Showing posts with label self improvement. Show all posts
Showing posts with label self improvement. Show all posts

Tuesday, February 25, 2020

Aplikasi yang Mengubah Dunia



Youtube adalah sebuah platform aplikasi yang dibuat google menjadi salah satu raksasa yang tidak terkalahkan di di dunia maya. Tentunya selain mesin pencari google.

Keberadaannya sangat signifikan, apalagi jika dilihat dari segi pemasukan dari iklan - iklan. 

Bayangkan saja, pemasukan yang didapat oleh para konten kreator yang mulai mendapatkan kesempatan menempatkan iklan di video milik mereka.


Tapi tentunya, kali ini saya tidak membahas youtube dan cara mendapatkan uang darinya. Tentu saja alasan utamanya karena saya tidak terjun di bidang tersebut.


Yang ingin saya bahas kali ini adalah dampak secara sosial yang bisa anda lihat. Contohnya di channel youtube "man + river".

Youtube man+river


Tidak semua orang mau melakukan hal  seperti yang mereka lakukan. Bayangkan saja, menyelam mencari harta karun atau barang - barang bekas dengan metal detector yang mungkin terjatuh di sungai,danau dan tidak menutup kemungkinan laut. Dan setelah itu menyerahkan barang - barang tersebut kepada pemilik aslinya.

Barang yang dikembalikan bukan barang sembarangan, melainkan telepon genggam sekelas i-phone buatan Apel yang harganya sampai puluhan juta rupiah atau bahkan TV LCD seperti di gambar diatas, meskipun TV tersebut rusak.



Tidak hanya itu, mereka juga mengambil sampah-sampah yang mereka temukan di dan membawanya ke permukaan fan membuang semuanya ke tempat sampah.

Sekarang setelah kalian tahu apa yang saya bahas, anda pasti paham dampaknya kepada masyarakat luas kan?

Mereka mencontohkan sebuah hal yang sebenarnya jarang dilakukan oleh banyak orang. Pertama, yakni mengambil sampah dan membuangnya pada tempatnya. Kedua, mereka memberikan barang mahal yang mereka temukan kepada pemiliknya. Dan perlu kita sadari adalah hal - hal itu dapat terwujud karena mereka juga mendapat pemasukan dari channel mereka. Disini peran google dimulai.

Dengan adanya youtube, orang-orang serupa bisa muncul. Bahkan bukan tidak mungkin hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin, sekarang jadi mungkin.

Jika dulu orang-orang hanya bisa melakukan sebuah kebaikan di waktu senggang, sekarang orang-orang tersebut bisa melakukan hal itu dengan totalitas.

Bahkan, bukan tidak mungkin anak-anak muda yang berbakat dibidang teknologi bisa mendapatkan dana yang cukup untuk memulai sebuah penelitian, belajar bidang permesinan, pertanian dan lain sebagainya jika mereka punya penonton yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan alat-alat produksi mereka. Singkatnya, indonesia bisa melahirkan banyak insinyur-insinyur seperti pak habibie  yang mumpuni di bidang masing-masing.

Memang hal-hal demikian cukup sulit ditengah gempuran konten-konten yang murni bertajuk game, hiburan,curhatan dan gosip. Tapi, masyarakat kita adalah masyarakat yang bangga terhadap kemajuan bangsanya. Saya yakin akan itu.

Sayangnya, memang google terlihat  sangat lambat untuk mengakuisisi pasar blogger itu sendiri.



Padahal blogspot sebagai wadah para penulus bisa mendapatkan pasar serupa. Bayangkan bila platform kepenulisan punya daya saing yang sama seperti youtube. Atau paling tidak mengintegrasikan platform blogger dengan youtube itu sendiri.

Tentunya kita lihat sekarang blogspot punya banyak saingan, seperti medium, Wattpad maupun website-website yang isinya terfokus pada penulis di indonesia seperti citizen jurnalism Kompasiana  dan layanan sejenisnya seperti hipwee dan lain sebagainya.

Salah satu masalah yang perlu diperbaiki google adalah membuat sebuah wadah atau halaman muka di suatu website yang memungkinkan semua tulisan bisa terbaca baik tulisan baru maupun tulisan lama.

Keberadaan aplikasi blog itu sendiri bisa jadi wadah perubahan yang lebih besar. Kita bisa lihat seberapa banyak orang yang mengakses youtube itu sendiri. Pasar yang bisa dihasilkan tentunya sangat besar.

Dan tentunya adanya platform pemersatu memungkinkan para pengguna untuk mengontrol konten yang dibuat. Hal yang paling utama adalah tidak akan lagi plagiarisme dan tentunya konten-konten berbau pornografi bisa dikontrol dengan mudah.

Tidak seperti sekarang dimana blogspot terpisah antara satu dan lainnya tanpa adanya laman khusus seperti aplikasi medium atau kompasiana.

Thursday, December 1, 2016

Kenapa Motivasi Gak Mempan Bagi Pemalas

Kenapa motivcasi dan kata - kata bijak dari orang lain gak mempan buat pemalas?

Jadi, beberapa hari belakangan di hidup gue yang seharusnya dipenuhi kerja keras terlihat sulit. Jangan tanya kenapa, karena meskipun kalian enggak tanya, gue bakal tetep cerita. Sebenarnya ini cuma curhatan tentang betapa sulitnya mengontrol diri untuk tetep stay on the right path yang akhirnya harus melenceng karena faktor X.

Gue kira gue telah belajar tentang hal ini dengan cara yang sulit. Melihat seminggu ini enggak ada progress apapun di dalam hidup yang seharusnya menantang. Kelelahan, kurang tidur, dan enggak disiplin. Tapi bukan itu sumber dari masalah utama. Gue baru menyadari bahwa ada sesuatu yang tersembunyi dari musuh yang bernama Procastination atau disebut menunda - nunda ini. bukan hanya dengan berkata "nanti" karena faktor lelah dan kantuk yang gak bisa dibendung, tapi juga dengan perkataan "jangan sekarang, karena masih lelah. Mungkin nanti gue jadi lebih semangat setelah istirahat sebentar". Namun akhirnya gue gak nyadar kalo gue tidur dan kebablasan sampai jam 11 malam. Saat terbangun, gue ngucapin mantra yang kompleks itu lagi dan akhirnya bangun pada pagi hari pukul 04.40 wib.


SEBAB MUSABAB GUE JADI MALAS

Gue nggak ngerti gimana asal mulanya, kapan hal ini mulai menyerang gue. Tapi malam kemarin jadi hal paling gak menyenangkan (-_-). Pekerjaan tidak dikerjakan sama sekali dan sholat bolong lagi. Gue baru sadar jika di saat kita dalam proses "berubah jadi lebih baik", bukan hanya kita yang berubah jadi bentuk yang baru,bahkan masalah basic yang telah kita pecahkan pun akan berubah jadi lebih kompleks.

Sepertinya hal - hal negatif di sekitar kita juga ikut bertambah besar. Kalo gue inget - inget, kayaknya di film SPIDERMAN yang pertama Paman Ben juga pernah bicara ke Peter Parker, kekuatan yang besar akan membawa tanggung jawab yang besar, dan akhirnya musuh yang muncul pun akan semakin kuat untuk mengimbangi pemeran spiderman ini. Perlu di ingat, kata - kata di atas bacanya itu KE-KUAT-AN,bukan KE-KUTANG-AN. Karena kutang  adalah yang dipake oleh cewek.

Kembali ke persoalan. Untungnya gue cepet - cepet sadar dan hari ini setelah melakukan olahraga pagi, gue langsung buka laptop dan mencatatnya disini. Biar gak lupa kalo gue pernah sadar, biar bisa gue baca lagi.

Sebenarnya jadwal gue gak terlalu ribet loh, tapi diri gue aja yang buat ribet. Dari lis gue, cuma belajar web dasar, terus nulis di blog(yang ini mungkin gak tiap hari) meskipun kata - katanya gak karuan dan tulisannya kaya orang idiot, cek email, baca beberapa artikel motivasi,latihan Push Up, sholat tepat waktu dan baca buku 25 lembar sehari. Tapi selalu dan selalu semua gak bisa dilakuin dalam sehari, selalu saja ada yang miss dan lupa untuk dikerjain. Bukan hanya satu, bahkan 3 sampai 4 daftar.

Selain sholat, sebenarnya gue punya estimasi waktu sekitar 5 jam 30 menit sampai jam 12 malam dan tidur untuk kerja lagi esok harinya. Kalau dibilang, "emang Lu bisa sukses dengan itu semua?",  Jelas gue bakalan bilang, gue gak tau. Tapi yang jelas ini semua lebih baik dari pada gue liat TV tiap hari yang acaranya sudah bisa gue tebak. Sinetron, berita politik, dan film - film hollywood yang di ulang - ulang tiap bulannya. Dan sekarang, lagi booming simetron dari India. Gue bersyukur gue gak suka ceritanya dan gak tahu jadwal mainnya, klo enggak, bisa brabe nanti (-_-).


HIDUP GUE SAAT INI DAN MIMPI GUE

Gue akui, gue gak punya kehidupan sosial yang baik. Entah kenapa selalu saja terngiang - ngiang tentang masa lalu gue yang gak serius saat sekolah dan gagal ikut lomba matematika, yang akhirnya sekarang harus gue tebus. Gue harus bisa ngelakuin sesuatu yang bener dan terorganisir. gue harus bisa punya suatu keahlian yang bisa gue tunjukin ke alam bawah sadar gue bahwa gue ini bukan pengecut yang gak bisa apa - apa.

Hal - hal biasa ini kelihatannya sudah jadi patokan hidup gue. Dan kelihatannya masalah tunda - menunda yang jadi kompleks jadi musuh gue paling utama. Apalagi ada tantangan baru tentang menulis artikel sepanjang 3000 kata yang sepertinya impossible. I already try it, dan akhirnya pikiran gue kehabisan ide dan selalu kehabisan ide di kata ke 800 sampai 900.Mengambil sebuah tema dan menjelaskannya secara detail tanpa harus mengutip atau menggali ide dari dasar dan mengembangkannya menjadi sebuat tulisan yang apik itu sangat sangat sulit (<-- 2x Kata Sangat). Jadi mungkin gue akan coba untuk mengutip dan mengaitkan apa yang gue tulis dengan hal - hal lain yang mungkin bisa jadi bahan referensi gue dan pengembangan ide untuk tulisan gue saat ini.

Dari apa yang gue gali setelah lebih dari 30 artikel yang gue publish, ternyata cara gue mengolah kata jadi lebih baik. Meskipun gak karuan. Gue coba minta feedback ke beberapa orang, mereka biasanya komplain tentang gaya bahasa gue yang gak karuan dan berubah - ubah. pertama kali gue dibilangin seperti itu, gue jadi minder. Dan dulu juga pernah seperti itu. Gua pernah punya blog dengan puluhan artikel seperti ini yang akhirnya gue hapus, bukan hanya artikelnya, tapi juga nama domain blognya gara - gara gak percaya diri(-_-). Bodohnya Gue.

Tapi, dengan semua kejadian itu gue jadi sadar, hal - hal baik gak bisa dengan instan di dapat. Gue harus berusaha dari nol. Melihat kejelekan - kejelekan yang ada. Dan bahkan menikmatinya. Jika ada seseorang yang mungkin mempermasalahkan gue dan gaya tulisan yang gue bikin karena mereka merasa bahwa gue gak punya style nulis sendiri, gue akan bilang pada mereka, ini style gue, dan gue gak mau terdampar dimana gue harus ngebatesin apa yang bisa gue tulis. Karena gue ingin kreatif dan berkembang dan satu - satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mencoba semua cara yang gue pikirin.


HIDUP DENGAN GAYA SALESMAN

Gue harus terima bahwa hidup ini gue yang jalanin. Bukan orang lain. Gue yang mutusin, bukan orang lain. Gue yang punya otak untuk mikir dan jadi kreatif, bukan orang lain. Dan kalian semua yang membaca tulisan ini juga wajib untuk tahu bahwa gak ada orang yang bener - bener memperhatikan kalian. Meskipun kalian di lihat di saat melintas di hadapan mereka, beberapa hari lagi mereka pasti sudah lupa dengan kejadian itu. lagian itu bukan event  penting di hidup mereka.

Gue sedikit banyak tahu tentang motivasi dan kehidupan sales dari baca buku. Faktanya mereka yang jadi sales akan selalu menerima banyak penolakan. Mungkin malah akan ditolak mentah - mentah. Tapi mereka terus saja menawarkan barang ke orang lain lagi. Gue cuma mikir, "apa mereka gak malu?", tapi gue sadar, meskipun gue pernah juga di datengin sales dan memori itu membekas dalam hidup gue. Gue gak mungkin ngomongin mereka tiap hari, gue punya hidup gue sendiri. Dan momen itu bakal dilupakan. Jadi gak ada yang harus ditakutkan dari penolakan dan kritikan. Faktanya, banyak dari mereka yang bekerja jadi sales punya pendapatan lebih tinggi dari mereka yang tidak ingin berada di momen di mana opini mereka mengatakan bahwa jadi sales itu susah dan malu - maluin karena penghasilannya tidak pasti dan tergantung banyaknya barang yang dijual olehnya.

Jadi, dari sini gue belajar bahwa gak perlu malu terhadap orang lain jika kita tidak berbuat salah dan curang. Gue merasa sikap anti sosial dan tidak bisa bergaul dengan orang banyak dulu yang sekarang mungkin masih tersisa ternyata memiliki sisi positif dimana gue selalu fokusin diri gue dan gak peduli dengan omongan orang.

Jika kalian bertanya tentang sebuah motto hidup, sebenarnya gue punya banyak moto yang saling berkaitan dan membentuk pribadi gue. Tapi untuk kali ini gue bakalan bagi satu moto hidup gue biar kalian yang takut untuk berbuat, jadi mikirin lagi berkali - kali kenapa kalian harus takut berbuat.


Hidup akan terus berlanjut, saat kalian berani ataupun saat kalian takut, saat kalian sibuk berbuat untuk jadi lebih baik maupun saat kalian sibuk mikirin kata - kata orang lain. jadi buat apa ngabisin waktu buat mikirin kata - kata orang lain kalau kalian bisa ngabisin waktu untuk jadi lebih baik.


Gak perlu kita mikirin kata orang lain. Gue tau gue mengulang kata yang sama di paragraf ini, tapi gue cuma mau menekankan dengan jelas bahwa hal itu gak akan merubah kalian jadi lebih baik. Kecuali mereka memang benar - benar ingin membantu dan memberi masukan, bukannya mencela. Tapi kalian yang harus memilah dengan baik mana yang merupakan masukan dan mana yang merupakan ejekan.



MENYESAL ITU ADALAH AKHIR DARI HIDUPMU


Satu hal yang gue sesalin dari diri gue, kenapa gue tahu semua hal tentang inipada tahun - tahun ini, saat - saat ini. Tepat dimana gue sudah tidak sekolah di bangku SMK lagi, dimana gue bisa jadi nomor satu jika gue mau. Gue punya karakternya sekarang, semangat pantang mundur, gak takut berbuat salah dan berani mencoba - coba dan yang terakhir adalah berani bicara di depan umum meskipun masih punya demam panggung dengan kekuatan nekad.

Banyak hal yang gue sesalin di hidup gue. Gue baru sadar bahwa gue tidak pernah menyelesaikan proyek - proyek besar yang gue impikan. Semua hanya jadi primadona di tempat tidur dan lamunan siang bolong. Gue bisa belajar menggambar, gue bisa nulis, gue pernah nulis pusi waktu SMP sampai setengah buku tulis tebalnya dan gue suka matematika. Itu semua adalah hal yang gue punya dan gue sia - siain.

Namun sekarang banyak hal yang terjadi. Di bulan ini gue masih di jalur gue meskipun masih ada bolong - bolong dalam pelaksanaannya. Gue masih mampu nulis meskipun kurang banyak. Gue mulai belajar meskipun masih bingung harus ngapain. Gue sadar bahwa meskipun gue menyesal, gue masih punya kesempatan selama gue masih hidup. Gue masih bisa berusaha dan memperbaiki hidup gue sebab gue masih hidup. Gak penting mikirin umur atau urusan kere tidaknya nanti. Selama mimpi masih ada, selama itu gue berusaha.

Bayangkan jika kita hidup dalam keadaan menyesal dan menganggap bahwa kita tidak punya kesempatan kedua, kita tidak punya kesempatan untuk berbuat dan merubah keadaan. Kita masih bisa merubahnya, selama itu tidak menyangkut tentang kematian. Karena setelah mati, sudah tidak ada lagi kesempatan bagi kita semua.

Bayangkan orang yang kaya, mereka bisa saja miskin sewaktu - waktu karena tanah miliknya disengketakan, atau orang - orang yang dipercayainya kabur membawa semua uangnya. Bisa juga miskin karena dia tertangkap KPK dan dimiskinkan, dihambur - hamburkan anak dan istrinya, dibuat main judi dan narkoba, dipecat dan terlilit banyak hutang, atau bahkan di rampok malam ini juga.

Terlalu banyak kemungkinan dan yang lebih penting adalah roda akan terus berputar. Yang di atas akan mencicipi kerasnya kehidupan di bawah dan yang di bawah akan menikmati segarnya udara AC dan nikmatnya tempat tidur dengan harga jutaan.

jadi kenapa harus pusing dengan kehidupan. Memang uang itu perlu, tapi tanpa karakter yang kuat, pegangan hidup yang kokoh dan motivasi yang kekeh, mau di bawa kemana keluarga kita kelak?



BICARA SOAL MASA DEPAN

Jika kita berbicara soal masa depan, lebih baik kita sudah siap siaga karena tidak mungkin semua hal yang ada baik nanti, satu jam lagi, besok maupun 10 tahun kemudian. Kebanyakan dari kita yang belum menikah mungkin berbicara mengenai besok, bulan depan dan setahun mendatang. Memutar uang untuk kebutuhan yang sudah pasti dan sedikit banyak pasti nanti akan ada yang ditumpahkan ke ajang foya - foya yang kelihatannya bukan foya - foya.

Loh kok ambigu gitu kata - katanya?

Coba bayangkan ini, foya - foya tapi gak foya - foya. Kalian gak ngabisin duit untuk barang - barang mahal, tapi kalian ngabisin waktu. Terlalu banyak eksempatan yang mungkin kita lewati dan menyesal. Anehnya setelah nyesel pun, tetep aja hampir semuanya ngelakuin hal yang sama. Entah itu karena memang disengaja atau karena lupa dan kehilangan arah. Coba kalian pikirkan, untuk apakah waktu yang selama ini kalian  lakukan. Gue gak mau bicara masalah ini lebih jauh sekarang, karena belum saatnya. gue sendiri masih melakukan hal - hal bodoh, dan belum bisa mengatur waktu dengan baik. Tapi nanti kalau gue sudah bisa mengatur semua jadwal yang ada di depan mata, gue bakal nulis artikel tentan itu.

Bicara soal masa depan, pernah gak kalian berpikir soal menikah?

Hal itu bisa jadi patokan jika kalian benar - benar ingin berubah dan melepas masa lajang. Cinta itu bisa ngebuat orang berubah dan nekad. Kadang malah gak realistis. Minta ini itu, ada juga yang rela telanjang dan ngorbanin keperawanannya. Tapi gak semuanya negatif. Bayangin kalo saat kalian jatuh cinta kepada seorang cewek dan sudah pacaran, terus si calon mertua minta kepada kalian untuk bisa jadi pengusaha yang penghasilannya minimal di atas 5 juta untuk melamar pacar kalian. Apa yang bakal kalian lakukan?

Sebagian besar yang bernyali ciut dan rasa cinta tidak terlalu besar pasti akan mundur dan cari orang lain yang mau dengan keadaan yang ada apa adanya. Namun, sebagian lagi, karena cinta matinya jadi nekad, buka warung, jadi sales, bikin usaha dan gagal, belajar ini itu, demi mengejar setoran agar nanti si mertua bisa bilang satu kata pengubah status anda dari ditolak menjadi diterima, yaitu kata "Iya".

Bayangkan apa yang bisa terjadi, semua rasa malas pun bisa hilang seketika. Yang tadinya adalah seorang mahasiswa yang ogah - ogahan buka buku, bisa jadi kutu buku. Yang tadinya kerjanya selalu malas dan takut dengan masa depan dan bingung mau diapain lagi kehidupannya, bisa jadi seseorang yang penuh syukur dengan kerjaannya dan mulai berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan finansialnya.

Disitulah kekuatan cinta yang besar, yang jadi salah satu pengganti semangat hidup, karena kita termotivasi oleh orang lain, dan tidak mungkin kita berkata tidak pada mereka karena tidak ada kompromi tentang hal itu. Kita bicara tentang orang lain dan bukan diri sendiri.

Kalian mungkin bisa berkata tidak dan bermalas - malasan serta selalu menunda - nunda pekerjaan saat dulu belum melakukan semuanya "demi orang lain". Di saat itu, kalian bermimpi, tapi kalian selalu bisa menunda dan menunda untuk melakukannya karena kalian tidak punya batas waktu. Sedangkan, jika kalian berusaha demi mendapatkan kata "iya" dari si calin mertua, kalian gak mungkin berkata seperti itu. Yang ada adalah jika kata tersebut terucap, gue berani jamin kalian gak bakal bisa melamar cewek kalian.



MALAS BUKAN PENYAKIT TURUNAN TAPI GAMPANG MENULAR



Gue baru sadar, bahwa malas itu menular. Dari gue ke adik gue. Dari temen - temn gue ke gue, terutama sama orang - orang sepergaulan. Penyebarannya kayak HIV, karena bisa menular ke semua orang, meskipun kalian adalah anak baik - baik dan anak rumahan.

Sebelum gue suka baca buku, sebelum gue tahu tentang kerasnya kehidupan dan masih menganggap bahwa takdir adalah takdir, pemalas tetap pemalas dan gak bisa dirubah, orang bodoh gak akan bisa jadi pinter, dan pemalu gak akan bisa berani membuka percakapan dengan orang asing dan tetep seperti itu.

Tapi setelah membaca beberapa buku motivasi, kelihatannya pandangan hidup gue jadi berubah. Hal ini gak berlangsung secara instan. Perubahan itu tidak bisa seperti itu. Baik perubahan ke arah lebih baik maupun perubahan ke arah yang lebih buruk.

Gue kasih sebuah contoh, apa kalian bisa makan 100 piring porsi lengkap masakan padang sekarang?

Yang pasti kalian akan berkata bahwa hal itu gak mungkin, Impossible, ngarang, omong kosong dan lain - lain. Tapi bagaimana jika saya jawab tantangan itu dengan kata "Gue sanggup, tapi gue yang nentuin kapan piring itu harus di sediakan, tanpa batas waktu".

Anggap saja sehari gue bisa makan 4 piring nasi padang, maka dalam waktu kurang dari sebulan gue sudah bisa ngabisin 100 piring porsi lengkap masakan padang dan bisa lebih sampai 20 porsi lagi.


Itu hanya sebuah contoh yang nyata dan memang bisa di aplikasikan. Kebanyakan dari kita tidak mungkin bisa melakukan perbuahan seperti membalikkan tangan, tapi ada juga yang sanggup  meskipun  hanya beberapa orang. Anggap saja mereka adalah orang - orang gendut yang bisa makan 6 porsi dalam sehari. Bisa saja perubahan itu didasari oleh keinginan yang kuat seperti bagaimana jika seorang pecandu narkoba melihat orang yang dicintainya mati karena narkoba? Maka pandangan hidupnya mungkin akan berubah seketika. Dia akan menjadi garda terdepan melawan narkoba, mengikuti kegiatan sosial, membuat blog, menulis dan membagi ceritanya pada dunia.

Sekali lagi, itu hanya contoh. Tapi sebenarnya hal se-ekstrim itu tidak akan kita jumpai di kehidupan nyata sesering yang kita bayangkan dan mungkin kalian tidak mungkin pernah melihatnya kecuali melalui sebuah film yang telah didramatisasi.

Perubahan itu harus dimulai, dan berlangsung secara berkala. Gue adalah sebuah bukti bahwa perubahan itu harus seperti itu. Kalian bisa bica tulisan - tulisan gue yang lain tentang perubahan gue dari orang yang bahkan tidak berani di depan kelas dan gagap menjadi gue yang seperti sekarang. Itu bukan hal yang mudah, dan mungkin sebagian orang bahkan butuh waktu puluhan tahun untuk bisa berubah menjadi orang - orang yng berbeda dari sebelumnya.

 Kalian pernah gak sih terpikir bahwa lingkungan kalian adalah biang keladi kegagalan kalian. COba gue hitung satu - satu, teman yang ngajak maen game online, temen yang ngajak nonton bokep bareng, temen yang ngajak hangout, temen yang nularin kebiasaan gak ngerjain PR dan ngerjainnya waktu sekolah di pagi hari dan dengan nyontek lagi. Ada lagi temen yang ngajarin ngomong kasar, temen yang ngajarin nonton hentai, temen yang ngajarin berkelahi, temen yang ngajarin "nyolong" alias nyuri buah di rumah orang, temen yang ngajarin main remi, temen yang ngajari maen game online sampe gak pulang - pulang. Tuh kan banyak. Itu cuma sebagian aja. Kalo kita membuat daftar khusus, bisa - bisa satu folio penuh kalo dirinci setiap kegiatan buruk yang berbeda - beda itu kan?

kepolosan masa - masa SMP direnggut dengan begitu mudahnya. Bukan hanya SMP sih, dari SD(madrasah) sama SMK juga gitu. Terlalu mudah kita terpengaruh oleh orang lain dan tidak tahu mana yang benar dan yang salah. Astaga!!! Kayaknya kehidupanku penuh dengan masa - masa kelam.(-_-) ah sudahlah.

Jadi intinya, hati - hati karena malas itu menular. Dari ngerjain PR di kelas bahkan sampai bolos sekolah alias malas pergi ke sekolah. Jangan biarkan diri kalian hanyut dengan Pertemanan dan melupakan hal ini. Karena sekali kalian terjebak oleh rasa malas, maka semua hal tidak akan bisa dirubah dan dibalikkan dengan seketika.



TRIK MENGAKALI RASA MALAS

Ada hal penting yang pengen gue share di akhir artikel super panjang gue ini. Sebenarnya semalas apapun dan sekronis apapun masalah kemalasan kalian, hal itu bisa di atasi dengan dengan mudah. Ini merupakan solusi praktis tepat guna untuk sementara waktu sih. Namun jika kalian memang pengen kemalasan itu hilang saat ini juga, maka segera lakukan sebuah langkah pertama.

Langkah pertama itu adalah segera lakukan sekarang dan saat ini juga, jangan tunda besok, Just Do it Now. Tidak peduli semalas apapun kalian, hal ini pasti bisa dipupus degan hal ini, karena hal terberat dari kemalasan itu menumpuk di saat - saat awal sebelum pekerjaan dilakukan.

Pada saat ini kalian akan terus dalam pilihan antara memilih untuk melakukannya sekarang atau menundanya lagi nanti, semenit lagi, atau sejam lagi. Disaat anda memilih untuk menunda, maka hal tersebut otomatis akan tertunda lagi. Anehnya hal ini akan terus berlanjut dan membuat anda ketagihan. Bayangkan perasaan kalian saat ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan kalian memutuskan untuk menundanya, yang pasti dari perasaan deg -degan dan dada sesak bisa jadi lega seketika. Berbeda jika kalian melakukan hal pertama, yaitu segera lakukan. Di saat hal itu dilakukan, maka otomatis anda akan bekerja dan memerangi rasa malas itu, dan perasaan aneh yang menumpuk itu kadang hilang seketika saat kita mulai mengerjakan hal tersebut.

Jika kalian ingin sebuah bukti mengenai hal yang gue jelasin diatas, maka kalian sudah melihatnya. Gue baru saja menyelesaikan Artikel sepanjang lebh dari 3000 kata untuk kedua kalinya, hari ini. Hal yang gue tunda dari bulan kemaren karena gue merasa takut kehabisan ide di tengah jalan. Tapi hari ini gue bisa melaksanakannya degan baik, meskipun  tanpa tata bahasa yang baku yang mungkin tidak akan pernah bisa dimuat di surat kabar. Terima kasih untuk kalian para pembaca . :D

Tuesday, November 29, 2016

Orang Malas Dinetralkan Oleh Alam

Saat seseorang bertanya padamu soal bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang menurut mereka mustahil, sebenarnya mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Itu semua hanyalah masalah dari dalam diri kita masing - masing soal apakah kita berani untuk berkata "Ya" dan mencoba, atau berkata "Tidak" dan mundur. Jawaban yang pasti hanya dua hal tersebut.

Namun seringkali masalah muncul saat kita tidak mau untuk memilih dua jalan yang ada dan memilih untuk mengambil keputusan yang lain, bukan "ya" atau "tidak". Saat kita ingin berkata "Tidak", maka yang ada adalah kita tidak mau melepaskannya. Sedangkan saat kita mengatakan "Ya", sebenarnya kita merasa tidak mampu untuk melakukannya. Disinilah kebimbangan atau dalam bahasa anak zaman sekarang lebih di kenal dengan sebutan "galau".

Tidak banyak orang yang mau untuk mengatakan bahwa dirinya sebenarnya "takut melangkah" dan "tidak ingin berkorban". Sebenarnya hanya dua hal tersebut yang membuat kita jauh dari segala bentuk kesempatan emas yang telah kita lewati dan kita sia - siakan. Takut karena "mungkin" jalan yang kita tempuh lebih buruk dan lebih berat dari pemahaman kita sendiri. Takut karena banyaknya saingan dan takut karena merasa diri tidak mampu dalam melakukan semua pekerjaan sesuai target, baik itu karena alasan kesehatan, ekonomi, dan fasilitas yang terbatas.

Tidak banyak juga orang yang tahu tentang pengorbanan dan arti di baliknya. Jika kita melihat hidup ini adalah jalinan yang seimbang antara positif dan negatif, maka kita berada pada angka Nol yang bersifat netral. Seimbang karena saat kita berusaha hidup dalam posisi "ingin enaknya saja" dan "tidak mau bekerja keras" yang mana bersifat negatif, maka alam dan dan seisinya akan menetralkan hal tersebut secara paksa.

Terus, bagaimana alam ini melakukannya?

Kita berbuat buruk, bermalas - malasan dan melakukan hal negatif lainnya, maka orang - orang di sekitar kita juga akan bersifat negatif pada diri kita. Kalian bisa berpendapat bahwa reputasi kalian di masyarakat akan hancur dari perbuatan buruk itu sendiri dan orang - orang yang terkena pengaruh secara langsung dari balik perilaku kalian.

Ini adalah hal yang sangat mudah untuk dimengerti dan dipahami. saking mudahnya untuk dipahami, sampai - sampai kita bisa lupa dan menganggap hal itu hanya bualan belaka. Hingga ada ungkapan yang menyatakan "Muda foya - foya, tua kaya raya, mati masuk surga".

Hidup itu sulit, bukan karena hidupnya yang sulit, tapi pola pikir kita yang membuatnya sulit. Disini saya bukan mau membual, tapi ini adalah kenyataan yang terjadi pada diri saya sendiri. Saya pemalas dan tidak suka belajar dan pada saat saya ingin mengobah pola pikir saya menjadi 180 derajat kearah sebaliknya, yang ada adalah saya malah melantur ke kanan dan ke kiri, mengerjakan "hal lain" selain apa yang seharusnya saya lakukan. Butuh beberapa bulan untuk lepas dari hal ini dan bukan berarti saat kita lepas, maka hidup kita akan mudah. Pola pikir yang lama bisa saja kembali seketika jika tidak waspada. Dan akan sulit untuk di hilangkan jika kembali tanpa kita sadari.

 Saat kita melakukan hal negatif, yang berarti ingin bersenang - senang tanpa bekerja dengan serius dan keras, maka  alam dan seisinya akan mencoba untuk menetralkannya. Jika kalian tidak setuju dengan sedikit uraian di atas tentang cara pandang orang lain, saya punya satu hal lagi yang tidak akan bisa kalian tampik lagi.

Apakah itu?

Jawabannya adalah Skill.

Tidak perlu susah - susah untuk membedakan pemuda yang masih SMA yang serius dengan yang tidak, lihat saja rapornya. Tidak perlu susah - susah  membedakan antara orang yang terampil dan yang tidak, cukup lihat saja hasil kerjanya. Ketika kita tidak benar - benar belajar di masa lalu, maka hari ini kita akan terkena imbasnya. Alam berusaha menetralkan kita. Kita tidak mungkin bisa bekerja jadi seorang sopir jika kita tidak pernah belajar untuk menyetir mobil. Kita tidak akan bisa menjadi seorang pemahat batu dan menggambar ulang bentuk tubuh manusia di atasnya tanpa sekalipun berkontribusi dengan latihan setiap harinya dan bermalas - malasan. Seperti itulah dunia kita.

Jangan pernah berharap menjadi manager di perusahaan jika kuliah dengan serius dan menargetkan untuk mendapatkan beasiswa saja tidak mau dan tidak ingin belajar berbisnis. Jangan harap tulisan kalian akan seindah dan sebagus novelis di dunia jika kalian tidak pernah berlatih menulis dan memperbanyak buku bacaan dan tata bahasa kalian dari dulu. Itu semua tidak bisa dibangun dalam semalam. Mau tidak mau, kita harus kerja, yang berarti berusaha dan terus mencoba.

Jika kalian merasa pernah menemukan orang yang telah berusaha dan hidupnya hancur, coba tanyakan pada mereka, kenapa mereka berhenti berusaha?

Tidak boleh ada kata gagal, karena kita masih bernafas dan hidup. Orang lain boleh saja mencaci kita karena kegagalan - kegagalan kita. Tapi mereka bukan peramal, mereka tidak tahu tentang masa depan. Ini adalah hal paling berharga yang pernah terpikirkan oleh saya. Bahwa hidup itu seimbang. Coba pikirkan ini dalam - dalam. Jika sewaktu kita muda kita tidak pernah bekerja keras (tidak perrnah melakukan hal positif), maka hidup kita selanjutnya di tahun - tahun berikutnya yang akan membuat kita bekerja keras secara paksa. Mencari kerja jadi susah, kerjanya susah, pendapatan kecil. Siapa yang akan anda salahkan? Salahkan diri anda sendiri.!!!!


Tapi ada hal baik disini, jika  kalian sudah ada di taraf "susah" maka hal yang harus anda lakukan adalah menimba hal - hal positif yang dulu kalian sepelekan. Belajar dan mencoba untuk bekerja keras. Dengan begitu, maka alam akan mencoba menetralkan kita dan menempatkan kita di posisi seharusnya suatu hari nanti untuk menjadi lebih tinggi beberapa derajat ekonominya dan punya pola pikir pekerja keras.

Saya kira hanya ini yang dapat saya sampaikan. Tapi nampaknya ada banyak hal yang ingin saya gali dari tulisan ini di tulisan - tulisan sya berikutnya. Jangan lupa kunjungi lagi blog ini ya...

Saturday, November 26, 2016

Pentingnya mencatat pada saat belajar

Ada satu hal yang mungkin sebagian besar dari kita yang pernah bersekolah atau sekarang sedang mengenyam pendidikan. Seperti judul yang sudah terpampang di atas, masalah mencatat. Sebagian besar dari kita mungkin belajar dengan cara konvensional. Kita sebut saja "Mediocre" atau kita sebut sebagai manusia "sedang - sedang saja".

Mediocre itu bukan orang malas, mereka membaca pelajaran yang telah mereka pelajari di sekolah. Rentangnya juga cukup lebar dari yang sangat pintar atau bisa dikatakan jenius ataupun yang pemalas yang sebenarnya "gak malas - malas amat" karena biasanya mereka membaca buku di malam hari sebelum ulangan dimulai dan mungkin membacanya lagi sesaat sebelum ulangan dimulai. Setidaknya mereka (termasuk saya) punya sedikit "tanggung jawab" bahwa belajar memang perlu. Masalahnya adalah orang seperti kita cenderung menjadi pemalas.

Mereka pintar, mereka tahu dan punya "tanggung jawab" dengan apa yang dikerjakannya. Satu - satunya masalah yang mungkin belum mereka sadari adalah mereka terlalu banyak membuang waktu untuk membaca buku mereka.

Saya sendiri pernah merasakan harus membaca seluruh bab di malam hari  yang materinya akan dipakai ulangan besok harinya, sedangkan saya sendiri belum pernah mencatat materi tersebut dan hanya membacanya jika ingin saja (yang mana mungkin hanya sebulan sekali seingat saya sendiri). Dan pada saat membaca sesaat sebelum ulangan dimulai, rasanya kepala sudah tidak mampu menampung semua informasi yang ada. Kata - kata penting, istilah, dan nama - nama yang sangat aneh yang saya coba baca berkali - kali tersebut tidak membekas sedikitpun di ingatan. Namun pada akhirnya saya mendapat nilai yang cukup bagus, 70 poin.

Hari ini saya melakukannya lagi, di saat saya belajar bahasa pemrograman, saya merasa terlalu banyak kosakata yang digunakan dan penggunaan yang terlampau kompleks untuk kepala saya. Padahal saya hanya baru belajar dasar dari pemrograman web, yaitu HTML dan CSS.

Saya baca materi berulang - ulang, saya lihat cara menggunakannya di dalam tutorial yang saya cari di web. Dan coba tebak apa yang saya temukan, "Semua materi  tidak pernah nyambung". Dan meskipun saya sedikit tahu tentang beberapa skrip yang saya gunakan, saya tidak pernah tahu bagaimana harus menggunakan dan mengimplementasikannya di proyek kecil saya.

jadi selama berminggu - minggu saya terjebak di tempat yang sama, mengulang dan membaca lagi semua pelajaran yang ada, menonton video yang sama dan pada akhirnya, semua informasi itu terlupakan karena banyaknya hal yang harus dipelajari.

Pada akhirnya saya menyadarai bahwa kami "Mediocre" kurang satu hal penting yang membuat kami gagal untuk move on dari materi yang pernah kami pelajari dan mungkin lupa dan merasa terlalu banyak yang harus dipelajari karena harus mengulang untuk membaca semuanya dari awal. Kalian tahu apa itu dengan pasti, yaitu mencatat dan merangkum.

Kita coba lihat beberapa keuntungan yang bisa kita peroleh dengan mencatat:

Pertama, kita jadi tidak perlu susah - susah membuka buku yang sama dan tetap mendapat inti dan hal penting yang kita pelajari tanpa terlalu banyak basa - basi seperti buku awal yang kita baca. Sebelum kamu mencatat, kita harus membaca setidaknya 20 sampa 40 halaman dalam satu bab. Setelah mencatat dan mengerti poin - poinnya, kita hanya perlu melihat hal - hal penting dan poin - poin yang menurut kita penting saja. mungkin sebuah kalimat, selembar atau dua lembar catatan saja.

Kedua, kita tidak akan pusing jika harus dan ingin mencari informasi yang sudah kita lupakan. Kita hanya perlu melihat catatan kita masing - masing. Hal - hal yang mungkin tidak diketahui oleh kebanyakan orang adalah bahwa catatan singkat tersebut bisa menjadi pemicu bagi kita untuk mengingat hal - hal lain yang pernah kita baca. bersifat sebagai kata kunci yang akan mengakses semua informasi yan berkaitan dengan hal tersebut.

Sebuah contoh mungkin lebih bisa membantu. Bayangkan kata - kata "Super Hero Marvel", maka dari kata kunci tersebut, dalam beberapa saat kita akan memicu ingatan kita yang lain yang berhubungan dengan kata - kata tersebut. Dari ingatan tentang film Avenger, Captain America, Hulk, Ant Man, Thor. Bukan hanya itu, bagi mereka yang telah melihat film Box Officenya, pasti kalian akan mengingat setiap adegan penting dan alur cerita masing - masing karakter seketika itu juga.

Dua hal di atas sangat berpengaruh secara langsung bagi pembelajaran kita. Saya sendiri masih memperoleh keuntungan dengan tidak perlu membuka materi lagi karena lupa fungsi dari beberapa kata/skrip yang saya pelajari. Coba tengok gambar di bawah ini.



contoh cara mengaplikasikan catatan versi penulis

Tanda di antara "/*" dan "*/" adalah catatan yang saya buat. Dari pengingat seperti /*utek - utek lagi*/ dan penjelasan singkat. Mungkin ini terlihat tidak profesional dan keren, tapi siapa butuh itu semua.

Inti dari mencatat adalah untuk memudahkan tugas kita masing - masing. Jika saya masih punya kesempatan untuk bersekolah lagi, hal itulah yang akan saya lakukan. Tapi meskipun dengan hobi saya yang sederhana sekarang ini seperti bermain html dan css ini, saya masih bisa mengaplikasikannya dengan cara saya.

catatan versi penulis

catatan penulis dengan aplikasi Google Keep

Kita bisa membuat catatan versi kita sendiri. Tidak perlu harus rapi dan terstruktur dengan baik (meskipun itu adalah cara yang sebenarnya bagus). Pakailah cara kalian masing - masing.  Bahkan sebenarnya menulis seperti yang saya lakukan kali ini juga termasuk dalam kategori "mencatat".  Atau bahkan menggunakan aplikasi "Google Keep" yang saya gunakan di di sini

Mencatat informasi membantu kita mengkristalisasi ilmu yang kita dapatkan agar dapat dipanggil sewaktu - waktu saat hal tersebut dibutuhkan, khususnya pada saat ulangan.

Jadi, kenapa harus pusing mencari tahu caranya mencatat informasi pernting. yang harus kalian lakukan adalah mencoba, karena masalah kesempurnaan dan "mencari cara yang benar" bisa kita dapatkan nanti, ketika kita membuat kesalahan dan memperbaikinya menjadi lebih baik.


Tuesday, November 15, 2016

Sebuah Alasan Kenapa Karakter Kamu Menentukan Keberhasilan Skripsimu

(perhatian, tulisan ini tidak ditulis dari pengalaman orang yang pernah melakukan skripsi, tapi tugas dan pekerjaan secara umum)

Jangan pernah menunda melakukan sesuatu tanpa rencana yang matang. Hal itulah yang sekarang saya pelajari dengan susahnya. Seperti yang kalian tahu bahwa akan sangat sulit untuk mengubah perilaku diri sendiri sebagai pribadi yang sebenarnya "kurang bertanggung jawab" menjadi pribadi yang benar - benar bertanggung jawab. Mengapa hal tersebut akan sangat susah untuk diubah? Seberapa burukkah perilaku menunda - nunda itu?

Mari kita contohkan sedikit saja mengenai ini. Semisal kita ingin mengerjakan sebuah pekerjaan  yang membutuhkan dedikasi yang sebenarnya tidak seberapa berat, contohnya mengerjakan PR perkuliahan. Dan dengan mudahnya kamu akan mengatakan "besok akan saya kerjakan soalnya hari ini kayaknya lebih cocok buat jalan - jalan", Pada kenyataannya menunda pekerjaan membuat kita tenang, Mengapa? Karena saat kita mengatakan hal tersebut, pikiran kita menjadi tenang. Karena kita telah melepas sebuah tanggung jawab, meletakkannya di pundak diri kita yang hidup besok(alias masa depan).

Saya tidak sengaja menemukan sebuah artikel di Medium.com tentang How To Go From Procrastinate Hero To Procrastinate Zero dan menemukan bahwa memang di jaman modern ini menunda - nunda pekerjaan sudah menjadi sebuah hal yang kita lakukan secara tidak sadar. Hal tersebut bisa berasal dari Smartphone kita masing - masing, Mulai dari game online di android, aplikasi social seperti facebook, twitter, path dan dengan adanya teknologi internet berkecepatan tinggi seperti teknologi 4G, kita telah menambah konten - konten hiburan seperti video dari aplikasi seperti youtube sebagai daftar aplikasi yang harus dihindari jika kita tidak ingin membuang waktu kita yang masih berharga di depan layar smartphone kita.


We’re flooded with information, distractions, opportunities, etc. All that stuff causes a lack of clarity. There’s just too much stress on our attention.
And that makes it impossible to get work done.
And if you want to achieve anything in life, there’s only one thing that can make that happen: WORK.
Darius Foroux -medium.com


Terlalu banyak infromasi, dan gangguan. Pada saat yang sama kita melihat banyak peluang untuk berhasil. Dengan adanya orang - orang yang sbanyak memberikan ilmunya secara gratis hanya dengan mencarinya dengan kata kunci yang kita tahu di google dan kita bisa mendapatkan apa yang kita mau. Dan hal tersebut adalah hal yang sebenarnya bagus.

Tapi banyaknya informasi bukannya membuat kita semakin bijaksana dalam menyingkapi suatu masalah. Sebagai contoh mungkin anda yang pernah kuliah atau yang saat ini sedang kuliah pasti akan mendapatkan tugas berupa pembuatan makalah dan pembuatan presentasi. Anehnya, dengan informasi yang bisa didapat di ujung jari dengan mudah, anda mungkin hanya akan menjiplak dan menyalin kata - kata dari sebuah blog dengan mudah dan mungkin tanpa di edit sama sekali untuk diletakkan di dalam makalah masing - masing tanpa proses "mikir". 

Atau mungkin belum lagi anda akan menyalin beberapa buah kalimat dari blog yang anda salin dan meletakkannya pada presentasi anda dan dengan bangga mengatakan, tugasku sudah selesai. Namun saat maju ke depan untuk menjelaskan tentang presentasi anda, anda hanya menoleh kebelakang dan membaca apa yang sudah ada di kerangka presentasi secara utuh seperti anak SD yang disuruh membaca bergantian oleh gurunya.

Iya, memang sekarang kemudahan ada di depan mata anda. Kemudahan yang anda ciptakan sendiri karena mungkin anda sadar akan kemudahannya. Dari menunda - nunda pekerjaan, mengerjakannya dengan kebohongan dan  menggampangkan semua prosesnya karena anda anggap semua hal itu tidak penting.

Saya dulu sudah melakukannya dan saya rasakan dampaknya . Anda pun melakukannya dengan mudahnya dan merasakan dampak "yang baik" untuk saat ini. Tapi bagaimana jika nanti anda dimintai pertanggungjawaban di masa depan. Sekarang, anda mendapatkan nilai A+ di setiap tugas anda. Dosen menyukai anda. Tetapi bagaimana jika di suatu waktu anda mendapat tanggung jawab besar yang tidak pernah kalian inginkan kedatangannya? misalnya skripsi.
 


Skripsi punya tingkat stres yang tinggi. Mungkin penyebabnya tidak lain adalah karena semua hal yang harus dilakukan dengan rencana yang matang sedangkan orang yang menunda - nunda biasanya menunda untuk melakukan rencara sampai besok pagi (dan besok pagi akan mengatakan hal yang sama) terus menerus.

ada beberapa kejadian mahasiswa bunuh dosennya karena salah paham, mahasiswa yang bunuh diri karena stres. Berikut beberapa berita tentang hal tersebut

  1. Cekcok soal Skripsi, Mahasiswa Bunuh Dosennya
  2. Mahasiswa Bunuh Diri, Diduga karena Skripsi Ditolak dan Putus Cinta
Kenapa hal itu terjadi? 

Mudah sekali bagi kita untuk mengatakan "mungkin karena stres" atau "gak kuat menghadapi perkuliahan". Tapi permasalahannya tidak bisa dijawab semudah itu, karena mungkin bukan stres yang bermasalah bagi mereka. Yang menjadi masalah dari mereka adalah karakter mereka.



Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Karakter - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

https://id.wikipedia.org/wiki/Karakter

Karena karakter adalah penopang akal perilaku manusia. Tugas yang anda kerjakan di setiap mata pelajaran dan setiap presentasi yang anda tunjukkan bukanlah hal yang tidak berguna. Hal itu sedikit demi sedikit membentuk karakter anda, cara anda mengolah waktu, dan keberanian anda untuk mengungkapkan pendapat dengan berproses kreatif menulis dengan cara pandang anda.

Hal itu tidak akan dapat didapat dengan mudah hanya dengan satu malam. Kebiasaan mencontek, dan menunda waktu dan menyalin tulisan/opini orang lain secara mentah - mentah bukannya akan membuat anda rajin dan disegani orang lain. Melainkan membuat anda malas untuk melakukan sesuatu. Dan kemalasan itu akan melekat pada anda terus - menerus sampai anda berani mengubahnya.

Saat kamu malas dan menggampangkan sesuatu dengan mudah, maka seperti itulah karakter kamu. Di dalam benak pikiran anda, saat anda mendapat tugas dari dosen, anda akan membayangkan diri anda adalah seseorang yang dapat melakukan semua hal dengan mudah. Semua tugas makalah, belajar dan tugas kelompok bisa dengan lancar anda selesaikan. Tapi di dalam kehidupan nyata, anda tidak pernah benar - benar melakukannya dan terus menundanya.

Dan pada saat skripsi di mulai, anda tidak siap dengan beban tugas yang terlalu berat. Karena memang sebelumnya anda tidak pernah melakukan tugas - tugas dengan beban yang lebih kecil dulu. Disinilah tekanan dan stres muncul. Anda tertekan karena anda tidak tahu harus melakukan apa. Anda tidak tahu bagaimana berproses dan memulai dari nol, anda tidak tahu susahnya mengerjakan makalah dan presentasi dengan jujur.

Kita terlalu terpaku pada hasil dan budaya pendidikan kita pun seperti itu. Saat sekolah maupun saat kuliah, nilai yang ditanamkan selalu saja sama. Bahkan ada beberapa oknum guru yang saya tahu malah menyuruh muridnya "boleh contekan asal gak berisik".

Kita terpaku pada hasil dan tidak menghargai proses dan kerja keras. Karena itulah kita lebih memilih mencontek dan mencomot tulisan dan hasil kerja orang lain dari pada mengerjakannya sendiri. Kita tidak terbiasa untuk berpikir keras dan merasakan susahnya berusaha. Dan akhirnya saat skripsi dimulai, kepala kita jadi penuh kebingungan dan akhirnya dapat meledak karena tekanan. Seperti 2 berita di atas.


Sebenarnya tidak masalah saat kamu harus gagal dalam mengajukan judul untuk skripsi atau pada prosesnya. Jujur saya sendiri hanya kuliah 2 semester sebelum akhirnya memilih untuk keluar karena alasan tersendiri. Tapi justru karena keluar dari perkuliahan inilah akhirnya saya tahu apa yang harus saya lakukan. Karakter pantang menyerah dan determinasi kita lah yang harus kita pupuk. Kita harus "MIKIR KERAS" dan terbiasa dengan hal itu.

banyak yang mungkin lupa bahwa mereka mungkin terlalu mempermasalahkan kapan lulus kuliah dan menganggap mahasiswa yang telat lulusnya adalah orang - orang yang gagal. Ijazah S1 tidak akan membuat kita menjadi pengusaha sukses, pribadi yang sukses dan pantang menyerah. Karakter kitalah yang menentukan. Jangan harapkan kesuksesan di dalam tanggung jawab besar akan muncul begitu saja tanpa kerja keras dari level terkecil.

Karena mau tidak mau, saat kamu melamar pekerjaan dengan gaji yang tinggi dan mendapatkan pekerjaan dengan title sarjana kamu. Kamu tidak mungkin hanya bekerja tanpa menggunakan otak anda. Anda akan dituntut "MIKIR" karena ijazah kamu dan nilai yang tercantum di dalamnya.


Saturday, November 12, 2016

Segera Lakukan Yang Kamu Inginkan Dan Berhenti Untuk Jadi Sempurna Dan Menunggu Waktu Yang Tepat

Seberapa cepat sih perubahan itu? Mungkin kita bakalan beroikir terus menerus tentang cara "gimana sih agar Hidup Gue bisa berubah?". Jawabannya adalah tidak ada jalan pintas yang mudah. Beberapa dari kita mungkin terlalu memikirkan konsekuensi yang akan terjadi di saat kita terjun dan memilih untuk melakukan perubahan, Namun akhirnya malah hanya berhenti di tahap yang kita sebut "MIKIR KERAS". 

Boleh - boleh saja memikirkan semua konsekuensi yang akan menimpa kita, tapi apakah hanya dengan berpikir maka semua konsekuensi negatif yang akan terjadi saat kita membuat pilihan akan hilang begitu saja. Dunia ini bukan game atau film yang akan memberikan sebuah klimaks, permasalahan dan penyelesaian dengan begitu indahnya hanya dengan berpikir. Masalah - masalah yang muncul dan keberhasilan setelahnya tidak datang sendiri dengan indahnya. Jadi segera lupakan hal ini sekarang juga. Ini adalah kehidupan yang sebenarnya.

Dari kecil pribadi gue yang rapuh dan suka mengkhayal ternyata terbayar sudah. Hidup di sekitar gue mudah, yang dalam arti sebenarnya adalah tidak ada masa - masa yang benar - benar sulit yang membuat hidup gua berubah karena keadaan sulit yang terjadi. Terlalu banyak berpikir tentang konsekuensi yang terjadi dan lupa untuk segera bertindak.

Dari kesempatan untuk ikut dalam lomba, diperhatikan guru karena mereka merasa gue ini pintar (yang sebenarnya enggak) dan mengetahui berbagai macam hal beberapa tahun terakhir setelah kelulusan gue dari Sekolah Menengah Kejuruan.

Hidup tidak akan berubah dengan sendirinya jika kita tidak bertindak untuk berubah. Rasa percaya kita terhadap rasa minder dan kekurangan kita menyebabkan hal itu terjadi. Boleh jadi meskipun pada saat ini seorang pengusaha sukses memberikan kekayaaannya padamu dengan alasan yang tidak masuk akal seperti "aku udah bosen hidup seperti ini" atau "kayaknya Loe orang asing yang pantas menerima ini semua" tidak akan merubah keadaan kita jika pola pikir dan mindset kita masih tetap sama.

Apa daya uang yang menggunung di depan rumah saat ini jika kita tetap pada rutinitas kita sehari - hari dan tidak mau keluar dari zona nyaman. Perubahan itu akan menyakitkan setiap otot, sendi dan pikiran kita. membuat stres dan bahkan kita akan merasa harus berhenti saat ini juga. Kenapa gue katakan ini? karena gue merasakannya setiap waktu. Dari kesempatan untuk jadi terbaik di kelas di waktu SMP dan SMK sampai kesempatan emas untuk berubah di saat mendapatkan karir yang lebih baik saat berkerja dulu, semua aku tolak secara tidak sadar.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

Jawabannya adalah karena kita belum siap dan itu bersumber dari kedewasaan mental kita masing - masing. Kita tidak siap karena tidak ada yang mengajarkan kita tentang kesiapan. Kedewasaan tidak bisa di ukur dari seberapa tua diri kita. Mereka datang saat kita sudah merasakan berbagai masalah yang muncul dan kita siap saat menghadapinya. Di sisi lain saat kita menghindar dan merasa tidak siap atau takut, maka semua kesempatan yang ada hanya menjadi hujan yang jatuh dari langit ke tanah di gurun pasir dan kita tidak mempunyai wadah untuk meletakkan air - air tersebut untuk kita simpan dan minum.

Tapi itu tidak bisa menjadikan alasan bagi diri kita untuk berkembang kan?

Coba kita lihat perumpamaan di atas. Coba bayangkan stiap orang di dunia ini hanya butuh beberapa tetes air minum untuk hidup tapi merasakan rasa haus yang luar biasa yang hanya bisa di hilangkan dengan meminum beberapa gelas air. Bayangkan jika sebagian orang di dunia ini adalah orang yang tersesat di gurun pasir yang luas tanpa air kecuali yang turun dari langit. Tanpa sungai, sumur dan semua sumber air seperti oase. Lalu kita umpamakan keadaan kita saat lahir adalah dari jumlah barang yang kita miliki. Orang yang hidupnya punya banyak kesempatan kita umpamakan sebagai orang yang berada di gurun pasir dengan semua perlengkapan untuk hidup, dari rumah, tenda,kamar tidur, gelas, atau bahkan bak untuk menampung air. Sedangkan orang yang miskin hanya mempunyai pakaian yang mereka kenakan untuk menutupi tubuh mereka dari sinar matahari.

lalu, bagaimana kita bisa keluar dari permasalahan kemarau, lahan tandus dan ketiadaan air ini?

bagaimana kita akan keluar dari permasalahan ini?

Hujan yang tidak tahu kapan akan datang dan satu - satunya hal yang membuat kita hidup adalah barang - barang yang kita miliki. bagaimana kita akan merubah hidup kita jika kita tidak tahu harus melakukan apa untuk bertahan di dunia yang keras ini?

Untuk orang kaya yang mempunyai bak untuk menampung air, mereka punya kesempatan untuk bertahan hidup lebih baik. Tinggal menunggu hujan untuk turun dan menyediakan bak yang ada untuk menampung semua air yang jatuh. Semakin banyak yang ditampung akan semakin bagus dan dia tidak akan punya masalah dengan hal itu.

Bagaimana dengan orang miskin yang hanya mempunyai baju untuk dikenakannya? bagaimana dia bisa hidup?  Dia akan menampung semua air yang jatuh dengan pakaiannya. Berani untuk telanjang agar dapat menyediakan tempat bagi banyaknya air hujan yang jatuh ke tanah untuk jatuh tepat di atas pakaiannya yang dapat menyerap air tersebut. Sedemikian jauhnya perbedaan si kaya dan si miskin.

Tapi Hujan tidak datang setiap hari. Pasti akan datang dimana akan ada waktu dimana kemarau panjang akan datang dan sekaya apapun kita, kita pasti akan jatuh dan menangis, merintih karena rasa haus dan dahaga yang bergitu besar. Dan hal itu bukan hal yang baik.

Kaya atau miskin. Maka tidak ada jalan lain selain berusaha keluar dari gurun pasir. Si miskin dengan pakaian lusuhnya akan terus berjalan ke tempat yang baru terus - menerus. berjalan ke arah yang dia percayai akan ada perubahan. Menemukan oase atau bahkan sebuah sungai yang sangat besar yang dapat membuatnya hidup untuk waktu yang lama. Tapi itu mungkin tidak akan pernah terjadi jika dia hanya berada di tempat yang sama karena merasa air hujan yang turun di tempat yang lain tidak akan sebanyak yang diterimanya saat ini.

Saat kemarau datang, Si Kaya pun akan kesusahan dan semua barang yang dimilikinya tidak akan pernah membantunya jika dia tidak mau keluar dari zona nyaman miliknya. Ketika air tidak akan pernah turun, maka kematian hanya menunggu waktu. Jalan satu - satunya adalah keluar dan mencari tempat baru, merasakan sakit dan pahitnya kehidupan di luar zona nyamannya.

Lihat saja krisis tahun '98 yang dialami indonesia, sebuah kemarau yang tidak bisa ditangani sebagian besar orang, baik yang kaya maupun yang miskin.Pengangguran, inflasi, dan perekonomian yang jatuh. banyak orang mengalami kenestapaan dan kebangkrutan. Akankah kita menunggu hal paling buruk mendatangi kita? Jalan satu - satunya adalah keluar dari zona nyaman kita masing - masing dan berusaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan di hidup kita.

kali ini bisa kita simpulkan bahwa meskipun kita kaya atau miskin, hidup akan susah pada waktunya. Bukan karena keadaan kita, tapi karena kita tidak mau untuk keluar dari zona nyaman yang ada. Gue berkata sedemikian rupa karena gue merasakan hal ini, bukan dalam skala global seperti krisis yang di alami indonesia, tetapi krisis dalam diri gue yang menuntut gue untuk bertindak. Bosan dan jenuh akan segala hal yang ada dan merasa tidak hidup dengan bebas seperti manusia selayaknya. Terkekang oleh keterbatasan dan ingin untuk bebas.

Jika kita menunggu waktu yang tepat, maka waktu yang tepat itu adalah saat kita merasakan penyesalan. Dan pada saat itu, akan sulit untuk bangkit. bahkan untuk bertahan dalam keadaan termotivasi dan positif juga butuh perjuangan ekstra.  Jadi jangan tunggu waktu yang tepat, karena keadaan bisa lebih buruk dari keburukan yang kita terima sekarang.

lakukan yang kamu inginkan sekarang dan hal itu adalah Motivasi paling baik. Pikirkan akan jadi apa kita nantinya jika menunggu tua dan menyesal tidak pernah melakukan apa yang kita inginkan. Pikirkan seberapa menyesal kita jika kita menunggu orang yang kita suka dan cinta sepenuh hati meninggalkan kita dan memilih orang lain hanya untuk tahu apakah kita benar benar mencintai dia (yang terakhir ini kelihatannya agak terlalu dalam :P  ).

Kita bakal merasakan kegagalan, selalu ingin berhenti dan bahkan merasa malas. Hal itu tidak bisa dihindari. Tapi ketelatenan kita dan disiplin kita dalam berbuat pasti akan terbayar. Hal itu tidak bisa didapatkan hanya dengan bekerja keras semalaman seperti saat kita belajar satu buku penuh karena besok akan ada ulangan karena sebelumnya belum pernah belajar. Yang ada adalah nilai jelek dan jawaban penuh contekan. Hal apa yang bisa dibanggakan dari itu semua?

Jadi begitulah kehidupan. Jika kita ingin sesuatu, maka lakukan. Jika kita ingin berhasil, maka lakukan semua hal yang dibutuhkan sekarang. Rencanakan dan gali ide - ide baru. Dan yang terpenting lakukan. Hal itu yang membuat kita si miskin berada tepat sejajar dengan si kaya, seberapa kaya pun mereka. Karakter dan semangat untuk maju. Dan mungkin kita akan mendapat lebih banyak dari kerja keras kita, suatu saat nanti.


 "DROPOUT WILL BEAT GENIUS THROUGH HARDWORK"


Orang yang putus sekolah ( atau bagaimanapun buruk keadaannya) akan dapat mengalahkan seorang yang jenius jika dia berkerja keras. Itu adalah hal yang gue tangkap dari kata-kata  ini. Tidak perlu menunggu waktu yang tepat kan? Karena bagi pekerja keras, setiap detik itu sangat berharga.

Sunday, October 30, 2016

Pembeda Antara Orang Bodoh dan Orang Pandai

Timbul beberapa pertanyaan yang akan selalu kita kaitkan dengan hidup kita, saat kita melihat masa lampau yang mungkin terlalu kelam untuk dijelajahi. Tapi semua yang anda rasakan belum tentu salah. Menilai seseorang dan termasuk menilai diri anda sendiri berdasarkan masa lalu yang anda lalui bukan sesuatu yang baik. Ingatlah bahwa sedekat apapun masa lalu yang anda renungkan, entah itu satu jam yang lalu maupun sedetik yang lalu, anda tidak akan bisa mengubahnya.

Apakah kita mampu melangkah ke depan dengan semua kesalahan yang pernah terjadi di hidup kita masing - masing? akankah kita dapati cara mengurangi penderitaan dan memotivasi diri dengan bermimpi untuk masa depan kita masing - masing?

Tutur kata yang buruk dan catatan kriminal di masa lalu tidak bisa menjadi patokan akan bagaimana kita kelak di masa depan. Mungkin memang benar bahwa terbentuknya pribadi dan pola pikir kita masing - masing tidak lain karena semua hal yang pernah kita alami di masa lalu, tetapi tidak boleh serta merta menjadi pembenaran bahwa masa depan kita sudah sesuram masa lalu kita.

Jika anda berpikir dengan jernih, anda bisa berubah saat ini juga. Mempertanyakan semua sifat buruk anda dan mengubahnya sedemikian rupa. Memang bukan hal yang mudah melalui dan melakukan semua hal yang saya katakan ini, karena tidak akan ada orang yang berhasil pada langkah pertama. Anda akan menemui masalah dengan kepribadian anda sendiri, entah dari kemalasan, dan sulitnya mengubah kebiasaan yang secara otomatis anda lakukan tanpa harus berpikir utuk kedua kalinya.

kebiasaan merupakan sebuah pengetahuan yang sudah menggumpal jadi keras. Seperti batu ginjal pada setiap orang yang sakit, karena kotoran yang menumpuk dan kurangnya pembiasaan untuk minum dengan jumlah banyak, akhirnya kotoran - kotoran dalam badan kita jadi mengkristal.

Jadi jangan salahkan diri anda sendiri bila anda melalui semua itu dengan kegagalan terus menerus, karena itu hanya sebuah awal. Coba tengok Gergaji dan Kayu, tidak mungkin anda memotong sebuah balok kayu menjadi dua hanya dengan menggoreskan sisi tajam gergaji di balok kayu tersebut sekali saja. Anda harus mengulanginya dan melakukannya berkali - kali secara konsisten ke depan dan ke belakang secara bergantian. Semakin tebal balok kayu tersebut, semakin lama pula anda harus mengayunkan gergaji anda. Tapi lama - kelamaan kayu tersebut pasti terpotong menjadi dua.

Lain lagi jika anda hanya ingin berhenti karena tangan anda merasa lelah.  Jika anda berhenti saat baru memulainya, maka hanya goresan kecil yang akan nampak di balok kayu tersebut. Itu bisa berarti anda hanya semangat di awal - awal saja, semangat anget - anget tai ayam.

Jika ana berhenti di tengah jalan dan menyerah, berarti anda hanya memotong setengah dari yang seharusnya anda potong. Anda berhenti dan ingin menjualnya balok itu kepada orang lain saja, tapi kebutuhan orang lain pun pasti berbeda, mungkin ukurannya yang kurang panjang dan sisi yang sudah anda potong sebagian itu menjadikannya tidak berguna. Bayangkan kalau anda belajar untuk membuat kue, tapi baru bikin adonannya saja. Lalu anda tidak termotivasi untuk meneruskan karena merasa lelah dan kepanasan. Siapa pula yang inginmemakan adonan mentah anda? memberikannya kepada tetangga juga salah besar, karena mungkin akan merusak citra anda di mata tetangga karena anda memberikan baraang sisa.

Yakinkan saja, kalau sudah masuk dan mengeluarkan uang untuk menginvestasikan mimpi - mimpi anda, anda pasti berhasil. Meskipun anda lelah dan tidak ingin melanjutkan, pasti di lain hari di saat orang lain melakukan hal serupa dan berhasil, anda akan merasa kesal. Karena hal itu bisa anda lakukan, anda sudah pernah mencoba, tetapi berhenti di tengah jalan.

Masukkan saja kata - kata konsisten, rajin, dan berinovasi di setiap percobaan ke dalam kamus anda. TIdak perlu hal lainnya. Cepat atau lambat, anda pasti bisa melakukannya. Meskipun anda sebenarnya membenci hal yang anda lakukan, anda tetap saja akan menguasainya jika anda melakukannya terus - menerus.

Jika anda tidak percaya rumus ini, saya tantang anda menbaca satu buku yang anda tidak suka (misalnya Novel) sebanyak 10.000 kali. Suka tidak suka, yang terjadi adalah anda akan benar - benar menguasai dan tahu cerita dan alurnya. Atau anda mencoba untuk melakukan lari sepanjang 10 kilometer setiap hari. Awalnya anda akan merasa terengah - engah dan mungkin hanya bisa berjalan di 3/4 jumlah lintasan. Tapi jika anda melakukannya setiap hari, lari dan lari terus menerus. Dalam 6 bulan anda akan mempunyai cukup tenaga untuk lari sepanjang track yang anda lalui tanpa istirahat.

konsistensi, atau lebih tepatnya disebut disiplin. Sebuah kata yang merupakan jembatan untuk mengalahkan kebodohan dan ketidakmampuan. Semakin sering anda melakukan hal - hal yang ingin anda kuasai, semakin cepat pula anda mampu melakukannya di luar kepala. Jika anda merasa bodoh dalam pelajaran, sekolah, ataupun pekerjaan, dan tidak mampu melakukannya dengan baik. Tidak ada cara lain bagi orang - orang bodoh seperti kita untuk melalui dan mengalahkan semua hal itu selain memikirkannya terus menerus, bertanya kepada orang lain yang mengetahuinya dan mencatatnya "terus - menerus", serta mempraktekannya terus menerus agar kita dapat menguasainya.

Hanya soal waktu, sebelum kita menguasainya. karena disinilah pembeda orang yang pandai dan bodoh yang merupakan sebuah ungkapan untuk membedakan antara pekerja keras yang konsistern dan pemalas. Karena saat anda menguasai apa yang anda pelajari, maka anda akan disebut pandai dalam hal tersebut, jika anda tidak mengerti apa - apa tentang hal tersebut, maka anda bodoh tentang hal tersebut

Friday, October 28, 2016

Sisi Baik dari sifat menunda - nunda Tugas, Pekerjaan & Memulai Usaha


Ketika kita mencoba melihat dunia, maka akan ada sudut pandang, dimana kita akan melihat semua nilai-nilai. Dan semua hal tentang bagaimana kita melihat dari sudut pandang kita masing - masing tergantung dari bagaimana keadaan sosial kita, lingkungan kita, keluarga kita, teman - teman kita, budaya yang kita anut dan mungkin dari bagaimana dunia melihat kita.

Semua hal tentang sudut pandang ini bisa jadi menjadi sumber kesalahpahaman yang sebenarnya akan sangat mudah diselesaikan bila keduanya sama - sama tahu tentang sudut pandang lawan bicaranya. Tapi apakah hal itu mungkin ?

Kita bicara mengenai sudut pandang, dan dalam sudut pandang orang - orang tertentu akan sangat dimungkinkan adanya budaya anti-critic. Mungkin dalam keluarga, atau dalam kelompok belajar bersama di sekolah dan bahkan kerja. Ketika hal itu terjadi, apa yang akan anda lakukan?

Saya tidak bisa memberi solusi, karena anda mungkin tahu bahwa jawaban umum yang akan dibeberkan oleh setiap tulisan yang anda baca adalah "berusaha berbicara dan bermusyawarah untuk saling terbuka". 

Bagaimana jika saya katakan bahwa anda harus berani menentangnya?
Hal yang mungkin kita tahu adalah bahwa di setiap kelompok yang bermusyawarah dengan orang - orang ini akan selalu mendapat tempat di dalam ide yang sedang dimusyawarahkan. Di akhir cerita yang terjadi adalah idenyalah yang akan keluar sebagai pemenang dan ide - ide lainnya menjadi bumbu - bumbu manis di dalam idenya.

Jika anda sedang makan soto, maka kecap jadi bumbunya. Jika ditambah sambal akan jadi soto yang pedas. Tetap saja bahwa makanan yang akan muncul akan tetap jadi soto. Jika ingin membuat diri anda berarti dalam sebuah musyawarah, maka kemukakanlah bahwa idenya sudah biasa, anda harus berani mengungkapkan pendapat dan mengubah semua hal yang jadi bumbu dasarnya. Tidak perlu menghilangkan idenya secara langsung, rombaklah dengan sedikit demi sedikit. Hilangkan dulu kuahnya dan bumbunya, sisakan hanya dagingnya. Campurkan bumbu lain misalnya  rujak, maka idenya menjadi milik anda dan lahirlah rujak soto versi anda.

Kalau dibawah ini pengertian rujak soto masakan khas banyuwangi. menurut id.wikipedia.org:

Rujak Soto adalah masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini merupakan paduan unik antara rujak sayur dengan soto, bisa soto daging (daging sapi) atau sato babat. Bahkan ada yang memadukan dengan soto ayam atau soto ceker (kaki ayam), ini biasa dilakukan sebagai alternatif ketika ingin menikmati rujak soto tetapi harga daging sedang melambung.
Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut dagingnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya. Rujak soto kadang disajikan dengan es temulawak.

Semua ide di dunia ini, dari pemikiran dan makanan sebenarnya terkait antara satu dan lainnya. Tidak ada ide murni yang datang langsung dari langit. Mereka yang berinovasi belajar dari sekitarnya dan memadupadankannya, dan lahirlah hal baru.

Jadi bagaimana kita mengubah sebuah persepsi diri kita sendiri di saat kita tahu bahwa kita adalah satu dari sekian juta orang yang tidak bisa di motivasi ataupun di rubah dengan nasehat orang lain. Di saat anda mengerti tentang hal itu, maka anda tahu bahwa tidak ada orang di dunia ini yang akan mampu mengubah pandangan anda terhadap dunia dan cara anda berpikir diatasnya.

Kita tahu kita bodoh dan mendapat nilai jelek di sekolah. Kita tahu bahwa mencontek juga merupakan perbuatan curang dan kita tahu bahwa hal - hal yang buruk dilarang oleh agama. Tapi bagaimana kita bisa berubah disaat semua hal tersebut sudah kita ketahui dan kita tetap melakukan hal yang sama, kesalahan yang sama, dan terus berkata "nanti saja".

Saya sendiri bukan orang yang menguasai hal ini, dan bahkan banyak keburukan saya yang masih belum bisa saya hapus. Kata - kata motivasi sepertinya hanya jadi hiasan sehari - hari saja. Tapi bagaimana jika merubahnya dengan cara yang tidak biasa?

Sebuah contoh mungkin bisa sedikit mempermudah masalah ini. Coba lihat lagi cerita di atas mengenai Rujak Soto. Secara harfiah itu masih tetap soto, tetapi ada hal lain yaitu rujak. Kita mencoba mengolah cara berpikir kita dengan memasukkan sebuah trik yang akan membuat diri kita menyadari bahwa kita sebenarnya tidak berubah, tetapi kita berubah di dalamnya.


Saat kita menunda untuk melakukan sesuatu, kita selalu berpikir bahwa menundanya akan membuat hidup kita lebih mudah dan jauh lebih tenang kan? Menunda tugas, menunda untuk membuat proposal, atau menunda untuk memulai berwirausaha karena belum ada modal yang mencukupi.

Bagaimana jika kita mengubah padanan kata di atas. Kita tidak akan berhenti untuk menunda, justru kita akan malah menundanya. Contoh kalimatnya adalah

"Saya menunda untuk menunda - nunda membuat skripsi", 

"Nanti saja menunda buat proposal, lagi nanggung ada ide, keburu lupa, tak kerjain sekarang saja.", 

"Gua gak pengen coba usaha, karena susah dan butuh banyak modal. Tapi Gua mau menunda buat jadi karyawan, mumpung masih muda coba coba usaha dulu saja."
 Cara kita berpikir dalam sudut pandang baru membuat kita mendapat hal baru. Saya suka dengan menunda - nunda sesuatu, tapi karena semua kata motivasi sudah gak mempan, kenapa tidak coba hal baru saja?

positif dikalikan negatif hasilnya akan menjadi negatif, sedangkan NEGATIF dikalikan NEGATIF bisa menjadi positif. Ini ilmu rumus mutlak di matematika. Maka tidak salahnya pemahaman baru ini di aplikasikan di kehidupan kita.

Pengedar pun (negatif) butuh kepercayaan (positif) pengedar lainnya untuk bertransaksi narkoba. Karena jika tidak percaya, tidak mungkin transaksi tersebut terjadi kan? (negatif)

Sunday, October 23, 2016

Mendoktrin Diri Sendiri: Sukses Tanpa Kerja Keras

 Salah satu tahapan dari memulai kesuksesan adalah kerja keras. Namun kerja keras bisa sangat menyengsarakan dan membosankan. Yang orang lain tahu, maksud saya adalah orang - orang yang belum pernah bekerja keras, dan orang lain yang menginginkan kekayaan tanpa melalui masa - masa sulit adalah keberhasilan kita.

Mereka tidak peduli sedikitpun tentang kerja keras kita. Tidak menginginkan bahkan untuk tahu. Sesekali pertanyaan tentang apa yang kamu kerjakan selama ini hanya sebagai bualan belaka. Nyatanya mereka senang dengan kehidupan mereka. Mereka menikmati dengan menghambur - hamburkan uangnya. Mereka ingin kaya, tetapi mereka tidak mau menyisihkan uang untuk kebutuhan belajar dan investasi yang terkait dengan itu.

Maka dapat saya katakan, jangan terpancing dengan perilaku mereka. Karena manusia diciptakan berbeda dan dari latar belakang berbeda juga. Pasti ada alasan mengapa mereka bisa mendapatkan kesempatan lebih baik dari kita. Kesempatan untuk mendapat pendidikan yang lebih baik, guru yang lebih baik, bahkan tempat tinggal yang lebih baik. Dan yang paling membuat saya iri adalah  cara mereka berpikir.

Pernahkah kalian melihat seseorang yang mungkin dalam sudut pandang kalian tentang "Gimana Loe bisa kepikiran itu?" 

Setelah semua yang saya lalui, saya selalu berpikir "kenapa mereka mendapat kesempatan yang lebih baik?" Mungkin karena Kedewasaan yang lebih dulu muncul beberapa tahun lebih awal dari saya sendiri. Saya ragu untuk melangkah karena merasa terlalu bodoh untuk melakukan apapun. Kalian pasti pernah merasakan hal itu.

Setiap langkah yang kita ambil menentukan cara berpikir dan pengetahuan kita di masa depan.
 Akan sulit untuk mengeri tentang orang lain. Karena sudah menjadi kodrat bagi manusia bahwa kita hanya tahu terbatas pada apa yang langsung kita lakukan, rasakan, dan alami setiap hari mulai dari lahir.

Tidak perlu profesional atau filosofis untuk memahami ini. Memang akan butuh waktu berbeda - beda bagi masing - masing bagi kita untuk mengerti tentang hal ini. Tapi memang benar bahwa kita perlu orang lain untuk membimbing kita untuk mengetahuinya. Karena pada saat kita masih dalam masa - masa pendidikan, pikiran kita cenderung masih sama.


Sekarang kedewasaan sudah memasuki kita, saat dimana mungkin pekerjaan sulit untuk didapatkan. Mungkin anda sekarang berusia 45 tahun, 34 tahun, atau seperti saya yang baru memasuki 23 tahun. Jika kita selalu menyesali nasib kita, maka sebenarnya tidak akan ada gunanya bagi kita. Yang kalian perlukan adalah KERJA, KERJA dan KERJA. Begitu pula dengan saya sendiri.

"Kerja yang bagaimana?"

"Jangan pernah kerja Keras!!!!"

Jangan kerja keras dengan mengandalkan otot. Kalau cuma otot buruh dan kuli setiap hari juga kerja keras. Ngebut di jalan raya demi mempersingkat waktu juga bisa di kategorikan dengan kerja keras. Kerja keras ini adalah dengan kerja dengan otak, kerja cerdas. Cobalah untuk memulai berinovasi, melakukan apa yang kalian inginkan. Jika kalian ingin pandai bermain gitar dan menjadi Rock Star, maka tidak ada cara lain selain meluangkan waktu untuk berlatih. Saat anda suka menulis seperti saya, maka tidak ada cara lain untuk berlatih selain meluangkan waktu lebih banyak untuk menulis. Kalau ingin berbisnis, maka mulailah bertanya, mencari di google tentang bisnis. Intinya mulailah dengan hal - hal sederhana yang kalian tahu, pelajari dan luangkan banyak waktu untuk itu.

Saya sendiri seorang super introvert dan tidak bisa diganggu orang lain. Saya menyadari bahwa kerja keras secara fisik hanya akan membunuh saya secara perlahan karena Hernia saya dan tubuh saya yang menurut orang tua saya lemah. Jadi saya memutar otak, saya tahu tentang multimedia, komputer, programming dan Googling. Sebenarnya saya suka jika ini dijadikan pekerjaan karena saya tidak terlalu pintar. Tapi saya tidak punya pilihan lain.

Akhirnya saya mencoba Kuliah, namun karena saya tidak terlalu pintar dan tidak punya waktu yang cukup untuk belajar, maka saya memutuskan untuk keluar. Bukan untuk menyerah, tapi sekarang saya hanya ingin berjalan di jalan yang saya tahu jalannya, belajar dan berlatih menurut versi saya sendiri dan berhenti takut dengan ijazah SMK saya yang ilmunya sudah usang dan sepertinya hanya berfungsi sebagai "syarat" untuk melamar kerja.

"Pernahkah kalian berpikir bahwa dengan hanya bermain gitar, anda bisa kaya?"

Tentunya mungkin tidak, karena yang kita lihat sehari - hari hanya pengamen yang memegang gitar. Dan musisi - musisi yang terkenal alias artis. Melihat ke atas mungkin akan menyilaukan karena sangat sulit untuk mencapai itu semua tanpa kenalan di sana dan tentunya kemampuan dalam bermain gitar, paras yang rupawan, dan punya suara yang merdu.

Tapi semua hal itu sekarang bisa diatasi dengan mudah. Mudah dalam artian bila kalian dapat menguasai gitar seutuhnya, melakukan hal - hal yang mungkin di luar bayangan mereka. Contohnya adalah yang satu ini.





Sekarang hal - hal yang harus kalian lakukan adalah mulai dari apa yang kalian tahu dan kalian impikan. Saya belum mencapai tahap seperti ini, tapi saya tahu ada tahapan seperti kerja keras dan meluangkan waktu lebih untuk mendapatkan kemampuan seperti ini. Setelah itu Upload video di youtube, berkenalan dengan musisi lain, berkolaborasi menciptakan musik. Mungkin anda bisa mendapatkan kerja yang lebih baik.Atau mungkin anda dapat membuat konser anda sendiri.

Saya membagikan pemikiran saya ini, karena saya tahu bahwa tidak ada orang bodoh di dunia ini. Kita hanya tidak tahu bahwa ada kesempatan diantara setiap detik dalam hidup kita. Kita hanya tidak tahu bahwa dengan berlatih setiap hari dan meluangkan waktu untuk melakukan segala pekerjaan yang kita cintai kita bisa menjadi lebih, bahkan dapat mendapat penghidupan yang lebih baik.

Jika ingin mengetahui tentang biografinya, silakan kunjungi situs berikut ini,

sonicbids.com/band/estastonne

Atau bisa mengunjungi website miliknya di

 theestastonne.com

Situsnya berbahasa inggris, tapi seperti yang saya jelaskan diatas, jika ingin dapat membacanya kalian harus mulai dengan yang kalian tahu, mungkin dengan belajar bahasa inggris dari NOL atau membuka Google Translate , menyalin teks di website aslinya dan menerjemahkannya secara otomatis hanya dengan sekali klik. Jadi, jadilah Kreatif.

Thursday, October 20, 2016

Teknik Menulis Pemula: Bagaimana Sembuh Dari Cara Nulis Yang Aneh Sampai Enggak Nyambung


Pernah gak sih kalian semua yang bau memulai menulis merasakan ketika BLANK gak tahu mau ngapain ditengah jalan? Waktu dibaca lagi ternyata isinya aneh dan gak nyambung

Like Father Like Son, Sebuah peribahsa yang unik jika kalian tahu maksudnya. Seorang anak akan menjadi sedikit banyak seperti orang tuanya. Entah mungkin itu perkerjaan di bidang yang sama, kualitas perndidikan yang hampir sama, cara bicara yang sama, pergaulan yang sama atau bahkan cara berpakaian yang sama. Maksudnya Buah yang tidak jatuh dari pohonnya.

Korelasinya sih dengan menulis itu, yang tulisan kita ini yang diibaratkan sebagai anak, sedangkan kita sebagai orang tua. Perlu diketahui bahwa representasi cara kita menulis itu melambangkan kepribadian loh. udah gak perlu pake menurut penelitian, ini opini gua sendiri, hehe.

Ini mungkin berlaku pada penulis yang baru belajar aja sih. Semua hal yang kita tulis tidak akan jauh - jauh dari bagaimana cara kita memandang hidup, entah dari galau ditolak melulu atau dari pengalaman religi kita.

Hal selanjutnya adalah  yang paling tidak menyenangkan. Pada saat kita selesai menulis, biasanya kita akan merasa lega, dan merasa seperti seorang bos. Dan kadang kala sangat bangga dengan apa yang telah ditulis, entah itu puis, cerpen, maupun opini. Namun saat dibaca kembali, kadang kita merasa seperti "Itu kayaknya bukan Gue yang Nulis,Koq gak nyambung dan loncat - loncat kayak tupai ya?"

Seperti yang dikatakan tadi bahwa menulis itu adalah representasi dari penulis. Maka tidak salah jika penyebab dari tulisan kita yang seperti kutu loncat adalah karena kita tidak bisa fokus. Mungkin saat mengobrol dengan orang lain kita selalu gonta - ganti topik. Mungkin juga karena kita jarang berkomunikasi dengan orang lain, gagap dan sebagainya.

Kabar baiknya adalah menulis dan berbicara adalah satu hal yang berbeda. Kita tidak perlu belajar menjadi public speaker yang handal dulu seperti News Anchor yang ada di TV atau penyiar radio untuk menghilangkan kelemahan kita. Mengapa? Karena kedua hal tersebut adalah skill yang berbeda, antara menulis dan berbicara.

"Loh tadi katanya sama? Koq sekarang berbeda?"

Saya tidak ngomong sama, tapi "representasi", maksudnya antara satu dan lain itu saring terkait dan berhubungan. Contohnya saja otot - otot dalam tubuh manusia. Jika anda tidak bisa mengangkat beban berat berati mungkin anda tidak pernah berolahraga kan? Jika orang yang tidak berolahraga bisa jadi tidak kuat untuk melakukan lari atau squat kan? jika tidak bisa melakukan lari atau squat bisa jadi kakinya juga lemah. Secara keseluruhan tubuhnya lemah. Jadi Tangan yang lemah dan kaki yang lemah itu berhubungan, tapi mengasah tangan saja agar lebih kuat kan sah - sah saja dan bisa dilakukan dengan angkat barbel agar menjadi lebih kuat. Tapi kaki bisa saja masih lemah. Itu representasi antara menulis dengan berbicara di depan umum.

Lanjut,Jadi bagaimana cara kita bisa melatih cara menulis kita agar tulisan kita yang tidak nyambung bisa nyambung kembali? Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyusun kerangka paragraf. Tidak perlu ribet karena saya sudah siapkan formula untuk para pemula, klik saja link di bawah ini.

Menyusun Kerangka Ide Kiat Menulis Efektif dan Cerdas

Setelah menyusun kerangka, maka yang paling penting adalah mengembangkan paragraf dengan gaya bahasa kita. Mungkin saat anda menulis, akan ada beberapa momen awkward dan aneh yang akan terjadi, seperti merasa bahwa tidak ada perubahan dalam teknik menulis anda. Tolong jangan di pedulikan dahulu karena akan ada tahap kedua yang berfungsi untuk memoles tulisan kita ini. Just Go with the Flow.

Sekarang adalah momen terpenting dalam perubahan terbesar dalam teknik anda. Teknik ini dinamakan REVIEWING. Apa itu reviewing? 

Yang di maksud dengan Reviewing adalah membaca ulang artikel yang anda miliki. Tekinik ini cukup sederhana karena kita harus membaca ulang artikel yang kita buat. Tapi ada waktu - waktu tertentu dimana anda benar - benar bisa me-review atau membaca ulang artikel anda.

Kita tidak bisa serta merta membaca ulang artikel kita dan mengetahui kesalahan kita pada saat itu juga. Mungkin kesalahan dalam pengetikan kata per kata bisa diketahui, tapi untuk gaya bahasa agaknya akan menjadi sedikit sulit untuk para pemula.

Kenapa?

Karena otak kita masih terbiasa dengan alur dan gaya bercerita kita sendiri. Contohnya saja saat menyanyi sebuah lagu baru yang lagi hits, kita menyanyi dengan suara kita sendiri dengan riang dan senangnya. Kadang juga kita akan berpikir bahwa kita pantas menjadi seorang superstar dan merasa bahwa suara kita paling bagus sedunia. Kita mencoba menyanyikan lagi, maka hal yang kita dapat akan sama pula, suara kita akan terdengar sangat bagus.

Bagaimana jika kita menggunakan metode lain, misalnya merekam suara kita lalu mendengarkan lagu aslinya dan memutar rekaman suara kita sendiri. Maka, akan terlihat kelemahan - kelemahan pada diri kita. Mengapa? karena kita membandingkan suara kita dengan suara lain yang berbeda dan lebih profesional.

Hal tersebut juga berlaku saat kita ingin me-review tulisan kita sendiri.Kita harus membaca tulisan - tulisan lain terlebih dahulu. Dengan bahasan yang sama, maupun dengan gaya bahasa yang ingin kita contoh. Setelah mengambil dan membaca beberapa contoh, setelah itu membaca tulisan pribadi anda sendiri, anda akan tahu kelemahan - kelemahan anda.

Manusia belajar dengan melihat/mendengar, meniru lalu memodifikasi. Maka tidak ada salahnya jika kita mencoba meniru untuk menjadi lebih baik sebelum kita beranjak ke level memodifikasi dan menjadi diri sendiri. Setelah menulis beberapa kali secara konsisten, anda akan menyadari bahwa kelemahan - kelamahan anda datang bukan karena anda lemah, tetapi karena anda kurang berlatih.


Sebuah Tempat Dimana Manusia TIdak Pernah Sukses

Setiap langkah akan meninggalkan jejak. Sebuah jejak bukan hanya berarti bekas sepatu atau kaki di tanah yang membekas dengan jelas. Jejak bisa berarti tanda - tanda yang kita tinggalkan, dampak yang menjadi bagian dari tanggung jawab kita. Bisa jadi dari orang - orang yang melihat kita dan meniru sikap kita. Ataupun iri dan dengki yang timbul dari tindakan kita.

Begitulah interaksi antar manusia. Sangat kompleks dan tidak bisa ditebak. Perbuatan baik kita bisa jadi menjadi kemarahan orang lain. Kesuksesan kita bisa jadi menjadi Dendam dan rasa cemburu bagi orang lain juga.

Dari santet, percobaan pembunuhan dan kejahatan yang tidak disengaja karena meledaknya amarah seketika itu juga. Apa sih yang tidak ada di Indonesia?

Ras, adat, warna kulit dan kedaerahan seakan menjadi harga yang tidak bisa di tukar. Ditinggi - tinggikan bagai Tuhan. Bersuara lantang, berkelompok, dan menganggap suara lain tidak berarti. Mereka tahu suara mereka sendiri itu salah dan sumbang. Tapi mereka mencoba membenarkan apa yang mereka lakukan.

Hal - hal ini mempengaruhi diri kita secara tidak langsung. Kadang kita menyalahkan orang lain atas semua hal yang terjadi. Kadang kita tahu kita juga ikut bertanggung jawab karena kesalahan terjadi tapi kita mencoba mengingkarinya. Menyalahkan orang lain jadi jalan satu - satunya agar tidak merasa bersalah. Sebuah hal yang memalukan.

Hidup tidak bisa terjadi seperti bayangan kita. Selalu saja ada faktor X yang ditambahkan. Menjadi penyedap dan kadang jadi terlalu asin. Mungkin kita tidak sadar bahwa kita juga ikut menambahkan faktor X tersebut, saat kita tidak bisa mengontrol diri kita di tengah - tengah cobaan yang ada.

Akan sangat lama sekali cobaan akan berlangsung. Saking lamanya sampai membuat sebagian besar orang kehilangan arah ditengah jalan. Mengingkari dan kemudian mencari jalan baru. Menjalaninya lagi, kemudian kehilangan jalan lagi. Keadaan akan selalu seperti itu, saat kita merasa tidak kuat dengan beratnya tantangan yang ada di depan mata.

Ketika tujuan diputuskan, makadi saat itulah kita kembali lagi melakukan langkah pertama. Setiap langkah akan terasa sakit. Memaksa ego dan akal kita saling beradu opini, saling menyerang. Jika kita tidak bisa mempertahankan keputusan yang kita buat, kita akan kalah. Menangis dalam kesediaan untuk kalah.

Mungkin kita merasa semua sudah terjadi karena takdir, namun semua terjadi karena kita memilih untuk kalah. Kita memilih diam. Kita memilih untuk tidak mendukung tujuan kita. Kita memilih untuk mnyadari kita tidak mampu.

Manusia akan selalu merasakan pahitnya pilihan. Dan banyak yang akan jatuh dalam kekalahan karena mereka memilihnya. Jadi bagaimana kita akan bersikap? saat sebuah masalah berat muncul di hadapan kita pada esok hari.

Hanya sedikit yang menyerah dan lari terbirit - birit minta ampun dan tidak mau mencoba lagi. Lebih sedikit lagi yang mau maju dan mencoba apakah mentalnya sekuat baja. Tapi yang aneh adalah akan ada orang - orang yang tidak mau maju, tapi juga tidak mau menyerah. Sebuah tempat dimana kita akan tersesat dan terus menyalahkan orang lain dan tidak mau menginstropeksi diri. Jadi berhati - hatilah.

Saturday, October 15, 2016

Mimpi Tidak Pernah Tercapai?


Satu - satunya indikator yang bisa kita lihat untuk mengetahui kemajuan dari usaha - usaha kita adalah hasilnya. Ini hal yang tidak bisa disangkal siapapun, terlebih lagi jika hasil yang ingin didapatkan adalah suatu hal yang bisa diukur dengan hitungan matematika. Entah itu dengan jabatan, pangkat, uang, kontribusi dan perubahan secara fisik.

Sesaat setelah memulai sebuah Langkah perubahan, ada kalanya smangat yang menggebu itu meledak kemana - mana dan energi yang seharusnya ditumpahkan untuk berkarya malah dihabiskan untuk berceloteh kesana - kemari. Namun bukan berarti saat energi ini surut, kita malah menyerah dan kalah. Ini adalah dinding pertama yang memisahkan antara pemimpi dan pekerja.

Pemimpi itu bermimpi dan mengandai - andai, tanpa sadar dia lupa sudah berapa tahun yang dihabiskannya untuk bermimpi. Ide - ide yang keluar kadang diluar dugaan dan brilian, dan bisa jadi jika ide tersebut direalisasikan, mereka bisa menjadi THE NEXT BILL GATES. Tetapi mereka lupa untuk menunjukkan aksi yang nyata, mencoba pada kehidupan sebenarnya. Dimana benih - benih ide ini akan dinilai kegunaannya dan disaring oleh masyarakat.

Sarat dengan kegagalan, karena ide - ide yang mereka bayangkan kesuksesannya itu kemungkinan saja gagal karena ulah mereka sendiri. Ketika kita tahu bahwa ide kita gagal pada perjalanannya, banyak yang sebenarnya berbalik arah dan pulang. Dengan kepala tertunduk lesu dan tangisan lirih di hati masing - masing. Tapi saya bisa pastikan ini, bahwa mereka akan benar - benar menyesal di kemudian hari karena keputusasaan mereka. Karena akan ada orang yang datang dengan ide yang sama dan berhasil setelah kegagalan bertubi - tubi. 


Jangan pernah berpikir bahwa ide itu datang karena ilham dari sesuatu yang awalnya tidak ada. Ide - ide itu datang dari proses berpikir kita masing - masing, dan kemudian kita tidak merasa puas dngan hal yang ada lalu mencoba menambahkan ide - ide sederhana dan akhirnya lahirlah ide milik kita sendiri.

Contoh sederhananya adalah ayam goreng. Kita bisa lihat dari KFC, Mc Donald, CFC dan layanan serupa. Mungkin juga penjual ayam goreng di warung, restoran atau bahkan di trotoar jalanan yang setiap hari kita lewati. Mereka menjual barang yang sama, yaitu AYAM yang di GORENG. Mereka sama - sama daging dan ayam, sedangkan cara pengolahannya juga hampir sama. Jika kita mengesampingkan tempat dimana makanan tersebut di goreng, bisa dilihat yang diperlukan hanya API dan MINYAK GORENG. Tidak ada bedanya antara ayam yang satu dengan yang lainnya selain hal umum yang kita tahu bahwa perbedaan yang pasti kita perhatikan adalah RASA.

Mencoba berbagai bumbu, menemukan rasa baru, dan membuat topping. Ini yang saya maksudkan sebagai ide. Hal ini juga berlaku untuk bidang - bidang yang lain. Jadi,

"STOP THINKING ABOUT BRILIANT IDEA, THINK ABOUT CHANGE TO BE DIFFERENT"

 Jadi berhentilah berpikir tentang ide - ide besar, dunia sudah sangat modern dan tidak mungkin anda menemukan sebuah ide yang tidak pernah dipikirkan orang lain, karena tempat dimana kita berdiri dan hidup sama dengan yang lainnya.

Ketika menemukan sebuah ide, maka segeralah bertindak, dan membuat perbedaan. Jika kegagalan muncul, bangkit dan coba lagi dengan mengeevaluasi tindakan sebelumnya. Sangat mudah dilakukan. Tapi justru hal inilah yang banyak dilupakan.

Manusia memang tidak ada yang sama, kaya, miskin, susah ataupun senang. Mungkin kita akan iri dengan pencapaian orang lain yang berhasil. Melihat dan menyesali diri tentang keadaan diri sendiri bukan hal baik yang patut dilakukan. Karena memang kita lahir pada kehidupan yang strata sosialnya berbeda.

Kita mungkin berpikir tentang bagaimana mereka bisa sukses, bagaimana mereka bisa hidup dengan enaknya menikmati segala hal tanpa harus bekerja karena kemudahan dari orang tuanya. Mendapat pekerjaan tanpa harus bersusah payah karena koneksi - koneksi dari orang tuanya. Kita mencoba berubah, melamar pekerjaan kesana - kemari, memikirkan ide untuk berwirausaha, atau mengembangkan HardSkill, tapi kita lupa untuk bertindak.

Terima saja bahwa kita tidak bisa memilih bagaimana cara kita dilahirkan dan dibesarkan. Tapi saat kedewasaan dalam berpikir muncul dan kita mulai bertindak, disitulah perubahan dimulai. Ingatlah perubahan itu dilakukan dengan sebuah tindakan, bukan dengan telepati pikiran. Maka sekeras apapun anda berpikir, tanpa tindakan hal itu hanya bernilai nol semata.

Sedikit demi sedikit berubah, dan mengevaluasi diri. Pada awalnya memang tidak akan kelihatan hasilnya, apalagi jika jika anda tidak memiliki Trik Jitu Untuk Menjadi Lebih Baik di Segala Bidang. Tapi saya menjadi lebih positif setelah mengubah mindset saya mnjadi lebih sederhana bahwa kita masih punya jalan untuk menjadi yang lebih baik di luar sana.

Alasan saya mulai menulis di blog ini adalah karena saya ingin berbagi dan ingin bekerja di area ini. Blog, menulis, berbagi, membantu orang lain yang seperti saya dan juga mendapat penghidupan yang lebih baik seperti mimpi umum semua orang. Jadi saya mulai mencoba.

 Sebenarnya saya tidak tahu apakah saya akan berhasil di bidang ini, masa depan penuh dengan misteri dan rintangan - rintangan sepele selalu saja muncul dan berhasil membuat saya "untuk tidak bertindak". I Hate It, dan kerap kali ada saja alasan tidak masuk akal yang mencoba memecah konsentrasi saya.

Mencoba menyalahkan keadaan adalah hal percuma. Keadaan di sekitar kita akan selalu tidak seperti yang kita inginkan, karena bukan hanya kita yang hidup di dunia ini. Keluarga, tetangga, teman, hape, internet, radio, televisi, rasa mulas, demam, kantuk, sakit pinggang, dan bosan, semua akan berusaha menganggu anda. Dan hal terakhir yang saya lakukan setelah semuanya adalah memang tidak ada jalan lain selain terus maju kedepan. Karena jika saya berhenti disini, saya akan menyesal karena berhenti untuk mencoba.

Artikel Pilihan

Inspirasi Membuat Blog dari Nol tanpa Pengetahuan tentang Internet

Anda ingin punya blog yang terkenal? punya adsense banyak? ingin cuma tidur-tiduran di rumah dan dapat penghasilan yang banyak? Tidak s...