhasil dari mereka yang sudah berhasil dan sukses. Hal tersebut membuat perbedaan yang cukup besar, apalagi di zaman yang serba sibuk. Sibuknya sih bukan karena kita benar - benar sibuk, tapi lebih menjurus ke hal - hal yang seharusnya bisa kita hindari seperti bermain sosmed.

Sosial media jadi musuh pertama dari pembeda ini. Coba bayangkan saja berapa waktu yang kita buang hanya untuk melihat Timeline ALIAS update-an dari Facebook, BBM, Path, Instagram dan media sosial sejenisnya, atau bahkan YOUTUBE. Bayangkan kita meluangkan waktu sebanyak sepuluh menit setiap kali kita melihat wajah - wajah teman kita di sosmed. Berapa kali kita melakukannya dalam sehari? 3 kali, 4 kali atau 10 kali. Bila kita hitung setiap kita menghidupkan hape android kita masing - masing sebanyak 6 kali sehari (6 x 10 menit = 60 menit), yang berarti kita menghabiskan waktu sebanyak 60 menit untuk melakukan hal yang sama.Padahal kita bisa melakukan hal lain yang lebih produktif, mungkin belajar memasak, bahasa asing, atau mendalami mata kuliah yang seharusnya mudah untuk dikuasai tetapi gara - gara Hape hal tersebut tidak pernah kesampaian.


 Atau mungkin kita bisa membuatnya menjadi lebih aktual dengan membaca sebuah cuplikan artikel dari tribunnews.com berikut ini,(kalo kalian menganggap perkataanku ini sok tau).


Secara rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu dengan smartphone-nya selama 5,5 jam sehari dan membuka 46 aplikasi dan alamat website.

Bayangkan seberapa tidak produktifnya kita saat ini. Dan pada saat yang sama kita selalu mengatakan pada diri kita sendiri bahwa kita tidak sanggup, hidup terlalu berat, nilai kuliah hancur. Tapi pada sisi lain ternyata yang kita lakukan selama ini cuma menjadi seorang autis yang memegang hape masing - masing selama itu.

Bayangkan saja kalo seandainya smartphone tidak pernah dibuat. Berarti orang lain akan melihat anda seperti patung karya Auguste Rodin yang bernama Columbia Thinker alias patung berpikir yang dibuat pada tahun 1902. Patungnya yang sedang duduk dengan menatap kebawah dengan satu tangan di dagu dan satu tangan di paha sepertinya cocok bila di bandingkan dengan kondisi kita saat ini. Bedanya adalah pada saat patung itu dibuat, tidak ada namanya telepon genggam. Diam termenung melihat hape, dan jadi autis sendiri.


Untuk para pecandu sosial media yang tak terkecuali aku sendiri, Hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang patut dibanggakan. Melakukan sesuatu yang berlebihan itu tidak akan pernah baik. Dengan waktu sebanyak itu, 5.5 jam  setiap harinya, berarti selama 2000  kita telah menghabiskan 11.000 jam melakukan hal yang sama terus - menerus tanpa membuat perubahan yang signifikan dalam hidup kita.Bukannya bertambah pintar, tetapi kalian akan tahu faktanya bahwa kita membuat uang kita untuk melakukan hal - hal yang sudah "berlebihan dalam porsinya".

10000 jam adalah waktu yang kita butuhkan untuk menjadi seorang ahli dalam melakukan sesuatu. Teori ini dicetuskan oleh Malcolm Gladwell. Entah itu bermain gitar, menjadi seorang sales, animator, programmer, penulis. Tapi yang kita lakukan adalah menjadi "sang patung pemikir" yang tidak melakukan apa - apa.

Yang dapat aku ambil dari sini adalah kita bisa melihat bahwa menginvestasikan sesuatu untuk kesuksesan tidak harus dengan uang. Teori berlatih selama 10.000 jam ini pun bisa jadi lahan investasi kita. Tapi apa yang terjadi bila kita menginvestasikannya kepada kebiasaan yang melampaui batas ini?

Kebiasaan itu ibarat semua otot yang jika dilatih terus - menerus lama - lama akan menjadi kuat. Maka sebenarnya kebiasaan itu sendiri dapat diartikan sedemikian rupa. Bisa dikatakan bahwa kita sebenarnya terlalu banyak membuang waktu dan merenungi nasib.

kembali ke pembeda antara kita yang belum sukses dan yang telah sukses. Apakah itu?

Jawabannya adalah Fokus. Seperti sebuah pisau, ataupun jarum. Mereka tajam karena mereka diasa untuk menjadi sangat tipis dan sangat tajam. Ketidakmampuan kita untuk membuat diri kita fokus dan mengesampingkan hal - hal lain membuat kita lalai dan lupa. Banyak sekali masalah yang akan muncul. Dan di saat itulah godaan - godaan akan terjejer dengan jelas, menanti untuk dipilih dan diprioritaskan agar kita dapat mengesampinkan fokus kita terhadap masa depan kita.

Hal ini tidak diajari disekolah, hal ini tidak diajari secara langsung oleh orang - orang di sekitar kita. Justru mereka yang tidak tahu dan fokus mencari tahu tentang hal inilah yang malah menemukannya di tempat yang tidak teduga.

Mengetahui bahwa kita harus bekerja keras saja tidak cukup, karena banyak ilmu yang harus berjalan berdampingan dengannya. Seperti kata "FOKUS" ini sendiri. Kita hidup dengan jumlah waktu yang sama, 24 jam sehari. Jadi jangan menganggap kita kurang pantas untuk mencapai kesuksesan.

Akan ada saat dimana semua berubah, saat kita benar - benar melakukan hal ini sebaik - baiknya dan bukan hanya membaca blog ini untuk sekali saja dan melupakannya. Faktanya adalah selama seminggu ini aku belajar tentang bahasa pemrograman dan ketika semangat mulai turun, yang aku lakukan adalah membaca motivasi - motivasi orang - orang yang bisa memotivasi dan terus - menerus membacanya sampai semangat bangkit lagi.

Kebiasaan ibarat otot, maka pikiran yang positif pun juga merupakan hal yang sama. Kita menggunakan otot otak kita dan neuron yang terhubung di dalamnya. Semakin kita melakukannya, maka semakin baik diri kita mempraktekannya.

Jadi jika motivasi dan pikiran positif kita bisa dilatih seperti otot dan kemampuan belajar kita, kenapa kita harus takut dengan orang - orang pintar diluar sana? Kita bisa menjadi seperti mereka. Jadi jika kalian ingin merubah nasib seperti saya, Batasi aktifitas sosmed kalian dan mulai "FOKUS" mencari cara untuk merubah nasib masing - masing. Ini cuma masalah fokus, bukan hal yang lain.

Saturday, October 8, 2016

2 Trik Jitu Memperbaiki Segala Pekerjaan

Sesaat sebelum terpikir untuk menulis ini, saya sengaja membaca blog saya sendiri. Alasannya sederhana saja, karena blog ini memang sebenarnya ditujukan untuk saya sendiri yang biasanya kehilangan arah. Membaca segala hal yang pernah saya pikirkan di kala saya berada di kondisi semangat bertujuan untuk memupuk semangat saya kembali yang sering turun.

Sebagai pengingat bagi diri saya sendiri bahwa jika saya menulis di blog, cepat atau lambat seseorang pasti membaca tulisan saya ini meskipun saya sudah tidak aktif menulis topik seperti ini lagi maupun jika nyawa saya sudah dicabut oleh Sang Maha Kuasa kelak. Dan tidak lupa adalah saya tidak harus repot - repot menceramahi, memberi masukan dan mengomel pada orang - orang di sekitar saya lagi tentang semangat perubahan. Karena mereka yang mempunyai keinginan untuk berubah pasti akan mencari blog ini dengan sendirinya.

Kembali ke topik utama, saat saya membaca kembali membaca artikel - artikel yang pernah saya tulis, saya mulai menyadari bahwa memang pertama, kita harus berani mencoba dan pada saat mecoba itulah kita melakukan kesalahan. Biasanya hal inilah yang membuat kita drop dan bahkan banyak dari kita merasakan bahwa terlalu banyak hal yang harus ditangani sehingga kadang kita merasa sesak dengan semua pekerjaan yang ada. Waktu seakan memburu kita dan mencoba mengakhiri hidup kita dan menjadi awal keputusasaan kita.

Jadi dalam kegiatan yang sangat banyak ini, saya menyadari ada hal yang bisa lakukan agar kita tidak terjebak dalam kebingungan tentang hal - hal mana yang harus dilakukan terlebih dahulu,

1.Pecah Kegiatan - Kegiatan Kita Menjadi Tujuan Yang Lebih Kecil Lagi Dan Bisa Diselesaikan Saat Itu Juga


Sama halnya dengan bermimpi yang besar, kadang kita tahu bahwa semua pencapaian kita di masa depan terasa sulit. Sulit yang kita alami adalah karena ketidakmampuan kita mengidentifikasi masalah sebenarnya, tujuan pokok dan langkah demi langkah yang harus dilakukan untuk penyelesaian masalah.

Jadi, ketika saya bingung harus memprioritaskan antara belajar coding dan belajar menulis, serta membaca referensi - referensi yang telah saya bookmark, belajar bahasa asing maupun mengedit blog saya, saya menyadari bahwa saya tidak memilah - milah pekerjaan saya dengan benar. Mulai dari mengalokasikan waktu yang tepat, menjadwalkan kegiatan dengan benar, melihat kemampuan diri sendiri dalam menyerap informasi dan pelajaran sampai memfokuskan diri pada kegiatan yang sangat spesifik untuk membuat progress track bagi diri saya sendiri.

Saat saya mengunjungi teman karib saya untuk bersama - sama berangkat ke kondangan teman SMK saya, saya banyak cerita panjang lebar tentang mimpi - mimpi saya padanya. Dan dia memberi masukan kepada saya "kenapa kamu tidak menggunakan Milestone untuk melihat pencapaianmu dengan seksama ?", saya tidak begitu ingat sebenarnya yang dia katakan, hanya saja yang saya ingat adalah hal tentang Milestone dan Progress Track saja. Intinya saat saya menulis ini saya baru sadar sudah kelupaan untuk mengecek hal ini. tapi pada akhirnya berkat tulisan saya ini, saya menjadi ingat dan berusaha menyimpan ini sebagai tulisan bila sewaktu - waktu saya kelupaan lagi.

Milestones are tools used in project management to mark specific points along a project timeline. These points may signal anchors such as a project start and end date, a need for external review or input and budget checks, among others. In many instances, milestones do not impact project duration. Instead, they focus on major progress points that must be reached to achieve success. (wikipedia.org)

Milestones: Significant success points, several of which may occur within a phase – e.g. in a pilot phase of a VLE project, enrolment; first access; first assessments; first interactive session; first use of multimedia etc.( www.pmhut.com)

Sebenarnya dari pengertian diatas, saya tidak terlalu mengerti meskipun setelah mencoba mencari di google. Tapi setidaknya ada hal yang dapat saya pahami secara umum (tepat pada tulisan saya tebalkan secara sengaja pada kalimat di atas) tentang success point dan mark specific poin along project timeline. 

Dua hal di atas mengindikasikan bahwa Milestones di gunakan agar kita mencoba untuk membuat target - target kita sendiri dan membuat batas waktu untuk setiap hal yang harus kita lakukan. Menandai setiap hal yang telah berhasil kita lakukan dan secara sadar memantau produktifitas diri kita setiap hari, setiap minggu bahkan setiap bulan.

Mungkin karena saya hanya seorang amatir sehingga saya tidak tahu menahu tentang sistem ini dan mungkin juga sistem yang teman saya gunakan jauh lebih kompleks mengingat dia adalah seorang developer web dan mobile phone yang secara simultan mengerjakan beberapa proyek secara bersamaan.

Sebenarnya Milestone yang saya tahu dan saya mengerti hanyalah sebuah checklist sederhana dengan penambahan batas waktu yang ketat untuk melihat sampai dimana kita, dan menilai apakah yang kita lakukan saat ini benar - benar efektif atau hanya kecepatan belajar kita tidak memenuhi standar diri kita sendiri.

Untuk lebih lanjut, saya akan mempelajari dan mencoba membuat Milestone milik saya sendiri karena jika waktu yang saya punya benar - benar terbatas, maka memang tidak ada jalan lain selain mencoba untuk melakukan hal yang baru untuk kemudahan memanajemen kepentingan - kepentingan yang akan hadir di masa depan.

2.Selesaikan, Perbaiki, dan Ulangi Sampai Benar - Benar Mengerti


Dalam banyak kesempatan kita sering mencoba hal baru, namun pada akhirnya selalu berakhir dengan kegagalan yang telak. Sangat sulit untuk mempercayai bahwa kita dapat melakukan hal tersebut untuk kedua atau ketiga kalinya tanpa oesimistis dan membayangkan kekalahan bukan?

Tidak salah jika hanya sedikit orang yang dapat memiliki kesuksesan sejati yang diinginkannya. Karena bayang - bayang kekalahan tersebut pasti akan terus mencuat dan menghadirkan rasa takut yang berlebih muncul dan mengakar pada diri kita. Mulai dari fobia, mimpi buruk dan hal negatif lainnya.

Rasa bersalah karena kegagalan jangan selalu dijadikan teman hidup, apalagi sampai seumur hidup. Memang bagi orang - orang yang selalu dihantui kegagalan, kegagalan berikutnya akan selalu menanti. Sebab musababnya bisa jadi karena kita tidak pernah belajar dari kesalahan.\

Pernahkah kita terpikir setelah sebuah kegagalan datang, apakah kita akan mencoba lagi? jawabannya "Ya" untuk yang masih positif thinking. Tapi biasanya saat kita memulai kita mungkin lupa untuk melihat lagi dan mencatat kesalahan yang dulu dan berakhir melakukan kesalahan yang sama. Itu akan selalu terjadi, pada orang - orang yang hanya bersandar pada semangat positif thinking-nya tetapi lupa bahwa dia harus melakukan perubahan untuk mencapai perbedaan.

Tidak perlu jauh - jauh, saya sendiri adalah salah seorang yang cuma terpaku pada semangat positif tersebut selama beberapa tahun ini, tapi kemudian saya menyadari bahwa effort yang saya keluarkan mungkin kurang dan saya terus melakukan kesalahan yang sama berulang -ulang.

"I hate it, i hate it but i want it!!"

Selalu itu yang terbayang, saat saya berusaha melupakan dan menyingkirkan kebiasaan buruk itu, tapi kemudian saya berakhir melakukan hal yang sama. Dan baru saya sadari semangat itu tidak cukup karena kita butuh otak untuk berpikir, kita butuh pengorbanan untuk berubah dan itu tidak akan pernah terelakkan.

Di saat iniah, saat kita mulai mengetahui kesalahan kita, kita lihat dengan seksama,lalu kita melakukan perubahan, kemudian mengulangnya kembali sampai kita berhasil. Itulah penghargaan tertinggi dari sebuah perjuangan. Contoh yang bisa kalian lihat ada pada Thomas Alva Eddison, saya kutip dari nationalgeographic.co.id, 

"Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala"

"Bisa kalian bayangkan berapa waktu yang  dibutuhkan Tuan Edison untuk membuat bola lampu?", setidaknya tidak mungkin kurang dari satu tahun, saya belum mencari info riwayat tentang Tuan Edison, tapi yang lebih penting untuk saat ini adalah

 "akankah kalian mencoba sebanyak 9.955 kali sebelum kalian menyerah?"

"Jika kalian benar - benar tetap pada jalur ingin menggapai mimpi, akankah kalian melakukan sebanyak yang Tuan Edison lakukan?"

Boleh kalian tafsirkan seperti ini, mungkin saya akan berhenti untuk menulis jika saya tidak bisa terkenal setelah 9.955 kali saya memposting artikel di blog ini. Tapi jalan masih jauh dan bahkan saya belum mencapai 1% dari jumlah tersebut. Dengan arikel ini yang saya akan posting hari ini pada hari minggu, 9 Oktober 2016, saya baru memposting 16 artikel.

"Mungkinkah saya menulis sebanyak 9.955 kali?"

Maka waktu yang akan menjawab, dan saat ini saya hanya bisa untuk berusaha melakukan yang saya bisa, sambil terus berpikir untuk mencari jalan yang lebih baik sebanyak 9.955 kali lagi dan tentu saja dengan menggunakan otak yang saya punya, bukan cuma membabi-buta melakukan hal yang sama tanpa ada perubahan yang lebih baik. benar kan?

Saturday, October 1, 2016

Bermacam-Macam Rintangan Mengubah Kebiasaaan Buruk

Bicara Soal pengen Menjadi lebih Baik, maka dari anak kecil, orang yang pacaran, anak sekolahan, yang baru lulus dan sudah dapat ijazah, yang ingin pindah kerja, yang ingin menikah, yang ingin punya banyak anak, maupun yang ingin menjadi religius pasti akan mengatakannya. Tidak peduli asal anda dan dari mana anda berasal, maka menjadi lebih baik dari posisi kita yang sekarang akan selalu menjadi tujuan semua orang yang ingin berubah.

Tapi perlu anda ketahui bahwa mengubah kebiasaan buruk tidak bisa dilakukan secara mendadak seperti di cerita khayalan 1001 malam tentang aladin dan jin yang bisa mengabulkan permintaan apapun yang diajukan oleh seseorang yang memegang lampu miliknya.


Coba kita lihat diri kita baik - baik, apa kita dapat dengan mudah mengubah kebiasaan kita saat ini juga? mungkin dari orang yang suka melantur dan menghabiskan waktu di depan handphone dan main social media menjadi orang yang suka menabung, pekerja keras dan belajar untuk berbisnis atau menempa keahlian  keahlian yang kita miliki. Tentu tidak ada dari kita yang akan sanggup untuk melakukannya saat ini juga, dan meskipun anda sanggup, setelah beberapa hari anda akan merasakan penurunan semangat, mungkin karena hal - hal yang sebenarnya sudah kita duga sebelumnya. Sangat disayangkan jika kewaspadaan kita menurun dan lupa untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita tahu rintangan - rintangan ini akan datang, karena kita terlalu bersedih dan ingin menyerah.


Untuk itu, saya ingin beberkan beberapa hal yang akan anda hadapi saat anda ingin memulai perubahan dan mengubah kebiasaan buruk yang anda miliki, banyak sekali rintangan yang akan anda hadapi, karena itulah saya fokuskan list saya kali ini pada kesulitan saat anda memulai mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik .

 

1.Mulai Bicara Soal Keinginan Untuk Berhenti, tapi Omong Doang

Melantur biasanya menjadi sebuah kebiasaan yang akan dilakukan oleh orang - orang yang sangat ingin berubah tetapi perilaku yang dia cerminkan sebenarnya tidak pernah sedikitpun mendekati apa yang ingin dia laksanakan alias omdo.

Tapi jangan salahkan para omdo, karena sebenarnya mereka masih lebih baik dari mereka yang tidak pernah punya pikiran untuk melakukan perubahan. Para omdo ini adalah pemikir yang sangat keras, mereka giat untuk berfikir dan mencari solusi akan semua permasalahan mereka. Mereka adalah para jenius dan sebenarnya mereka lebih tahu dari anda yang tidak pernah terjebak oleh kebiasaan buruk.


Para omdo tahu dan selalu kepo, mencari semua jenis solusi yang bisa mereka temukan dan berusaha mencari solusi paling mudah dengan jalan paling pendek alias jalan pintas. Sayangnya memang tidak pernah ada jalan pintas dan kemudahan bagi sebuah perubahan. Inilah kesalahan mereka.

Perubahan membutuhkan kerja keras dan selalu aja akan menimbulkan kegelisahan dan perasaan yang ganjil bagi mereka yang "belum" melakukan kebiasaan buruk mereka. Sebuah contoh yang bisa kita ketahui adalah para pecandu rokok. Mereka yang kecanduan rokok sebenarnya akan mengalami masa - masa sulit saat berusaha dan ingin lepas dari jeratan tembakau itu sendiri.


dilansir dari, Kompas Health pada sesi tanya jawab, ada seseorang yang bernama Laksono dari garut yang bertanya - tanya kenapa setelah berhenti merokok, tubuhnya bukannya merasa sehat, tetapi merasa aneh. Gejala seperti berdebar dan susah tidur, mual dan depresi juga menghantuinya selama lebih dari 1 bulan berhenti merokok.


Jadi sebenarnya, menghentikan kebiasaan lama, dan mengubahnya menjadi kebiasaan baru bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Tercermin dari Laksono yang sudah berhenti merokok selama satu bulan dan merasakan hal - hal yang tidak mengenakan. Tidak ada jalan pintas dan tidak ada kemenangan yang instan, sebab itu mempersiapkan hati secara seksama jadi hal yang harus di prioritaskan agar fokus kita tidak hilang di tengah jalan.


Maka dari itu sebagai orang yang omdo alias omong doang, hendaknya mempersiapkan diri dengan baik. Anda sebenarnya sudah tahu rintangan yang akan anda hadapi, sayangnya persiapan yang dilakukan belumlah cukup matang dan tidak disadari dengan hati yang lapang, dan hal itu yang menyebabkan anda kehilangan tujuan di tengah jalan dan mungkin lupa bahwa kita sedang mengerjakan sebuah misi yang penting dan akan mengubah kehidupan kita selama - lamanya.

 

2.Semangatnya "Anget - Anget Tai Ayam"

Yang lucu dari semangat julukan"Anget - Anget Tai Ayam" adalah memang sepertinya julukan ini hanya diberikan untuk orang - orang yang cuma semangat pada awal - awalnya saja dan sisanya sudah terlihat dengan jelas, malas menghampiri, menunda - nunda untuk memulai dan akhirnya lupa tentang komitmen yang sedang di jalankan.

Membentuk kebiasaan tidak bisa dilakukan dengan mudah, dan untuk membentuk kebiasaan yang solid dibutuhkan komitmen dan semangat juang yang tinggi. Tidak serta merta setelah kita melakukan suatu hal yang berbeda dan bijaksana hari ini, maka kita tidak perlu memikirkannya esok harinya dan hal itu akan terjadi secara otomatis seperti mesin yang sudah diprogramkan sebelumnya.


Dari huffingtonpost.com saya mengetahui bahwa kebiasaan bisa dibentuk setelah kita 21 hari melakukan hal yang sama. Dr. Maxwell Maltz yang merupakan dokter bedah plastik pada tahun 1950-an mulai memperhatikan dan menemukan bahwa dibutuhkan 21 hari oleh pasiennya untuk membiasakan diri melihat wajahnya sendiri. Hal yang sama juga terjadi pada pasien yang mengalami operasi amputasi pada tangan dan pada kaki.

Akhirnya Dr. Maltz mencoba teori yang didapatkannya dan mendapati dirinya juga membutuhkan 21 hari untuk membentuk sebuah kebiasaan baru dan akhirnya pada tahun 1960-an beliau menerbitkan sebuah buku berjudul Psycho-Cybernetics yang akhirnya menjadi hits dan terjual lebih dari 30 juta kopi.


Jadi, semangat "Anget - Anget Tai Ayam" hanya terjadi pada mereka yang tidak siap secara mental untuk melakukan perubahan. Dan pada akhirnya ketidaksiapan mental dalam perubahan tersebut akan menajadi bumerang dan menjatuhkan kita dari belakang saat kita tidak menyadarinya. Biasanya dimulai dari rasa malas untuk melakukannya dan kemudian menundanya untuk beberapa hari dan akhirnya merasa tidak punya waktu yang tidak bisa disisihkan karena terlalu sibuk dengan kehidupan yang dijalaninya.

 

3.Selalu Merasa Tidak Punya Waktu untuk disisihkan

Menyambung dari daftar kedua tentang semangat "Anget - Anget Tai Ayam", sebenarnya merasa tidak punya waktu dan terlalu sibuk dengan kegiatan sehari - hari menjadi dinding penghambat terbesar yang pernah ada. Karena kata - kata ini awalnya berasal dari hati yang tidak mampu menanggung besarnya cobaan yang akan datang saat kita berusaha membentuk kebiasaan baru. Rasa gelisah, bingung dan frustasi menjadi penyebab utama.

Bukan hanya dari diri kita, orang - orang di sekitar kita "biasanya" akan mengatakan hal serupa bila kita bertanya tentang mimpi - mimpi mereka. Ketika kita bertanya tentang mimpi mereka, biasanya mereka akan menjawab dengan nada serupa, "nanti bila ada waktu", atau "nanti saja bila ada uang".


Nanti dan nanti, esok hari mereka akan mengatakan hal yang sama. Besoknya lagi juga akan mengatakan hal yang sama, dan mungkin seminggu kemudian, sebulan kemudian atau bahkan setahun kemudian. Ini adalah sebuah kata yang berbahaya, karena pada dasarnya kita sedang melakukan penundaan. Dan bila kita melakukan hal ini terus - menerus, bukan tidak mungkin perkataan "NANTI"  dan MENUNDA - NUNDA" akan menjadi sebuah kebiasaan baru yang akan sulit dihilangkan. Artikel - artikel saya yang lain akan membahas hal ini lebih jauh, karena banyak sekali referensi yang sangat mendukung dan sumber - sumber yang berkualitas bahkan ada riset yang mendalam berkenaan dengan masalah penundaan ini sendiri.

Satu hal yang harus dimengerti sekarang adalah di saat anda memulai menunda, entah itu selama satu jam, dua jam, atau menunda pekerjaan sehari kemudian entah mungkin sebulan kemudian. Sebenarnya saat hari dimana seharusnya penundaan tersebut berakhir, anda akan memulai menunda lagi. Kenapa? karena anda merasa takut untuk memulai dan merasakan kekecewaan karena kegagalan dan ketakutan yang tidak akan pernah berakhir sebelum anda melakukan "benar - benar" melakukan hal dengan benar.


Jadi jangan mencoba menyalahkan siapapun karena penundaan yng anda lakukan. Anda tahu apa yang anda lakukan dengan pilihan - pilihan yang anda buat hanya membuat situasi memburuk setiap kali anda mengatakan kata "NANTI SAJA".

 

4. Frustasi dan Bingung Ingin mulai Dari Mana

Akhir cerita dari penundaan, akhirnya andapun memulai langkah pertama. Berhenti untuk berpikir dan mencoba. Alasannya klasik, berubah karena kepepet karena ditegur bos dan mendapat surat peringatan agar anda tidak mengulangi kesalahan yang sama. Anda cukup beruntung jika ditegur dan malu lalu akhirnya terpaksa berubah demi kebaikan diri sendiri agar tidak ditegur dan dipecat.
Tapi alasan klasik ini tidak berlaku bagi mereka yang ingin berubah agar berhasil dan bermimpi menjadi sukses. Tidak ada orang yang akan memarahi anda, tidak ada orang yang akan melihat progres anda menuju kesuksesan. Anda ingin berbuat tapi tidak tahu harus dari mana harus memulai karena sederhana saja, anda tidak memiliki atasan yang akan mengomel pada anda. dan bahkan anda mungkin tidak memiliki target yang jelas harus bagaimana kedepannya karena lupa melihat bagaimana hasil akhit yang anda inginkan.

Keinginan untuk memulai perubahan tidak bisa diraih hanya dengan kalimat "ingin berubah". Definisinya harus jelas, terarah dan terukur. Tanpa 3 nilai yang ditanamkan tersebut, mimpi anda hanya akan menjadi imajinasi saja, tidak lebih dari itu.


Jika anda tidak tahu harus memulai darimana, tidak ada salahnya untuk bertanya, mengumpulkan data dan riset. Meraih kesuksesan memang tidak semudah membalikkan tangan, tapi tidak sesulit menghancurkan gunung juga. Kita hidup di abad milenium dimana internet berasal. Bertanya pada Google adalah hal termudah yang bisa dilakukan atau bahkan bertanya pada teman - teman terdekat anda. Intinya Rintangan yang satu ini sangat mudah untuk ditanggulangi jika anda tahu dimana sumber ilmu yang tepat untuk semua pertanyaan yang mungkin jawabannya benar - benar di luar batas pemikiran anda dan bisa lebih dari itu.

 

5.Berhenti dan Frustasi karena Merasa Sudah Berusaha Maksimal

Sesaat setelah anda memutuskan untuk memulai, semangat anda akan benar - benar meluap dan memecahkan segala kebuntuan untuk ke sekian kalinya. Kadang ada perasaan bahwa anda akan benar - benar berhasil di saat pertama kali mencoba. Membayangkan kesuksesan di depan mata dan berimaginasi membuat pikiran menjadi semakin liar dan tidak terkendali. Hal - hal ini akan menuntun anda pada sifat terlalu percaya diri.

Tidak ada salahnya terlalu percya diri, karena dengan begitu keputusan sulit yang sebelumnya tidak bisa anda bayangkan akan bisa dilewati dengan ini. Percaya atau tidak, cerita orang - orang sukses yang tercatat dan ditulis dengan tinta tebal di sejarah membuktikan bahwa mereka yang sukses memiliki rintangan yang menurut kita orang bisa bisa mematahkan semangat dan membuat kita tidak berdaya. Bahkan mungkin saja sesaat anda akan berpikir bahwa tidak ada kesempatan bagi kita orang yang biasa - biasa saja bisa melalui kekecewaan dan kegagalan yang bertubi di luar batas pemahaman kita.




Coba kita lihat pendiri KFC, Kolonel Sanders. Pada saat masa pensiunnya di usia yang sudah senja, beliau berkeliling amerika dengan mobil tuanya, menawarkan resep rahasianya pada restoran dan mendapat penolakan sampai 1009 kali sebelum pada akhirnya mendapatkan kata "Ya" yang akhirnya mengantarkannya menjadi orang super kaya dengan lebih dari 18000 outlet di 120 negara.

 

6.Merendahkan Kemampuan sendiri Karena Hasil yang Tidak Seberapa

Dunia tempat kita berdiri terbentuk dari campuran orang yang gagal dan sukses. Perbedaan dari kedua macam manusia tersebut memiliki dinding pembatas yang tidak bisa dilihat keduanya. Orang yang sukses selalu saja bertanya - tanya,

"Kenapa mereka yang gagal tidak pernah belajar dari kesalahan yang pernah diperbuatnya?" atau


"Kenapa mereka tidak sadar bahwa mereka itu memiliki potensi yang lebih?"


Di lain pihak dari sisi orang yang selalu gagal yang berkata sebaliknya,


"Mengapa mereka yang kaya bisa menjadi seperti seperti itu?" atau "apa rahasia kesuksesan mereka? tidak mungkin mereka tidak punya rahasia yang belum dibagikan kepada kita."


Dinding ini menjadi pembatas yang sulit untuk di tembus, karena sekali karena pola pikir kedua belah pihak  akan berbeda. Kesadaran dalam diri sendiri menjadi kunci utama karena meskipun si Sukses mengatakan "Tidak ada rahasia, hanya kerja keras", si Gagal akan selalu mengatakan "si Sukses pasti punya rahasia."

Rendahnya kesadaran si Gagal adalah akibat dari rendahnya pengakuan diri mereka tentang diri mereka sendiri. Mereka tidak mau mengakui kemampuan mereka, mereka tidak mau belajar dan mereka tidak mau mengakui bahwa waktu yang diberikan oleh Sang Pencipta adalah sama. Selalu saja mereka menunda dan bahkan menyalakan keadaan bahkan orang lain.




 Tidak peduli seburuk apapun anda melakukan kesalahan, saya menyadari bahwa tidak mungkin keadaan berubah dengan menangisi dan menyalahkan orang lain. Tak sepatutnya kita begitu. Jika kita berusaha mengubah keadaan, saya hanya bisa maju dan mencoba lagi, karena hanya itu kesempatan saya untuk berubah. Mungkin dengan cara yang berbeda bila cara yang sama sudah tidak mungkin untuk dilakukan. Manusia itu akan selalu gagal, dan orang yang sudah bisa berjalanpun pasti pernah tersandung dan jatuh, maka kita sebenarnya memang tidak unya pilihan lain selain bangun lagi dan meneruskan perjalanan.

 

7.Gagal Melakukan Perubahan Dengan Konsisten

Jadi anda telah mengetahui dan belajar bahwa jika anda jatuh, anda harus bangun lagi. Tetapi hal itu masih belum cukup. Coba bayangkan ketika anda jatuh untuk pertama kalinya, anda pasti tahu bahwa anda mungkin tidak melihat rintangan di depan anda. Tetapi bagaimana jika anda sudah jatuh ribuan kali? apa mungkin dengan bangkit saja akan menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi?

Dalam hal pantang menyerah, anda sudah menjadi prajurit pilihan yang sangat kuat. Untuk menjadi Panglima Perang dibutuhkan otak dan mulai untuk bermain taktik, bertanya dan berpikir jauh lebih dalam dari seharusnya agar anda bisa mengambil keputusan dengan lebih bijaksana. begitu juga dengan jatuh bangun hidup kita.

 " Mungkinkah kita jatuh karena kita memang seharusnya jatuh? ataukah kita jatuh karena kesalahan yang kita perbuat sendiri? atau karena kesalahan yang sama yang selalu berulang - ulang kita lakukan?"

Di sinilah kita mulai bermain serius, bukan hanya dengan semangat pantang menyerah dan pantang mundur. Kita harus pintar - pintar mengidentifikasi masalah dan kemudian berusaha agar tidak mengulanginya untuk kedua kalinya. Tapi tidak berarti bahwa jika anda gagal untuk kedua kalinya, anda telah gagal untuk berusaha. Semangat untuk pantang menyerah tetap harus ditanamkan sampai menancap dalam di hati dan pikiran kita.


meskipun kita telah gagal untuk kesekian kalinya, bukan berarti kita tidak mungkin untuk menggapai mimpi kita. Saya lebih memilih gagal mencoba dan berusaha lagi daripada harus menyesal di usia tua karena saat muda saya berhenti untuk berusaha. Jadi, bagaimana dengan anda?

 

8.Tidak Mau Berkorban

Pengorbanan menjadi hal yang mungkin tabu bagi orang - orang yang tidak pernah mengorbankan apapun dalam hidupnya. Karena pada saat kita berkorban, kita akan rela kehilangan atau menyerahkan, bahkan membuang dan merelakan sesuatu yang mungkin berharga bagi kita demi hal yang lebih berharga lainnya.

Pengorbanan itu sangat menyakitkan. Saking sakitnya, bahkan anda bisa menyesali hal tersebut setelah anda membuangnya karena ada keraguan pada diri anda yang mengatakan bahwa seharusnya ini lebih berharga dan harus dipertahankan dibanding hal yang kita pertahankan sekarang. Itulah pengorbanan. Penyesalan mungkin akan muncul jika keraguan datang, tapi bukan berarti anda harus menyesal selama - lamanya sebab semua hal memiliki nilai yang setara. Apa yang kita tinggalkan mungkin akan mempunya nilai yang sama berharganya dengan apa yang kita dapatkan.


Satu - satunya alasan kenapa anda mungkin malah tidak mendapatkan apa - apa dan malah merugi adalah keraguan itu sendiri. Saat ragu, kita hanya diam membeku tanpa melakukan apa - apa. Energi yang kita tempatkan di tempat itu seharusnya kita gunakan untuk kemajuan kita, bukan dihambur - hamburkan dengan berpikir dan melamun. Kenapa? karena saat kita berdiam diri, kita membuang waktu kita yang seharusnya kita gunakan. Hal yang seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu sehari, bisa - bisa selesai dalam waktu seminggu.


Terlalu banyak waktu yang terbuang jika kita menjadi stres dan menyesal, tidak ada gunanya melihat ke belakang karena tidak mungkin juga kita kembali ke masa lalu. Hal yang bisa kita lakukan di hari ini hanya akan mempengaruhi masa depan kita, bukan masa lalu. Karena itu jika anda benar - benar ingin mengambi sebuah langkah menuju kesuksesan, pikirkan terlebih dahulu hal apa yang benar - benar ingin anda korbankan dan pastikan anda tidak menyesali pilihan anda setelah semua keputusan diambil.

 

9.Selalu Melihat Ke masa Lalu

Pada Akhirnya masa lalu hanya akan menjadi kenangan. Jika anda punya foto anda pada saat anda masih kecil, anda akan tahu bahwa ketika melihatnya anda akan teringat momen - momen bahagia, sedih, bahkan lucu. Tak ada salahnya mengenang masa lalu, yang jadi masalah adalah jika kita tenggelam dalam masa lalu atau bahkan pada sebagian orang, mereka mengenang kegagalan mereka sampai berlarut - larut.

Saya sendiri mengalami hal tersebut, mengenang kegagalan sampai berlarut - larut. 5 tahun saya jalani hidup saya dengan mengenang masa - masa kegagalan mulai dari saya masuk SMP sampai lulus dari SMK. Tapi sekarang yang saya sadari adalah saya tidak mendapatkan apa - apa. Meskipun saya menyesal dan ingin berubah, saya menghabiskan masa - masa saya mengenang masa lalu, mencari alasan kenapa saya bisa jadi seperti ini.


Hidup memang tidak mudah, jangan hanya melihat dan meratapi masa lalu, mencari alasan kenapa kejadian buruk bisa terjadi dengan menggali citra ingatan yan masih tersisa tidak cukup bijak untuk dilakukan. Selayaknya kita sebagai orang yang pernah gagal seharusnya mencari hikmah dari masa - masa tersebut dan meyiapkan langkah - langkah pencegahan yang bisa kita siapkan hari ini dan saat ini juga bila hal serupa di masa lalu datang lagi di masa depan dengan permasalahan yang lebih rumit daripada sebelumnya.

Thursday, September 29, 2016

Ini Dia Solusi Langkah Pertama Keluar Dari Kebuntuan

Semua manusia hidup dalam hitungan detik yang sama. Sama - sama mendapat 24 jam sehari untuk melakukan berbagai aktifitas yang ingin dilakukannya. Tapi mengapa orang lain jauh lebih sukses ?

Dalam Sebuah perjalanan, ada kalanya seorang musafir berjalan tanpa tujuan yang jelas di gurun yang luas. Dia mengikuti arah matahari membawanya dan tidak tahu kapan dan bagaimana keadaan yang telah menunggunya. Tanpa Sebuah petunjuk arah sederhana seperti kompas dan peta, tersesat bisa menjadi sebuah kepastian karena pesimis akan kekuatan diri sendiri dan mungkin mati karena kelaparan karena tidak bisa melanjutkan perjalanan di saat mendung atau malam hari bila diperlukan. Padahal dia punya segala yang dibutuhkan, seperti unta, air minum dan persediaan makanan.

Sama halnya saat seseorang yang berada di tengah laut buta arah dan tidak bisa membaca peta, atau bahkan tidak tahu bagaimana caranya menentukan arah dengan melihat rasi bintang di langit yang cerah. Cepat atau lambat, kematian akan menjemputnya.


Jika kita memperhatikan dengan seksama, sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan oleh mereka yang tengah tersesat di laut atau di darat. Kita tidak tahu apakah kedua orang yang saya umpamakan di atas sebenarnya punya telepon satelit atau belum, ataukah mereka mampu bertahan tidak makan hingga berhari - hari seperti musafir tadi yang bertahan hidup cukup lama untuk menemukan kota dengan memakan bangkai unta tunggangannya selama berhari - hari bilamana persediaan makanannya habis. Yang ingin saya sebutkan adalah pada dasarnya kehidupan masih bisa kita rubah pada hal - hal yang mampu kita rubah dengan kekuatan kita saat ini.

Dan inilah hal yang terjadi pada diri saya saat ini. Saya punya laptop, punya akses ke internet, dan punya waktu luang serta waktu untuk blogging dan belajar hal - hal baru. Dan seketika itu juga saya hanya memikirkan hal - hal yang saya tahu dan lupa bahwa saya bisa bertanya pada "mbah Google" jika saya butuh sesuatu. Tetapi akses terhadap banyaknya informasi yang dimantrakan oleh "mbah Google" ternyata membuat saya muntah karena kekenyangan.

Otak saya tidak sanggup untuk menangkap banyaknya informasi yang ada. Saya klik sebuah website lalu di baca kemudian membuka website lagi lalu dibaca lagi, dan seterusnya seperti itu. Ingin mencatat di buku pun menjadi malas karena sudah bertahun - tahun tidak memegang pen dan buku dan saya menyadari bahwa jika saya mencatat semua hal yang saya temukan di buku journal saya yang "hampir saya buat tetapi gak jadi",maka saya akan kebingungan jika pada suatu waktu buku itu hilang atau basah dan rusak karena air. Menulis ulang juga jadi masalah karena waktu luang yang tidak begitu banyak dan sifat asli saya yang sangat pemalas membuka catatan untuk kedua kalinya. Intinya semua menjadi serba tidak praktis.




Sampai saya menyadari bahwa ternyata bukan cuma laptop saja yang saya punya. Saya punya apkikasi yang bisa memudahkan kita untuk mencatat secara online. Apalagi dengan teknologi jaman sekarang, semua menjadi serba mudah. Setelah di ingat - ingat ternyata selain blogger, google juga punya fitur mirip yang bisa kita gunakan untuk membuat catatan dan alarm yang menurut saya sedikit banyak seperti blog, karena tampilannya yang seperti pinterest.com sekilas pandang. ini adalah tampilan catatan saya minggu ini,






Tidak begitu bagus tapi lebih baik dari pada harus mencatat manual karena waktu yang dihabiskan bakalan terbuang percuma. Saat saya pertama kali ingin mencatat, saya pesimis saya bisa melakukannya, mencatat secara online menjadi hal baru bagi diri saya sendiri.

Tapi semua harus di coba, praktek itu harus dan perubahan tidak terjadi tanpa kerja yang nyata. Singkat cerita, jadilah catatan pribadi milik saya sendiri meskipun tidak karuan.

Salah satu kemudahan google Keep adalah mobilitasnya, kita bisa melihatnya di perangkat mobile dengan aplikasi google keep juga. Dengan pengguna sampai ratusan juta, anda yang malas mencatat tidak akan kecewa setelah tahu bagaimana cara menggunakannya.

Kembali ke masalah otak saya yang gak kuat tadi. Mencatat jadi salah satu metode menyingkat waktu yang paling efektif,karena kita tidak harus membuka buku atau website berulang - ulang dan membaca hal - hal yang tidak perlu. Saat kita mencatat maka kita sudah mengambil intisari dari bacaan tersebut. Singkat-jelas-padat, dan sebagai tambahan mudah diakses dengan perangkat mobile.


Mungkin saya sendiri juga tidak akan pernah tahu ini bilamana saya belum pernah melakukan kesalahan. Ini hanya masalah waktu, bila keberhasilan belum muncul bukan berarti kita tidak punya kesempatan untuk menang. Awali semua dengan semangat bahwa pasti ada jalan yang baru. Dan saat jalan itu muncul walaupun sekilas, maka coba dan coba terus menerus, lagi dan lagi sampai kita menemukan jalan lain yang lebih baik.

Berpikirlah Kreatif,mencoba itu perlu, takut itu juga perlu, tapi sewajarnya aja. Pesan dari tulisan saya kali ini adalah, jangan terlalu terpaku pada satu alat, apalagi jika alat tersebut tidak ada. Selalu ada jalan keluar, dan hal itu bisa jadi sudah ada, sejak saat kamu pertama kali melangkah ke tujuanmu pada awalnya. Hanya saya kita tidak begitu cermat, dan terlalu berharap keajaiban yang besar datang, padahal ada keajaiban kecil yang sudah menemani kita dari dahulu kala. Jadi itulah, sebuah cerita pendek di gurun dan di lautan yang luas.

Artikel Pilihan

Inspirasi Membuat Blog dari Nol tanpa Pengetahuan tentang Internet

Anda ingin punya blog yang terkenal? punya adsense banyak? ingin cuma tidur-tiduran di rumah dan dapat penghasilan yang banyak? Tidak s...