Sunday, February 19, 2017

Jangan Pernah Menyerah dengan Kegagalan

Untuk seseorang yang sering melihat berbagai blog dan artikel di internet, dan mencari apakah menulis di blog itu bisa membantu meningkatkan skill dan karir, mungkin bagi kalian yang mengunjungi blog milik saya ini akan menganggap bahwa yang punya blogger ini adalah pembual besar yang tidak bisa melakukan hal sederhana dengan benar.

Aku bicara tentang memotivasi diri sendiri, tapi terkadang aku sendiri tidak begitu termotivasi. Aku mengatakan ide - ide tentang bagiamana menjadi blogger yang baik, dan bagaimana menjadi penulis yang baik, dan bagaimana menjadi penulis yang konten artikelnya terkenal seperti hipwee, tapi kalian melihat sendiri bahwa aku sendiri tidak konsisten dalam meng-update konten. Seorang Pembual, itu mungkin yang sedang kalian pikirkan.

 Menyerah sama saja dengan Mati atau Bunuh Diri
Menyerah sama saja dengan Mati atau Bunuh Diri


Coba lihat artikel yang dulu pernah aku buat ini, 5 Kesalahan Blogger Pemula , dan pada dasarnya penulisnya sendiri tidak bisa melakukan apa yang dia katakan. Betapa memalukannya. Tapi perlu digarisbawahi adalah bahwa semua hal yang aku tulis itu memang benar merupakan sebuah pondasi untuk proses yang aku jalani untuk membuat tulisanku yang selanjutnya jadi lebih baik, yaitu konsistensi dan rasa ingin tahu.

Aku tidak mempermasalahkan media, atau betapa buruknya tulisan yang mungkin aku buat. Tapi aku lupa untuk mencantumkan satu hal yaitu adalah adanya waktu yang terbatas bagi masing - masing bagi kita. "I DON'T GIVE UP", tapi kata - kata itu tidak cukup. Poin nomor tiga dari tulisanku sendiri yang memang aku pegang teguh.  Belum juga 10.000 judul ada di blog ini, sebuah angka yang aku ingin sandingkan dengan Thomas Alpha Eddison. Akan butuh waktu sekitar 30 tahun jika aku menulis artikel setiap hari tapi aku sadar aku tidak konsisten. Mungkin jika aku berhasil menulis 10.000 judul artikel dengan 5000 kata di setiap artikel tidak akan membuatku seperti Ilmuan besar itu, tetapi setidaknya aku bisa mencoba untuk menyamai dia dari segi angka dan dedikasi.

Sebenarnya aku juga baru menyadari bahwa setelah kita beranjak dewasa, kehidupan akan lebih "complicated". Komplex dan tidak terduga. Banyak hal yang baru aku tahu, terutama saat aku berhenti menulis di bulan Januari. Banyak hal yang bisa kita gali untuk ditulis, tetapi banyak juga batasan yang tidak boleh dilanggar. I will talk about it in later article.



Seberapa seringkah kalian mengacaukan rencana hidup kalian? 

Yang aku pelajari sebulan ini sangatlah berharga. Baru saja aku tahu bahwa iman dan keyakinan itu harus diperjuangkan dengan berbuat hal - hal baik dan baru saya aku tahu bahwa iman bisa hancur dengan mudah, terkoyak tanpa sisa hanya dalam beberapa hari jika kita berhenti melakukan hal baik, dan memulai kebiasaan lama kita.

Kehidupan yang kita lalui adalah sebuah tes, dan kita tidak boleh menurunkan perhatian kita dan bersikap santai yang mana selalu saja terjadi pada penulis sendiri.

jangan biarkan kekalahan melahap diri kita di saat kita lemah. Karena memang untuk beberapa orang, sebenarnya tidak ada banyak alasan untuk berjuang. Jika kalian punya seseorang yang sangat kalian cintai dan ingin kalian lindungi, 
selamat karena anda tidak akan mudah menyerah. Tapi untuk orang - orang yang hanya mengejar kehidupan yang mudah dan banyak uang, sebaiknya kalian memeriksa opsi lain.

Pernahkah kalian terpikir tentang kematian? 

Terus terang bahwa jika kita ingat ini baik - baik mungkin kita tidak akan begitu mudah untuk lengah atau bahkan akan berpikir ulang untuk kedua atau ketiga kalinya untuk berbuat jahat. Berbohong, meninggalkan Ibadah, lupa sholat dan lain sebagainya.

Pernahkah kalian berpikir, cukupkah amal kita jika kita mati dalam keadaan seperti ini? Mati dalam keadaan meninggalkan sholat, mabuk, seks bebas, pacaran, atau bekerja dan kaya raya sampai lupa bahwa Allah itu ada.

Mungkin kalian berpikir bahwa dengan sholat wajib saja sebagai penggugur kewajiban selama 2 menit di setiap waktunya itu sudah cukup, tapi apa kita pernah berpikir berapa banyak dosa yang telah kita lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. Bergosip alias mengunjing, menjelek - jelekkan orang lain, mungkin dosen, melihat aurot orang lain secara sengaja ataupun tidak sengaja karena kecantikan mereka.

Jika kita mencoba menilai dengan angka - angka sederhana sebagai perumpamaan dan menganggap dengan sholat 5 waktu kita mendapat 10 pahala(ini cuma perumpamaan) dan melihat 1 aurot wanita/pria sebagai minus 1 terhadap pahala. Berapa kali kita melihat manusia yang aurotnya terbuka dalam sehari? apalagi jika berada di pasar atau mall ataupun di jalan raya. 10? 20? 30/ 100? 300? atau mungkin lebih. Maka kita akan mendapatkan minus disetiap hari - hari kita.

Belum lagi kelalaian kita untuk bersedekah terhadap orang lain karena kita cuma memikirkan diri sendiri dengan menghabiskan waktu untuk membeli hape hanya "demi mendapat foto selfie yang gambarnya bagus", atau jalan - jalan di gunung dan hutan, basah - basahan di sungai dan pantai? nonton film di bioskop atau nonton film bajakan di laptop.

Demi apa kalian melakukan hal itu? kesenangan?

Sungguh aku tahu rasanya kesenangan sesaat itu. Setiap hal di dunia ini mempunyai kenikmatan dan kelezatan masing - masing. Ini sesuatu yang aneh. Dan tanpa kita sadari hal itu adalah candu. Saat kita beribadah, maka hal itu akan mempunyai kenikmatan tersendiri plus dapat pahala dan cinta dari Allah, Tapi saat kita bermaksiat dan melakukan hal yang tidak ada nilai ibadahnya(meskipun hal itu tidak haram), apa yang kita dapat? tidak ada. Hanya kesenangan dalam saat - saat itu saja dengan beberapa kenangan dan foto. Tidak ada nilai pahala, mungkin aurot terbuka, mungkin jadi lupa dengan sholat, pegal dan menghabiskan banyak uang.

Siapkah kita mati saat ini? hari ini?

Siapkah kita jika harus dicambuk dengan besi yang bahkan jika seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengangkatnya mereka tidak akan sanggup? dicambuk dan dihimpit di kuburan di alam barzah sampai kiamat datang.

Kenapa harus memilih siksaan seperti itu? kenapa harus menyerah? kenapa harus depresi?
Mungkin aku hanya mengatakan ini untuk diriku sendiri, tapi kita tidak perlu takut bila kita gagal, terlambat belajar atau karena memang kita bodoh dan tidak bisa melakukan hal dengan benar. Karena Allah melihat kita dengan usaha kita. Dan Bahkan jika kita meniatkan semua perbuatan kita untuk taat kepadanya, maka jika kita mati dan kalah, Allah tetap akan memberi pahala dan hadiah dari perbuatan kita.

Ada sebuah kalimat yang dulu sering aku dengar, tapi aku lupa itu berasal dari mana. Intinya 

LEBIH BAIK MENJADI MANTAN PREMAN YANG RAJIN IBADAH, DARI PADA MENJADI MANTAN KYAI.
Atau secaa sederhananya adalah lebih baik jadi mantan penjahat yang bertobat dari pada menjadi mantan orang baik yang menjadi penjahat. Tapi tidak ada ata terlambat sebelum kita mati. Karena pada dasarnya waktu kita habis pada saat kita mati, bukan saat kita hidup dan menyerah karena keadaan.

Hal terburuk adalah jika kita melakukan bunuh diri karena putus asa. Don't ever do it karena kalian akan menyesal jika harus berada di neraka dosa besar dan disiksa karena berdosa dan berputus asa di dunia. Jika kalian punya masalah, lebih baik ceritakan pada orang lain jika memang tidak kuat untuk menanggungnya. 


Sunday, January 15, 2017

Jangan Dihukum: Korupsi, Menipu, Berdusta dan Mencontek adalah Lumrah di Indonesia

Korupsi adalah akar dari permasalahan bangsa kita. Perlu kita sadari betapa banyaknya orang yang terlunta - lunta di jalan, keluar masuk penjara, dan kasus suap dari kelurahan sampai ke dalam mahkamah MK, semua gara - gara yang di sebut korupsi.

Sudah cukuplah pembahasan ke dalam subyek alias orangnya. Karena kita tahu mereka tersangka dan merupakan orang yang di anggap bersalah.

 bagaimana kalau kita bahas dari sisi orang - orang yang tampaknya baik di mata kita?

Bagaimana jikalau saya katakan mereka yang saya sebutkan di atas sebenarnya itu tidak bersalah karena mereka adalah produk dari orang - orang yang jadi pendidik mereka di generasi sebelumnya?

Justru yang bersalah adalah orang - orang yang melongo di depan TV, cangkru'an di warkop(padahal punya anak dan istri yang harus dididik di rumah ataupun bujangan yang seharusnya banyak belajar), oknum guru dan oknum dosen (yang notabene S2 atau S3) yang kamu anggap baik yang membiarkan praktek ilegal sederhana di sekolah dan kampus dengan membiarkan siswa siswinya atau mahasiswa dan mahasiswinya menoleh ke kanan dan ke kiri karena pusing tidak tahu harus bagaimana saat UTS selayaknya orang sedang berdzikir memusatkan pikiran memuji Allah yang maha mengetahui segala perbuatan mereka baik yang menunjuk dirinya dengan bangga sebagai pendidik yang baik menurut versi mereka sendiri.

Saya malu melihat itu semua, menyadari bahwa saya yang bodoh dan memang tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah dan perkuliahan dengan baik ini untuk mengaku bahwa sebenarnya orang - orang yang saya sebutkan di atas inilah biang keladi korupsi di indonesia (setidaknya mungkin secara hipotesis dari artikel yang akan saya rujuk sebagai contoh di bawah ini).


Disclaimer:Saya ingin menjadi lantang dan berada di garis depan menulis hal ini karena saya merasa jenjang pendidikan yang tinggi TIDAK bisa dijadikan patokan moral saat ini. Saya sebenarnya malu untuk bicara karena memang latar belakang  pendidikan saya yang jelek dan saya yang bekerja hanya menjadi seorang buruh yang gajinya di bawah upah minimum di daerah saya sendiri. Tapi sepertinya saya harus dan memang harus lantang berbicara tentang hal ini karena hal ini jarang dibahas secara gamblang dan saya merasa seperti oknum dosen atau oknum guru sengaja untuk tidak mengatakannya. Tapi ini adalah pendapat pribadi saya mengenai kehidupan saya dan tentang informasi dan berita terkait. Artikel ini tidak bermaksud untuk menebar kebencian, tetapi hanya sebagai media sharing tentang salahnya diri kita, pendidik kita dan lingkungan kita.

Kejujuran adalah harta paling berharga, seperti sebongkah emas, madu, dan hewan qurban seperti sapi dan kambing yang nilainya selalu tinggi. Selalu ada dari jaman jahiliyah, kerajaan, kolonialisme dan bahkan sampai sekarang di saat hampir semua orang bisa hidup merdeka. Kita ibaratkan bila ada dua orang yang berkata jujur, berarti mereka telah melakukan jual beli dengan adil. Mereka bertukar barang dengan takaran yang sudah disetujui dan tidak ada hal yang disembunyikan. Si A membayar dengan emas asli dan si B menjual madu asli tanpa campuran atau menjual ternaknya yang sehat tanpa cacat, atau jika ada cacat dan ketidaksempurnaan pun dia akan mengatakan semuanya dengan sejujur - jujurnya.

DIUSIR DARI DESA GARA - GARA TERLALU JUJUR


Kita masuk ke kasus pertama, yaitu kasus Nyonya Siami dan beserta anaknya yang diusir dari desa gara - gara melaporkan perilaku wali kelas anaknya ke Dinas Pendidikan yang memaksa anaknya untuk memberikan contekan massal kepada teman - temannya di SD Negeri Gadel 2 Surabaya. Dan tidak tanggung - tanggung, bahkan sebelum UN ada simulasi contekan masalnya. menurut warga sekitar perilaku ibu Siami ini kelewatan karena menurut mereka mencontek menjadi hal yang wajar dan lumrah. Dari sini sih sudah kelihatan kalau memang masyarakat punya tanda - tanda sakit mental.

ini dia sumber berita dimana saya mendapatkan info tersebut,

Jujur Itu Mahal (Kisah Ny. Siami dan SDN Gadel 2 Surabaya)
Ibu Siami, Si Jujur yang Malah Ajur

saya kutipkan sebuah penggalan paragraf dari dua artikel di atas:

Teriakan “Usir, usir…tak punya hati nurani,” terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, SurabayaKamis (9/6/2011) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung....
 .. .Akibat perbuatan guru wali kelas tersebut, Dinas Pendidikan kemudian memberi hukuman mutasi dan penurunan pangkat kepada oknum guru dan kepala sekolah (yang dianggap ikut bertanggung jawab)...

Saya jadi mempertanyakan ini, "usir, usir .. tak punya hati nurani"?

kok bisa, sudah salah tapi berkata seperti orang yang terdholimi?


Warga - warga pesakitan ini yang jumlahnya mencapai angka ratusan(menurut sumber berita) berhasil mengusir ibu Siami beserta dengan keluarganya. Inilah satu dari akibat jika sebuah hal buruk sudah jadi sebuah kebiasaan. Kita tahu hal ini buruk, tapi tetap saja "mereka " berkata bahwa ini hal yang lumrah. Saya bersyukur jika pekerjaan ibu Siami adalah di bidang jahit - menjahit alias jasa. Karena dengan itu, dia bisa pindah kemanapun yang ia mau dan tetap bekerja.


Saya sangat bersyukur permasalahan besar seperti ini bisa terangkat ke media masa. Dan saya sangat bangga karena bisa turut untuk membeberkan dan memberi berita sebagai seseorang yang baru belajar untuk menulis.

Tapi dalam lanjutan paragraf setelah potongan artikel di atas yang saya sebutkan, saya tidak tahu lagi harus berkata apa. Jika perbuatan baik dan benar yang sebenarnya sederhana di anggap sok pahlawan. 

Kejujuran itu hal krusial. Tidak ada yang suka pendusta. Bahkan komplotan copet atau penjahat yang ingin melakukan kejahatan juga harus percaya antara satu sama lain agar kejahatan yang mereka lakukan bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Apalagi dalam berdagang atau berbisnis, tidak ada seorang pun yang mau ditipu. 


Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber contekan.

Dan memang apa yang saya katakan jikalau warga yang sedang berdemo meminta orang berakhlak mulia ini diusir adalah orang yang sakit mentalnya memang benar. Saya memiliki buktinya di penggalan paragraf ini.


Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.
Mereka merasa diri mereka benar, dan anehnya mereka membolak - balikkan fakta bahwa ini bukan salah mereka tetapi salahnya pengawas atau gurunya atau sekolahnya. Tapi sebenarnya mereka juga salah, kenapa harus diusir sih? 




Saya dapati dari link ini(Siami, Mahalnya Sebuah Kejujuran) bahwa berita ini sampai ke telinga MPR melalui wakil ketuanya Lukman Hakim Syaifudin dan ke Komisi Perlindungan anak Seto Mulyadi yang sama - sama memberikan apresiasi dan memuji tindakan beliau. Bukan hanya mengapresiasi, bahkan berita dari tempo.co  ada hadiah rumah dari Komunitas Rumah untuk Kejujuran pada selasa, 16 agustus 2011.(Berkat kejujurannya, Nyoya Siami Dapat Hadiah Rumah)


Dari kasus Siami, jelas Kak Seto, bisa ditarik banyak pelajaran. Salah satunya, mengoreksi sistem ujian nasional. "Jika UN menjadi penentu kelulusan, yang terjadi justru banyak tindakan yang mencerminkan ketidakjujuran," kata dia. Bayangkan, kata Kak Seto, jika sekolah tak bisa memenuhi target sekian persen kelulusan, ganjarannya adalah sekolah itu bisa ditutup. "Sehingga sekolah menghalalkan segala cara, sementara pemerintah belum bisa menyediakan sarana, prasarana, juga guru yang memadai," kata dia.
Saya juga baru menyadari dari pernyataan kak Seto bahwa apa yang saya pikirkan selama ini ternyata benar. Dulu saya selalu beranggapan tentang alasan kenapa oknum Dosen atau oknum guru membiarkan muridnya untuk mencontek adalah karena takut akreditasi sekolah yang turun atau hilang dan mungkin jika meskipun mereka menentang praktek "kaderisasi calon koruptor" ini, mungkin mereka bisa kehilangan pekerjaan mereka. Sekolah bisa saja tahu dan menyuruh, tapi sebagai tenaga pengajar, jika mereka benar - benar melakukan itu karena "kasihan" karena muridnya sudah membuang uang sangat banyak untuk kuliah atau sekolah, maka saya ingin mengatakan bahwa mereka tidak pantas disebut guru.

Namun bila UN benar - benar dihilangkan dan penilaian hanya ada pada pihak sekolah, alasan yang sama tetap akan terjadi. Jika sekolah dianggap gagal maka sekolah akan ditutup dan pihak sekolah akan melakukan segala cara hal tersebut tidak terjadi.

Siapakah yang salah?


Bisa dibilang ini semua salah Guru atau Dosennya. Karena bila kita menganggap bahwa meskipun sekolah jadi provokator dan biang masalah, jika pendirian para pendidik telah teguh, maka tidak akan pernah terjadi permasalahan seperti ini. Namun jika kita lihat ke belakang lagi jika guru - gurunya saja sudah seperti ini, maka mungkin karena mereka di didik seperti ini pada saat kuliah. Mencontek, berbohong, berdusta, serta membajak makalah orang lain.

Dan itu berarti kita bisa mengambil kesimpulan lebih jauh jika perilaku mencontek, berbohong, berdusta serta perilaku kopi paste yang terjadi di kalangan mahasiswa adalah ketidakmampuan DOSEN dalam memberikan penilaian yang tegas dan teliti baik pada saat penilaian ataupun saat melakukan presentasi (kalau bisa ya lulus, kalau gak bisa ya gak lulus) dan para penjaga ruangan saat ujian (mungkin DOSEN juga yang bertugas) dalam mengawasi siswanya. Bisa jadi mereka menggampangkan, atau sengaja keluar kelas.

Kenapa saya bisa bilang seperti ini?

coba lihat penggalan artikel berikut ini yang sudah saya sertakan di atas, tetapi saya coba garis bawahi mengapa kita boleh - boleh saja menyalahkan para pendidik, dosen atau pun guru pada instansi terkait.

Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.

"..Lantas, kenapa menyontek pengawas membiarkannya,...", mengapa ya sengaja dibiarkan? mengapa kemudian banyak sekali sarjana pengangguran? Kenapa juga pemerintah memberlakukan standar yang aneh jika banyak siswa yang gagal lulus maka akreditasi bisa turun, sekolah bisa ditutup dan tidak populer. Justru seharusnya pemerintah harusnya memberi sebuah pernyataan yang eksklusif sebagai testimonial kepada sekolah yang menerapkan kejujuran dan tidak pilih kasih pada penilaian sebagai sekolah yang dijamin bahwa lulusannya berkualitas tinggi dan punya martabat.

Sebenarnya, jika dilihat dari meja pengajar, kelihatan gak sih kalau ada siswa yang menoleh ke kanan dan ke kiri? Saya pernah mengikuti ujian, saya pernah sekolah ataupun kuliah(meskipun cuma 2 semester) dan saya tahu bahwa gerak - gerik orang yang sedang mencontek itu dapat dilihat dengan mudah. Bohong bila Dosen atau guru tidak tahu, karena saya tahu jika guru benar - benar serius mengawasi, maka tidak akan ada celah sedikitpun bagi siswa untuk mencontek.

Kisah ini saya alami ketika masih SMK pada saat ujian sekolah terakhir di pelajaran matematika. Guru yang sungguh mulia ini mengancam akan mengeluarkan siswa yang ketahuan dan dia berjalan dari satu sisi bangku ke sisi lainnya sehingga celah untuk menoleh ataupun memasukkan tangan ke bawah bangku untuk mengambil Hp pun tidak bisa. Bahkan ada teman saya yang bingung karena hanya bisa menjawab hanya 2 atau 4 soal dari puluhan soal yang ada. Padahal sebelum ini semua ulangan biasa saya.

Lingkungan buruk akan selalu membawa dampak yang buruk pula. Sekuat - kuatnya pendirian seseorang, jika dia hanyalah seseorang tanpa kawan dengan pendirian yang sama, lama - lama pasti goyah dan terjerumus juga. Begitu pula dengan saya sendiri, godaan itu kadang muncul dan saya meminta jawaban satu sampai lima buah pertanyaan. Kadang saya tegar, kadang saya tidak. Itulah alasan kenapa saya akhirnya keluar dari perkuliahan. Semua orang melakukan hal buruk ini, selain itu ada alasan lain seperti saya memang tidak terlalu pintar dan tidak punya waktu yang cukup untuk belajar, membuat makalah atau presentasi (secara jujur), karena godaan untuk CopyPaste dari internet begitu tinggi dan tidak adanya semangat dari kawan - kawan perkuliahan saya untuk berlatih dan membuat semuanya dari "lembar microsoft Office" yang kosong . Belum lagi tidak ada waktu untuk praktek membuat program karena saya memang gak cukup pintar.

Ah, mungkin semua itu hanya "Excuse" saya dan saya menyadari itu. Tetapi sebagian dari cerita saya di atas adalah fakta yang mau tidak mau harus diakui oleh orang - orang yang pernah kuliah, bahwa mencontek sudah jadi tradisi dan saya merasa terseret ke arah tersebut sedikit demi sedikit.

Tapi saya ingat di masa SD saya, sewaktu saya berada di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah, ada seorang guru yang mengatakan pada seluruh siswa di sekolah saya "Boleh mencontek asal gak rame". Perkataan macam apa ini? semakin saya pikirkan sekarang, semakin jelas bahwa memang hal buruk ini memang berasal dari oknum pendidik, bukan dari hal yang lain.


ANDRI RIZKI PUTRA : ORANG JUJUR TIDAK SEKOLAH



Mungkin orang inilah yang membuat saya benar - benar ingin meninggalkan perkuliahan dengan alasan yang menurut orang lain tidak masuk akal. Karena untuk biaya kuliah sendiri, saya sudah menghabiskan di angka kisaran 10 juta rupiah.

Beda antara mas Adri dan saya ini satu, saya bodoh, gak punya banyak waktu dan masih banyak ketidaktegasan dalam mengambil keputusan sedangkan mas Adri ini orang yang sudah berpendirian teguh sejak dia masih muda, tegas dan punya banyak waktu untuk belajar. Jadi kalau ada yang menyalahkan saya dan "membodoh - bodohkan" saya karena saya keluar kuliah dan mengatakan saya pengecut, itu murni pilihan saya sendiri. Saya baru merasakan kedewasaan baru - baru ini. Saya berpikir bahwa saya merasa akan tertatih - tatih mengikuti semua pelajaran (alias, bisa kerja serabutan, kuliah, mengerjakan tugas) tapi nol dalam praktek pemrograman karena tidak ada waktu lagi. Saya beranggapan bahwa saya mungkin bisa lulus dengan ijazah Teknik Informatika tetapi jika saya tidak pernah mempunyai waktu praktek selain liburan di hari minggu dan liburan semester, maka ijazah itu hanya akan jadi ijazah kosong tanpa ilmu dan kebanggaan.

Kembali ke cerita mas Andri Rizki Putra, yang kisahnya mempunyai permulaan yang sama dengan cerita diatas yaitu bahwa pihak sekolah menyuruh siswanya untuk mencontek saat Ujian Nasional.  dari jurnalva.com saya mengutip paragraf berikut ini,

Saat itu, Ujian Nasional  adalah momentum yang menegangkan, dimana reputasi sekolah dan kelulusan siswa adalah segalanya. Jangan heran, jika kebanyakan sekolah menghalalkan segala cara agar peserta didiknya dapat lulus seratus persen. Ini bahkan hal yang lumrah, kesalahan yang dianggap sudah biasa.

Di statment ini kita tahu bahwa memang jika  reputasi siswa berbanding lurus dengan jumlah siswa yang lulus. Apalagi jika harus menghalalkan segala cara. Seperti ironi di atas ironi.

Andri Rizki Putra yang masih sekolah di bangku sekolah menengah pertama menolak keras kecurangan yang terjadi di sekolahnya dan bahkan menolak saat disodorkan bocoran jawaban oleh kepala sekolahnya. Dan hal yang aneh adalah setelah protes pun, Kepala Sekolah tetap saja menolak prinsip karena menganggap ini hal yang mainstream.

"Rizki, kalau kamu tidak bisa mengikuti hal mainstream saat ini, kamu akan ketinggalan," tutur Rizki menirukan tanggapan kepala sekolah atas aksi protesnya, saat menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian ulang tahun Mizan "Temu Jurnalis, Blogger, dan Penulis" #RayakanIndonesiamu: Ribuan Pulau Kebaikan di Balai Sarwono, Rabu (10/6).

Jadi aneh jika menolak karena alasan mainstream, kenapa kepala sekolahnya tidak sekalian pergi ke karaoke, pergi ke diskotik, selingkuh, mencuri, mengakali dan korupsi serta menerima suap juga ya? itu kan juga mainstream. Ini bukti kalau nilai kejujuran itu sudah jarang ditemukan. maka hati - hatilah dalam memilih pasangan hidup, jangan sampai pasangan hidup kamu juga suka hal - hal yang "mainstream".

Selain diatas, ansania.com disebutkan juga bahwa Rizki mengadukan kecurangan ini ke ICW dan KPK dan hasilnya nihil. Menurut pendapat saya pribadi, mungkin petugas yang berada di bagian penerimaan aduan menganggap hal ini adalah "hal biasa" juga (mungkin kedua lembaga ini memounyai Customer Service seperti perusahaan jasa telekomunikasi).

Singkatnya dia lulus dengan nilai yang tinggi dan bisa masuk ke SMA favorit, namun nilai kejujurannya yang kuat membuatnya harus keluar dari sekolah dan belajar otodidak dari rumah, mencari buku - buku bekas dan belajar otodidak 10 sampai 12 jam sehari. alhasil dia akhirnya mengikuti ujian paket C dan masuk Universitas Indonesia.

Sangat sulit untuk membayangkan setahun belajar otodidak tanpa guru dan melahap semua pelajaran dari kelas satu sampai kelas 3 yang harusnya ditempuh selama 3 tahun. Hal ini juga yang membuat saya positif dengan apa yang saya punya. Saya kita menyerah atau mengikuti arus sama - sama akan membuat orang mati akalnya dan padam nilai kebaikan dari dirinya.


Saya tidak akan berbicara terlalu banyak mengenai Andri Rizki Putra, karena di Google sendiri anda pasti bisa mendapatkan informasinya dengan mudah. Dan saya juga ingin artikel khusus mengenai sosok ini yang lebih komplit karena saya sendiri juga sangat menghormati perjalanan hidupnya dan pasti akan banyak berita yang akan saya rangkum menjadi satu artikel utuh untuk Mas Andri dan Nyonya Siami.


BERDUSTA ITU DOSA BESAR




Ustad khalid mengatakan:
...Haraammm... gak boleh nyontek, kenapa harus mencontek ini?mencontek membuat orang jadi bodoh. orang nyontek itu jadi bodoh teman - teman. Untuk apa kita buat diri kita jadi bodoh?
Apa manfaatnya?Gak ada sama sekali, belajar, jangan males!!gitu kan?Harusnya belajar jadi gak boleh.
jadi,,Dia nyontek HARAM, yang biarin dia nyontek HARAM. DUA DUANYA DAPAT DOSA.
Ini banyak guru - guru begitu itu.kasih murid - muridnya bocoran, untuk apa?
kita mencetak kader umat, kader negara semuanya menggunakan orang - orang tidak berkualitas untuk apa ini?
Harus yang berkualitas, harus yang bener, gitu kan?. Jadi gak boleh ini hukumnya HARAM.
Kata Nabi S.A.W (bahasa arab)
artinya:Siapa yang menipu, mencontek, memalsukan, memanipulasi bukan dari golongan kami.
DOSA BESAR INI, GAK BOLEH

Begitulah isi dari dari video diatas. Jika sudah terlanjur segera bertaubat nasuha, insya Allah akan diampuni. Dan jika ada yang mendukung perbuatan buruk ini, katakan ini dosa. Kita harus amar ma'ruf nahi munkar kan?

Tidak mungkin kita mendidik anak kita dengan cara serampangan pula. Bagaimana seandainya anda yang jadi orang tua dan anak anda melakukan hal buruk ini(mencontek) , setelah itu anda memberi nasehat dan dibantah oleh mereka dengan mengatakan "INI SUDAH LUMRAH, AYAH DULU JUGA MENCONTEK KAN?"

Jika anda sudah mempunyai anak, katakan sejujurnya pada mereka, nasehati mereka dan katakan bahwa jujur itu nomor satu. Apa anda akan bangga ketika anda tahu jika di kemudian hari anak anda yang kaya raya ternyata mendapatkan kekayaanya dari hasil korupsi atau menipu? apa anda akan bangga jika anak anda mendapat ranking 1 dan mengatakan pada anda bahwa dia membawa buku catatan saat ujian? apakah anda akan bangga jika disaat anda menasehati, anda akan dibantah karena anda juga melakukan hal serupa dan sampai saat ini anda tidak merasa bersalah?

Akui bahwa tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula dengan anda. Saya juga minta maaf sebesar - besarnya jika kata - kata saya menyinggung anda dan tulisan saya tidak sistematik dan cuma adanya. Tujuan dari tulisan ini hanya ingin membuat kita semua untuk sadar, terutama bagi mereka yang mengaku beragama islam agar masa depan kita jauh lebih baik.

Jika anda masih tidak mau percaya bahwa mencontek itu bukan hal yang besar, bagaimana jika yang mengatakan bahwa mencontek itu buruk adalah Muhammad Mahfud Md dan Anies Baswedan. Mungkin anda bisa mencaci dan mencari kekurangan saya dan mengatakan saya hanya anak lulusan SMK dengan nilai pas - pasan dan dropout kuliah. Saya memang bukan apa - apa, tetapi bagaimana dengan dua orang yang saya sebutkan barusan?

Ini pernyataan dari Mahfud Md saat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi yang saya ambil dari nasional.tempo.co

Menurutnya, mereka yang melakukan plagiarisme untuk mendapatkan gelar atau untuk naik pangkat, sama saja sudah melakukan perbuatan mencuri.

"Kalau nanti mereka jadi pejabat, pasti akan mencuri uang rakyat," katanya saat menyampaikan orasi ilmiah di peringatan Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Senin, 11 Maret 2013

ini Pernyataan dari Anies Baswedan saat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  yang saya ambil dari nasional.news.viva.co.id

"Kejujuran penting untuk bangsa yang sedang dirundung korupsi. Salah satu hulunya adalah sekolah membiarkan contek-mencontek terjadi," kata Anies di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin 18 Mei 2015.Ia juga mengatakan, tujuan pendidikan bukan saja meraih prestasi akademik tinggi, tapi juga membentuk karakter anak bangsa."Selama ini kecurangan UN hanya jadi bisik-bisik. Sekarang kita ingin buka. Ini adalah awal, bukan akhir," tambahnya.Adapun dua komponen yang diukur dalam indeks integritas ini adalah aspek kerja sama antar siswa dan kerja sama yang sistematis."Kita harus memperbaiki karakter UN di sekolah, kita harus mengubah mental," tegas anies.

Jadi sekarang, bagaimana kita harus berbuat dan bersikap? Mulailah dari diri sendiri dan akui hal ini adalah hal yang buruk. Jika ada waktu lebih, anda bisa bagikan artikel ini sebagai sarana dakwah dan pengingat bahwa kejujuran itu hal yang penting. Hal ini yang membedakan kita dari para koruptor yang di tangkap KPK, ingat JUJUR ITU HEBAT. 

Tuesday, January 10, 2017

Hukum menggunakan Software Bajakan

Sepertinya Tidak konsisten menjadi musuh terbesar keberhasilan. Tapi apa anda tahu yang sebenarnya saya pikirkan. Baru - baru ini saya baru menyadari bahwa saya harusnya bersyukur kepada hal - hal buruk yang menimpa diri saya. Seharusnya saya benar - benar bersyukur, terutama kepada Allah yang telah menciptakan kita sedemikian rupa dan mencoba kita dengan ujian - ujian yang berbeda - beda dan bahkan kita dengan sadar  merasa bahwa ujian yang diberikan Allah pada kita adalah ujian yang paling berat, benar kan?


COBAAN ITU ADIL GAK SIH?

Padahal mungkin sebenarnya kita yang lebay karena merasa demikian. Ujian yang diberikan sang pencipta ini sebenarnya sama dan adil sesuai dengan kadar kemampuan kita. Kita mungkin beranggapan bahwa ujian "milik" orang lain lebih ringan dari pada ujian yang kita hadapi, tapi terkadang kita merasa bahwa memang benar ada masalah - masalah yang diberikan oleh Allah yang menurut kita sudah terlampau berat bagi yang menjalankan. 

Contoh sebuah masalah yang terlampau berat bagi saya adalah jika saya mungkin diberikan oleh Allah salah satu dari masalah fisik seperti Tuli, bisu atau buta seumur hidup, atau bahkan ketiganya. Bagaimana mungkin kita bisa tahu hal - hal yang baik dan buruk, berita - berita diluar dan mungkin hal - hal yang terkait Agama dan politik. Secara akal, bagaimana mungkin kita bisa hidup? benar kan?

Tapi saya baru menyadari bahwa hal yang dimaksud dengan adil disini adalah bahwa setiap manusia mendapat kadar yang tepat antara nikmat yang diperoleh dan cobaan dengan kemampuan akalnya. Satu - satunya pemutus antara cobaan yang ada di dunia ini adalah jika manusia itu kehilangan atau tidak kuat akalnya karena gila. Pada saat itu tidak dicatat amal baik dan buruknya, karena dia sendiri sudah tidak waras maka tidak berlaku hukum - hukum yang berlaku padanya. 

Terus bagaimana dengan kita yang tidak gila tapi masalah yang kita peroleh menurut kita sudah diluar kemampuan kita?

Tidak, Allah tetap adil kepada kita. menurut saya pribadi sebenarnya Allah menempatkan semua manusia dan jin di tempat dimana dia akan bisa dengan mudah memilih antara menyerah atau mau lanjut berjuang, memilih yang buruk atau yang baik, memilih mengikuti perintahnya atau tidak mengikuti perintahnya, memilih untuk berpikir keras atau tidak.

Yang saya mau garis bawahi adalah kata - kata "dengan mudah" ini. Ingat bahwa kita masih bisa menggunakan akal kita untuk memilih yang baik dan buruk. Yang Halal dan yang Haram. simple-nya,  kalau kita merasa tidak cocok dengan apa yang terjadi dan memilih hal lain yang menurut agama adalah hal buruk, kita bisa dengan mudah memilihnya. Tapi ingat bahwa setiap hal yang kita lakukan itu nanti akan dipertanggung jawabkan di akhirat oleh kita masing - masing, bukan orang lain.


TENTANG BARANG BAJAKAN

Oke, kita mulai dari sini, sebenarnya untuk mudahnya anda bisa melihat sebuah video yang ada dibawah ini. Karena video ini adalah alasan paling kuat milik saya kenapa kita harus segera meninggalkan memakai barang bajakan.

(updates: selasa 24 januari 2017,penambahan paragraf,
dalam video ini akan dijelaskan secara singkat kenapa menggunakan barang bajakan itu dilarang keras, dan saya memang mengambil dan menyimpulkan sebagian pernyataan saya dari video ini:)






Selain itu ada referensi lain yang sepertinya juga berkata serupa tentang barang KW alias palsu seperti dibawah ini





Sebagai muslim kita harus tahu dan kita mesti tahu bahwa mencuri adalah perbuatan haram. Meskipun mencuri barang yang sangat sedikit. Anda mungkin tahu bahwa di saudi, hukuman bagi para pencuri adalah di potong tangannya. Untung saja, hal tersebut tidak diterapkan di indonesia, bersyukurlah.

Di dalam video tersebut, dijelaskan bahwa perbuatan kita itu dholim alias merugikan seseorang. Ustad Khalid Basalamah mengumpamakan bagaimana jika kita diperlakukan sama, jika kita adalah pembuat software, bolehkah orang lain membajak software kita? tentu tidak kan?

Saat kita membajak, berarti kita mendapatkan dengan gratis hal yang seharusnya dibayar. Dan pimilik software yang seharusnya mendapatkan hak yang diterimanya berupa uang pembelian software itu jadi tidak menerimanya. Dan hal itu menyebabkan berkurangnya pendapatan mereka. 

Jika kita mencoba berpikir lebih jauh lagi, maka kita akan menyadari bahwa perusahaan yang cukup tangguh untuk bersaing di dunia penuh pembajakan ini adalah perusahaan besar saja hingga tidak mungkin individu atau perusahaan kecil untuk bertahan pada industri ini bila barangnya sudah kena bajak karena sebab tidak mendapat keuntungan dari kerja keras yang dilakukannya dan akhirnya mengalami kebangkrutan.

Dan hal kedua yang tertanam dalam benak saya apabila kita terus melakukan ini sampai kita mati. Tentunya Allah akan mengadili kita SESUAI DENGAN TAKARAN YANG KITA AMBIL dari mereka. Saya mohon maaf harus membahasakan seperti ini, tapi berapa sih amal dan sedekah kita sampai saat ini? adakah mencapai puluhan juta? sedangkan kita tahu bahwa yang software yang kita ambil untuk kepentingan kita itu harganya berjuta - juta. 

Jika kita rupiahkan dan diteliti, kita mungkin sudah mencuri hak orang - orang yang seharusnya sudah menjadi milik mereka belasan juta atau bahkan puluhan juta.

Anggap saja bahwa semua laptop standart ABG sekarang adalah sebuah laptop dengan windows 10, Photohop, Office, dan COrel Draw.

Saya coba cek harga Windows OS asli di link ini, dan harganya adalah $119,- atau sekitar Rp2.587.000,-  ditambah Microsoft Office asli di link ini dengan harga $149,- atau sekitar Rp.1937.000,- terus ditambah harga corel draw $669,- atau sekitar Rp.8.697.000,- dan kebetulan saya tidak tahu dengan harga Adobe Photoshop sekarang karena Adobe sekarang membuat softwarenya menjadi CREATIVE CLOUD dan sepertinya diberlakukan harga sewa perbulan, jadi akan saya samakan saja dengan harga corel draw karena seingat saya dulu harga Adobe Photoshop ada di kisaran 8 juta rupiah.




Jadi kita coba jumlahkan harga Windows dan software bawaan yang pasti akan ada di hampir semua komputer dan laptop sekarang:

$149 + $119 + $669 + $669 = $1606 atau sekitar Rp.20.878.000,- 
(Dengan diumpamakan Kurs 1 dollar = 13000)

Sekarang saya ingin mengucapkan selamat kepada kita semua yang telah membajak dan mencuri dengan tidak ingin membayar lisensi dan ingin gratisan.

Anda tau kenapa?

Karena jika kita pengen total - totalan di akherat dengan cara hitung - hitungan matematika menurut pemahaman kita yang adil, coba pikir dengan seksama, apakah jumlah sedekah kita yang kita infaqkan ke jalan Allah dan membantu orang miskin apakah sampai 20 juta?

belum lagi jika menginstal ulang dengan software bajakan, maka tinggal kalikan saja dengan hitung hitungan di atas.

Jujur, saya sendiri mencoba meminimalisir hal ini, mulai dari tidak menggunakan antivirus bajakan. Hal yang paling kita butuhkan tapi sebenarnya juga tidak butuh pada saat bersaamaan. Kemudian mulai mendownload aplikasi gratis seperti Blender, Gimp, dan Inkscape.

Masalahnya adalah saya masih dalam takaran mendownload dan lupa untuk belajar, akhirnya mau tidak mau saya harus kembali menggunakan barang bajakan karena sifat malas saya untuk belajar dengan hal baru.


PAKAI BAJAKAN BOLEH ASALKAN....

Pada dasarnya, sebenarnya ada celah yang tidak bisa dihilangkan dari semua perangkat lunak dan dokumen - dokumen yang terkandung didalamnya. Kita semua tahu bahwa segala jenis perangkat lunak bisa di-copy hanya dengan menekan tombol ctrl+c.

Dan celah inilah yang menyebabkan adanya ulama atau guru agama yang memperbolehkan "pembajakan" dalam artian kata yang menurut mereka dengan alasan "belajar" menjadi hal yang benar.

Demikian ini yang saya kutip dari wahdah.or.id

Namun sebagian ulama membolehkan penggunaan software bajakan tersebut bila adanya kebutuhan penting atau darurat dalam penggunaannya dengan beberapa syarat:
Pertama: Software asli tidak ada/sedikit sekali atau sulit untuk digunakan/tidak bisa dipinjam, atau ada dipasaran namun dengan harga yang lumayan tinggi.
Kedua: Penggunaannya untuk kepentingan pribadi/kursus belajar, dan bukan untuk kepentingan bisnis dan jual beli, apalagi menjual software bajakan tersebut, karena ini artinya meraup keuntungan dan harta dari hak cipta orang lain tanpa seizinnya. Hal terakhir inilah yang lebih dekat pada maslahat, sebab sangat sukar untuk melepaskan diri dari software bajakan khususnya di berbagai kota di Indonesia.

Sumber Tulisan: http://wahdah.or.id/hukum-software-bajakan-dalam-islam/

Sebenarnya, kedua logika di atas bisa dengan mudah dihapus dengan alasan bahwa dengan menggunakan software bajakan, kita ikut mendholimi para pembuat software.

Lantas bagaimana dengan Perusahaan yang berjualan antivirus untuk pribadi seperti smadav atau software editing photo dan video seperti adobe dan corel? mau dapat keuntungan dari mana mereka semua orang beranggapan "gapapa buat belajar" atau sekedar "gapapa belum mampu".

Intinya sederhana sih, bagaimana jika kita adalah seseorang yang bekerja sebagai developer software dan kemudian perusahaan yang mereka naungi siang malam sampai tidak tidur (kebanyakan programmer memang kurang tidur) bangkrut atau memecat beberapa pegawai karena "rugi" karena penjualan software tidak seberapa.

Jujur, memang saya suka dengan pernyataan ustad Khalid Basalamah dan segera mengganti semua barang bajakan yang pernah saya install tapi gak pernah atau jarang sekali saya apa - apakan kecuali OS windows 8 itu sendiri yang saya install karena windows bawaan laptop saya yang selalu tersendat -sendat. Setelah lama termenung mungkin beberapa hari, saya langsung Download OS alternatif yakni Ubuntu OS 16.04.

Sebenarnya sebelum ganti OS pun saya sudah berusaha beralih ke software gratis, diantaranya adalah dengan belajar jadi programmer dan menginstal software - software opensource yang gratis sebagai alat untuk belajar sembari menunggu pekerjaan menjadi programmer datang dan saya mendapatkan gaji lebih untuk membeli lisensi barang - barang bajakan yang pernah saya install.

Namun saya berpikir lagi, Mau sampai kapan? saya juga baru menyadari bahwa saya memang punya keterbatasan di dalam belajar dan mengingat informasi baru dengan cepat, apalagi soal abstrak seperti fisika, matematika dan bahasa pemrograman. Ditambah lagi dengan suara hati yang mengatakan bahwa "ini nanti takaran dosanya sama dengan besar nilai barangnya loh" karena saya dengan ceramah Beliau bolak - balik mencoba mencari celah bahwa ini masih boleh digunakan.

Jadi, inilah saya sekarang, mulai mencoba dengan yang gratisan dan berusaha cari aman karena saya percaya kehidupan setelah kematian dan sangat takut kalau harus mencicipi neraka. Tangan keseleo saya sakitnya sudah bukan main, bagaimana dengan di neraka dicambuk pakai besi dan di bakar pakai api. Lebih baik pilih aman saja.



TERUS HARUS BAGAIMANA?


Tidak perlu berpikir aneh - aneh sih, kalau kalian memang berniat untuk tobat, segera ganti OS kalian dari Windows ke Linux. Cari teknisi, minta install ulang dengan ubuntu, beres. Jika kalian ingin tahu tampilan dari ubuntu, ini lah tampilannya



Sebenarnya, justru dengan menggunakan ubuntu, kita tidak perlu pusing - pusing untuk memikirkan yang lain, ubuntu sudah seperti PlayStore milik Android. Memang software yang ditawarkan tidak banyak, tapi kualitas sudah terjamin. Kilik saja ikon dibawah ini, maka anda bisa memilih dan mendownload software apa yang anda inginkan. Bahkan software untuk word processor seperti microsoft word dan excel juga sudah terinstal.



Dibawah ini adalah beberapa software yang saya install di perangkat milik saya. Gimp sebagai pengganti photoshop, blender sebagai pengganti 3Dsmask dan Inkscape sebagai pengganti corel.



Saya memang bukan seorang designer, tetapi adanya alat - alat seperti ini insya Allah bisa menjadi pelipur lara bagi orang - orang yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli software asli dengan baik dan benar. 


TERUS KAMU MASIH NGEYEL?

Ini nih penyakitnya, jika sudah tau salah tapi masih mau melakukan. Banyak sekali alasan yang bisa dilontarkan. Yang pasti jadi senjata pamungkas adalah pernah ada yang ngomong ke saya 

"Dosen aja pakai bajakan!!" atau 
"Dosen agama sama Kyai aja yang aku tau ada yang pakai bajakan!!"

Memangnya anda sudah crosscheck sama pihak terkait?

Memangnya kalau Dosen pake barang bajakan, terus harus jadi panutan?

Saya cuma bisa memberi peringatan kepada anda sekalian, bahwa dosa ditanggung masing - masing dan jika anda tidak mau main aman, tinggal tunggu tanggal mainnya saja di akherat. Dan satu lagi, Orang Pinter dan berTitle tidak selalu semua ucapannya benar. mereka juga seorang manusia. 

Mau Bukti?

Pernahkah kalian mendengan cerita seorang yang malang, seorang Tabi'in Mujahid yang hafal Al-Qur'an kemudian murtad dan memeluk agama kristen karena seorang wanita yang kecantikannya membuatnya lupa akan hafalan Qur'annya.(maaf jika menyinggung yang beragama lain, yang ingin saya tekankan di sini adalah sebab murtadnya, bukan ke agamanya)

ini adalah riwayat cerita terkait dengan pemuda tersebut, Klik disini untuk cerita lengkapnya

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah dalam kitabnya Al-Bidayah wa An-Nihayah (11/74):
وفيها  (278 هـ)  توفي عبدة بن عبد الرحيم قبحه الله
ذكر ابن الجوزي أن هذا الشقي كان من المجاهدين كثيرا في بلاد الروم، فلما كان في بعض الغزوات والمسلون محاصروا بلدة من بلاد الروم إذ نظر إلى امرأة من نساء الروم في ذلك الحصن فهويها فراسلها ما السبيل إلى الوصول إليك ؟ فقالت أن تتنصر وتصعد إلي، فأجابها إلى ذلك، فلما راع المسلمين إلا وهو عندها، فاغتم المسلمون بسبب ذلك غما شديدا، وشق عليهم مشقة عظيمة، فلما كان بعد مدة مروا عليه وهو مع تلك المرأة في ذلك الحصن فقالوا: يا فلان ما فعل قرآنك ؟ ما فعل علمك ؟ ما فعل صيامك ؟ ما فعل جهادك ؟ ما فعلت صلاتك ؟ فقال: اعلموا أني أنسيت القرآن كله إلا قوله (ربما يود الذين كفروا لو كانوا مسلمين ذرهم يأكلوا ويتمتعوا ويلهيهم الامل فسوف يعلمون)  الحجر: 3
 “Pada tahun (278H), telah wafat Abdah bin Abdurrahim –semoga Allah memburukkannya-, telah disebutkan oleh Ibnul Jauzy bahwa orang malang ini dulunya termasuk dari seorang lelaki yang sering berjihad di negeri Romawi, ketika dalam beberapa peperangan dan pada waktu itu kaum muslim mengepung sebuah daerah dari kekuasan Romawi, lelaki sang mujahid yang terkena godaan ini memandang kepada seorang wanita dari bangsa Romawi di benteng tersebut, maka akhirnya lelaki ini menginginkan wanita tersebut, lalu ia menyurati wanita tersebut; “Bagaimana agar aku bisa sampai kepadamu?”, wanita ini menjawab: “Kamu masuk ke dalam agama Nashrani lalu kamu naik menemuiku”, lalu lelaki ini menerima ajakan tersebut”, maka ketika kaum muslim mengepung malah dia berada bersama wanita tersebut, kejadian itu sangat menyakitkan dan memberatkan kaum muslim, setelah beberapa waktu berlalu, kaum muslim melewati benteng tersebut dan si lelaki ini sedang bersama wanita tersebut di benteng itu, mereka (kaum muslim) bertanya kepada lelaki tersebut: “Wahai Fulan, Apa yang telah Al-Qur’an lakukan terhadapmu?, apa yang telah dikerjakan oleh ilmumu terhadapmu? Apa yang telah dikerjakan puasamu terhadapmu? Apa yang telah dikerjakan oleh jihadmu terhadapmu? Apa yang telah diperbuat shalatmu terhadapmu?”, lelaki ini menjawab: “Ketahuilah kalian semuanya, sesungguhnya aku telah lupa Al-Qur’an kecuali Firman-Nya:

Artinya: “Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)”. (QS. Al Hijr: 2-3).

Sangat menakutkan bila kita tidak bisa mengetahui mana hal yang benar dan mana hal yang salah karena terlalu mengkultuskan atau menganggap seseorang karena jabatannya tanpa tahu asal - usul dan bagaimana perjuangannya. Seseorang bisa saja salah dalam memilih dan berbelok dari tujuan semula atau bahkan terpelintir jauh seperti cerita mujahid diatas dan mengesampingkan akalnya. Bisa saja dan mungkin kita salah satu diantaranya.

(updates: selasa 24 januari 2017)
Cerita seorang Alim yang akhirnya Masuk kristen dan semua hafalannya hilang tadi saya maksudkan bahwa kita tidak bisa berpendapat bahwa satu perbuatan dibenarkan hanya karena ada beberapa yang kita anggap berpendidikan (mau itu dosen, kyai, dll ) melakukan hal tersebut, mungkin memang agak gak nyambung, tapi yang mau saya tekankan disini adalah sebuah konsep dimana jika apa yang dilakukan oleh seseorang mayoritas adalah kebenaran, bukan berarti semua yang dia lakukan itu adalah benar. Sebagai seseorang yang memiliki akal kita dituntut untuk berpikir dan melihat kaidah - kaidah dan dasar hukumnya sebelum menganggap hal itu benar atau salah.

Oleh karena itu gunakan akal dengan sebaik - baiknya, dan bukannya nafsu yang mungkin akan membuat keputusan - keputusan yang kita buat menjadi kesalahan terbesar kita.




(updates: selasa 24 januari 2017)

MAU BUKTI ?

Saat artikel ini pertama kali dipublish, saya sudah mantab pindah ke linux dan memang di linux sekarang sudah tidak ribet lagi karena untuk mendownload software seperti gimp sebagai pengganti photoshop, atau blender sebagai pengganti adobe premiere, after effect dan 3dsMask kita hanya perlu mengKONEKkan OS kita secara online. Sudah ada file repository seperti playstore dan kita tidak perlu tahu segala hal mengenai script dan lain sebagainya kecuali mungkin pada saat menginstal OS ini mungkin anda akan butuh seorang teknisi yang mengerti tentang instalasi Ubuntu atau membaca sedikit tutorial mengenai itu. 

Memang ada yang bilang "pakai saja untuk sementara", namun dalam kenyataan di lapangan, itu semua sangat jarang terjadi, kecuali untuk "para masta" dalam bidang ini dan punya pendapatan selangit yang bisa disisipkan, tapi untuk yang cuma buat mainan atau hal - hal kecil, sebenarnya hal ini terlalu beresiko. Dan pemakaian barang bajakan tersebut tidak bisa serta merta dibenarkan.


manipulasi dengan software GIMP

Manipulasi dengan software GIMP
Gambar yang saya sertakan di atas adalah bukti bahwa ketidakmampuan kita menggunakan sebuah software tidak bisa dibenarkan untuk melakukan pembajakan. 2 gambar ini adalah hasil manipulasi gambar yang saya kerjakan selama 2 hari ini dengan basic tutorial photoshop. ini link tutorialnya (Create Abstract Shining Text Effect With Groovy Font In Photoshop dan Photoshop Dispersion Effect Tutorial) dan berikut ini video pada tutorial kedua,



Memang ada keterbatasan seperti tidak adanya layer style yang memudahkan automatisasi effect secara simultan atau hal - hal lainnya karena belum terbiasa, tapi saya masih mampu untuk membuat hal - hal seperti yang dilakukan oleh photoshop. Mungkin memang tidak bisa persis karena saya sendiri hanya melakukan hal ini untuk hobi dan bukan seseorang yang berkecimpung di bidang raster image ataupun seseorang yang bekerja sebagai editor gambar full time.

Saya sendiri bukan pengguna software manipulasi vector dan 3D seperti inkscape dan blender, jadi saya mohon maaf jika saya masih belum bisa membuat contoh karya yang bisa dihasilkan dari hal tersebut, tapi mungkin kedepannya saya akan update lagi artikel ini untuk memperbanyak bukti yang bisa saya berikan. :D

Friday, December 2, 2016

7 Curhatan dan 8 Tulisan Motivasi Gak Biasa Buat Ngebuka Kreativitas Loe

Perhatian: 6 paragraf pertama itu cuma basa - basi saja. Tulisan di blog ini kesemuanya adalah untuk membuka pikiran kita akan pemahaman baru, motivasi dan juga semangat menulis. Kalo bosen lihat curhatan gue, langsung aja ke paragraf 8 dan lihat inti dari tulisan ini.

1. (✿◠‿◠)  wow, kelihatannya hari ini sangat indah. Meskipun gue ini laki, tapi kayaknya bunga yang gue pake jg buat gue merasa ganteng. Gak perlu tanya kenapa, karena kayaknya gue jadi agak gila dan kumat - kumatan. Dari tadi gue  ಥ_ಥ  mantengin laptop bingung mau ngapain. Padahal tinggal belajar, buka buku dan capcuz.   

o(╥﹏╥)o

2. Hidup gak semudah kata - kata motivasi. Sekian kali gue menulis buat nge-hack sifat malas gue, yang ada gak ngapa - ngapain. Untung aja gue punya hobi baru, Nulis di blog. Biarin aja gue curhat gue jaim, gue sok pinter dikit. Gakpapa dikit - dikit bagiin tulisan, yang penting kan gue bukan plagiat.


ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ

3. Pikiran sehat gak terkena racun korupsi. Setidaknya itu yang gue pikirin. Dari pada dikit - dikit plagiat, dikit - dikit nyontek, bagus sih di raport tapi hancur mental loe. Gue rasin sendiri, mental gue jadi mental tempe, (●_●v) blank gara - gara kebanyakan nyontek plus males belajar. Dan sekarang, dapet tugas dikit aja bisa buat keok.

4. By the way, gue tadi iseng - iseng googling blog motivasi. Tau gak loe apa yang gue dapet. Blogger - blogger yang udah punya adsense sendiri. Dan gue cuma bisa lihat dengan muka aneh dan bingung seperti ini (・∀・ ). Kok bisa ya loe dapet adsense.

5. Mungkin nih, itu karena komunitas. Kayaknya gerilya sendiri di dunia yang dipenuhi banyak blog ditambah konten gue yang gak punya kualitas mumpuni bisa ngebuat gue gak akan pernah muncul di ranking 1 selamanya. Boleh sih update konten tiap hari. Tapi karena konten yang ada gak mencerminkan permasalahan dan kegalauan bangsa indonesia, ya yang ada mungkin malah jadi sampah.


6. Kepolosan {•̃̾_•̃̾} mungkin jadi sebab gue jadi seperti ini. Mungkin karena gue ini tipe - tipe introvert. Gak akan ada yang nusuk gue dari belakang, tapi gue yang tusuk punggung gue sendiri dengan kepolosan setebal baja.

7. Memejamkan mata (◡ω◡✿) dengan bunga masih di kepala gue (ini kiasan bro, gue bukan bencong ya. yg diatas juga) dan mungkin nulis cerita fiksi absurb, mungkin nulis cerita pembunuhan yang bikin penulisnya bingung setelah nulis 150 lembar cerita kemudian ngulang lagi nulis dari awal. Bukan, itu bukan impian gue.



8. Ini tulisan buat ajang coba - coba aja apakah kalo emoticon lucu ini bisa gue aplikasikan di blog gue. So plisss, 。(✿‿✿)。 jangan benci blog gue ya. Gue cuma pengen berusaha berkarya dan nyobain hal baru. Kalo Film aja boleh dinamis, kenapa tulisan gak boleh dinamis?

9. Mari berkreasi dan jadi kreatif. Nulis itu bukan gak akan ketinggalan zaman.  Mau apapun gaya Loe saat menulis, itu gak jadi masalah.

10. Coba Kalian lihat tentang COPYWRITING, sebuah skill untuk memuluskan usaha jualan, iklan di TV, radio, atau online.Pokokny hal - hal yang berbau pemasaran. Namanya juga skill untuk menjual, kalo cuma pake bahasa kaku dan baku, maka pemasaran gak efektif.

11. Coba kita perjelas mindset kita. Ayo coba - coba bikin tulisan entah loe mau bikin puisi, cerita pendek atau curhatan. Bayangin nabung pahala jika kalian niatnya adalah nulis buat bagi ilmu.

12. Tantangin aja mereka yang pandang diri loe sebelah mata  (ง ͠° ͟ل͜ ͡°)ง. Bisa apa sih mereka?
Mungkin mereka memang sudah punya skill dan kerjaan yang bagus sehingga berani menghina kita, tapi kita juga harus buktiin kalo mereka salah. Biar entar mereka bisa nelen ludah mereka sendiri menatap kita dengan rasa "menyesal" karena dulu gak pernah mencobah buat berubah.

13. Blog gue blog milik pribadi. Blog gue bukan blog milik koran atau surat kabar. Mana mungkin kalian nemuin tulisan macam ini di koran? ~(˘▾˘~) . Jadi gue bisa sedikit busungin dada gue dan jadi lebih PD karena gue bukan plagiat. Loe juga harus begitu.

14.Lihat aja orang - orang yang sukses besar di luar sana. Mereka ngelakuin cara gak biasa untuk bisa sampai di puncak kejayaan. Khususnya para Enterpreneur, mereka gak mungkin berhasil kalo mereka cuma pasrah dengan kerjaan mereka dan gak mau berkarya dan MIKIR KERAS BUAT MAJU DAN BERUBAH.

15. Be cool  (▀̿Ĺ̯▀̿ ̿), jangan mudah terpancing emosi. Selalu aja ada orang yang ngehina kita. Tetep jadi diri loe yang terus mencoba untuk berkarya. Dan di akhir kata, meskipun gue bukan bencong atau feminim, gue mau akuin kalo gue suka dengan emoticon ini (✿◠‿◠).

Thursday, December 1, 2016

Kenapa Motivasi Gak Mempan Bagi Pemalas

Kenapa motivcasi dan kata - kata bijak dari orang lain gak mempan buat pemalas?

Jadi, beberapa hari belakangan di hidup gue yang seharusnya dipenuhi kerja keras terlihat sulit. Jangan tanya kenapa, karena meskipun kalian enggak tanya, gue bakal tetep cerita. Sebenarnya ini cuma curhatan tentang betapa sulitnya mengontrol diri untuk tetep stay on the right path yang akhirnya harus melenceng karena faktor X.

Gue kira gue telah belajar tentang hal ini dengan cara yang sulit. Melihat seminggu ini enggak ada progress apapun di dalam hidup yang seharusnya menantang. Kelelahan, kurang tidur, dan enggak disiplin. Tapi bukan itu sumber dari masalah utama. Gue baru menyadari bahwa ada sesuatu yang tersembunyi dari musuh yang bernama Procastination atau disebut menunda - nunda ini. bukan hanya dengan berkata "nanti" karena faktor lelah dan kantuk yang gak bisa dibendung, tapi juga dengan perkataan "jangan sekarang, karena masih lelah. Mungkin nanti gue jadi lebih semangat setelah istirahat sebentar". Namun akhirnya gue gak nyadar kalo gue tidur dan kebablasan sampai jam 11 malam. Saat terbangun, gue ngucapin mantra yang kompleks itu lagi dan akhirnya bangun pada pagi hari pukul 04.40 wib.


SEBAB MUSABAB GUE JADI MALAS

Gue nggak ngerti gimana asal mulanya, kapan hal ini mulai menyerang gue. Tapi malam kemarin jadi hal paling gak menyenangkan (-_-). Pekerjaan tidak dikerjakan sama sekali dan sholat bolong lagi. Gue baru sadar jika di saat kita dalam proses "berubah jadi lebih baik", bukan hanya kita yang berubah jadi bentuk yang baru,bahkan masalah basic yang telah kita pecahkan pun akan berubah jadi lebih kompleks.

Sepertinya hal - hal negatif di sekitar kita juga ikut bertambah besar. Kalo gue inget - inget, kayaknya di film SPIDERMAN yang pertama Paman Ben juga pernah bicara ke Peter Parker, kekuatan yang besar akan membawa tanggung jawab yang besar, dan akhirnya musuh yang muncul pun akan semakin kuat untuk mengimbangi pemeran spiderman ini. Perlu di ingat, kata - kata di atas bacanya itu KE-KUAT-AN,bukan KE-KUTANG-AN. Karena kutang  adalah yang dipake oleh cewek.

Kembali ke persoalan. Untungnya gue cepet - cepet sadar dan hari ini setelah melakukan olahraga pagi, gue langsung buka laptop dan mencatatnya disini. Biar gak lupa kalo gue pernah sadar, biar bisa gue baca lagi.

Sebenarnya jadwal gue gak terlalu ribet loh, tapi diri gue aja yang buat ribet. Dari lis gue, cuma belajar web dasar, terus nulis di blog(yang ini mungkin gak tiap hari) meskipun kata - katanya gak karuan dan tulisannya kaya orang idiot, cek email, baca beberapa artikel motivasi,latihan Push Up, sholat tepat waktu dan baca buku 25 lembar sehari. Tapi selalu dan selalu semua gak bisa dilakuin dalam sehari, selalu saja ada yang miss dan lupa untuk dikerjain. Bukan hanya satu, bahkan 3 sampai 4 daftar.

Selain sholat, sebenarnya gue punya estimasi waktu sekitar 5 jam 30 menit sampai jam 12 malam dan tidur untuk kerja lagi esok harinya. Kalau dibilang, "emang Lu bisa sukses dengan itu semua?",  Jelas gue bakalan bilang, gue gak tau. Tapi yang jelas ini semua lebih baik dari pada gue liat TV tiap hari yang acaranya sudah bisa gue tebak. Sinetron, berita politik, dan film - film hollywood yang di ulang - ulang tiap bulannya. Dan sekarang, lagi booming simetron dari India. Gue bersyukur gue gak suka ceritanya dan gak tahu jadwal mainnya, klo enggak, bisa brabe nanti (-_-).


HIDUP GUE SAAT INI DAN MIMPI GUE

Gue akui, gue gak punya kehidupan sosial yang baik. Entah kenapa selalu saja terngiang - ngiang tentang masa lalu gue yang gak serius saat sekolah dan gagal ikut lomba matematika, yang akhirnya sekarang harus gue tebus. Gue harus bisa ngelakuin sesuatu yang bener dan terorganisir. gue harus bisa punya suatu keahlian yang bisa gue tunjukin ke alam bawah sadar gue bahwa gue ini bukan pengecut yang gak bisa apa - apa.

Hal - hal biasa ini kelihatannya sudah jadi patokan hidup gue. Dan kelihatannya masalah tunda - menunda yang jadi kompleks jadi musuh gue paling utama. Apalagi ada tantangan baru tentang menulis artikel sepanjang 3000 kata yang sepertinya impossible. I already try it, dan akhirnya pikiran gue kehabisan ide dan selalu kehabisan ide di kata ke 800 sampai 900.Mengambil sebuah tema dan menjelaskannya secara detail tanpa harus mengutip atau menggali ide dari dasar dan mengembangkannya menjadi sebuat tulisan yang apik itu sangat sangat sulit (<-- 2x Kata Sangat). Jadi mungkin gue akan coba untuk mengutip dan mengaitkan apa yang gue tulis dengan hal - hal lain yang mungkin bisa jadi bahan referensi gue dan pengembangan ide untuk tulisan gue saat ini.

Dari apa yang gue gali setelah lebih dari 30 artikel yang gue publish, ternyata cara gue mengolah kata jadi lebih baik. Meskipun gak karuan. Gue coba minta feedback ke beberapa orang, mereka biasanya komplain tentang gaya bahasa gue yang gak karuan dan berubah - ubah. pertama kali gue dibilangin seperti itu, gue jadi minder. Dan dulu juga pernah seperti itu. Gua pernah punya blog dengan puluhan artikel seperti ini yang akhirnya gue hapus, bukan hanya artikelnya, tapi juga nama domain blognya gara - gara gak percaya diri(-_-). Bodohnya Gue.

Tapi, dengan semua kejadian itu gue jadi sadar, hal - hal baik gak bisa dengan instan di dapat. Gue harus berusaha dari nol. Melihat kejelekan - kejelekan yang ada. Dan bahkan menikmatinya. Jika ada seseorang yang mungkin mempermasalahkan gue dan gaya tulisan yang gue bikin karena mereka merasa bahwa gue gak punya style nulis sendiri, gue akan bilang pada mereka, ini style gue, dan gue gak mau terdampar dimana gue harus ngebatesin apa yang bisa gue tulis. Karena gue ingin kreatif dan berkembang dan satu - satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mencoba semua cara yang gue pikirin.


HIDUP DENGAN GAYA SALESMAN

Gue harus terima bahwa hidup ini gue yang jalanin. Bukan orang lain. Gue yang mutusin, bukan orang lain. Gue yang punya otak untuk mikir dan jadi kreatif, bukan orang lain. Dan kalian semua yang membaca tulisan ini juga wajib untuk tahu bahwa gak ada orang yang bener - bener memperhatikan kalian. Meskipun kalian di lihat di saat melintas di hadapan mereka, beberapa hari lagi mereka pasti sudah lupa dengan kejadian itu. lagian itu bukan event  penting di hidup mereka.

Gue sedikit banyak tahu tentang motivasi dan kehidupan sales dari baca buku. Faktanya mereka yang jadi sales akan selalu menerima banyak penolakan. Mungkin malah akan ditolak mentah - mentah. Tapi mereka terus saja menawarkan barang ke orang lain lagi. Gue cuma mikir, "apa mereka gak malu?", tapi gue sadar, meskipun gue pernah juga di datengin sales dan memori itu membekas dalam hidup gue. Gue gak mungkin ngomongin mereka tiap hari, gue punya hidup gue sendiri. Dan momen itu bakal dilupakan. Jadi gak ada yang harus ditakutkan dari penolakan dan kritikan. Faktanya, banyak dari mereka yang bekerja jadi sales punya pendapatan lebih tinggi dari mereka yang tidak ingin berada di momen di mana opini mereka mengatakan bahwa jadi sales itu susah dan malu - maluin karena penghasilannya tidak pasti dan tergantung banyaknya barang yang dijual olehnya.

Jadi, dari sini gue belajar bahwa gak perlu malu terhadap orang lain jika kita tidak berbuat salah dan curang. Gue merasa sikap anti sosial dan tidak bisa bergaul dengan orang banyak dulu yang sekarang mungkin masih tersisa ternyata memiliki sisi positif dimana gue selalu fokusin diri gue dan gak peduli dengan omongan orang.

Jika kalian bertanya tentang sebuah motto hidup, sebenarnya gue punya banyak moto yang saling berkaitan dan membentuk pribadi gue. Tapi untuk kali ini gue bakalan bagi satu moto hidup gue biar kalian yang takut untuk berbuat, jadi mikirin lagi berkali - kali kenapa kalian harus takut berbuat.


Hidup akan terus berlanjut, saat kalian berani ataupun saat kalian takut, saat kalian sibuk berbuat untuk jadi lebih baik maupun saat kalian sibuk mikirin kata - kata orang lain. jadi buat apa ngabisin waktu buat mikirin kata - kata orang lain kalau kalian bisa ngabisin waktu untuk jadi lebih baik.


Gak perlu kita mikirin kata orang lain. Gue tau gue mengulang kata yang sama di paragraf ini, tapi gue cuma mau menekankan dengan jelas bahwa hal itu gak akan merubah kalian jadi lebih baik. Kecuali mereka memang benar - benar ingin membantu dan memberi masukan, bukannya mencela. Tapi kalian yang harus memilah dengan baik mana yang merupakan masukan dan mana yang merupakan ejekan.



MENYESAL ITU ADALAH AKHIR DARI HIDUPMU


Satu hal yang gue sesalin dari diri gue, kenapa gue tahu semua hal tentang inipada tahun - tahun ini, saat - saat ini. Tepat dimana gue sudah tidak sekolah di bangku SMK lagi, dimana gue bisa jadi nomor satu jika gue mau. Gue punya karakternya sekarang, semangat pantang mundur, gak takut berbuat salah dan berani mencoba - coba dan yang terakhir adalah berani bicara di depan umum meskipun masih punya demam panggung dengan kekuatan nekad.

Banyak hal yang gue sesalin di hidup gue. Gue baru sadar bahwa gue tidak pernah menyelesaikan proyek - proyek besar yang gue impikan. Semua hanya jadi primadona di tempat tidur dan lamunan siang bolong. Gue bisa belajar menggambar, gue bisa nulis, gue pernah nulis pusi waktu SMP sampai setengah buku tulis tebalnya dan gue suka matematika. Itu semua adalah hal yang gue punya dan gue sia - siain.

Namun sekarang banyak hal yang terjadi. Di bulan ini gue masih di jalur gue meskipun masih ada bolong - bolong dalam pelaksanaannya. Gue masih mampu nulis meskipun kurang banyak. Gue mulai belajar meskipun masih bingung harus ngapain. Gue sadar bahwa meskipun gue menyesal, gue masih punya kesempatan selama gue masih hidup. Gue masih bisa berusaha dan memperbaiki hidup gue sebab gue masih hidup. Gak penting mikirin umur atau urusan kere tidaknya nanti. Selama mimpi masih ada, selama itu gue berusaha.

Bayangkan jika kita hidup dalam keadaan menyesal dan menganggap bahwa kita tidak punya kesempatan kedua, kita tidak punya kesempatan untuk berbuat dan merubah keadaan. Kita masih bisa merubahnya, selama itu tidak menyangkut tentang kematian. Karena setelah mati, sudah tidak ada lagi kesempatan bagi kita semua.

Bayangkan orang yang kaya, mereka bisa saja miskin sewaktu - waktu karena tanah miliknya disengketakan, atau orang - orang yang dipercayainya kabur membawa semua uangnya. Bisa juga miskin karena dia tertangkap KPK dan dimiskinkan, dihambur - hamburkan anak dan istrinya, dibuat main judi dan narkoba, dipecat dan terlilit banyak hutang, atau bahkan di rampok malam ini juga.

Terlalu banyak kemungkinan dan yang lebih penting adalah roda akan terus berputar. Yang di atas akan mencicipi kerasnya kehidupan di bawah dan yang di bawah akan menikmati segarnya udara AC dan nikmatnya tempat tidur dengan harga jutaan.

jadi kenapa harus pusing dengan kehidupan. Memang uang itu perlu, tapi tanpa karakter yang kuat, pegangan hidup yang kokoh dan motivasi yang kekeh, mau di bawa kemana keluarga kita kelak?



BICARA SOAL MASA DEPAN

Jika kita berbicara soal masa depan, lebih baik kita sudah siap siaga karena tidak mungkin semua hal yang ada baik nanti, satu jam lagi, besok maupun 10 tahun kemudian. Kebanyakan dari kita yang belum menikah mungkin berbicara mengenai besok, bulan depan dan setahun mendatang. Memutar uang untuk kebutuhan yang sudah pasti dan sedikit banyak pasti nanti akan ada yang ditumpahkan ke ajang foya - foya yang kelihatannya bukan foya - foya.

Loh kok ambigu gitu kata - katanya?

Coba bayangkan ini, foya - foya tapi gak foya - foya. Kalian gak ngabisin duit untuk barang - barang mahal, tapi kalian ngabisin waktu. Terlalu banyak eksempatan yang mungkin kita lewati dan menyesal. Anehnya setelah nyesel pun, tetep aja hampir semuanya ngelakuin hal yang sama. Entah itu karena memang disengaja atau karena lupa dan kehilangan arah. Coba kalian pikirkan, untuk apakah waktu yang selama ini kalian  lakukan. Gue gak mau bicara masalah ini lebih jauh sekarang, karena belum saatnya. gue sendiri masih melakukan hal - hal bodoh, dan belum bisa mengatur waktu dengan baik. Tapi nanti kalau gue sudah bisa mengatur semua jadwal yang ada di depan mata, gue bakal nulis artikel tentan itu.

Bicara soal masa depan, pernah gak kalian berpikir soal menikah?

Hal itu bisa jadi patokan jika kalian benar - benar ingin berubah dan melepas masa lajang. Cinta itu bisa ngebuat orang berubah dan nekad. Kadang malah gak realistis. Minta ini itu, ada juga yang rela telanjang dan ngorbanin keperawanannya. Tapi gak semuanya negatif. Bayangin kalo saat kalian jatuh cinta kepada seorang cewek dan sudah pacaran, terus si calon mertua minta kepada kalian untuk bisa jadi pengusaha yang penghasilannya minimal di atas 5 juta untuk melamar pacar kalian. Apa yang bakal kalian lakukan?

Sebagian besar yang bernyali ciut dan rasa cinta tidak terlalu besar pasti akan mundur dan cari orang lain yang mau dengan keadaan yang ada apa adanya. Namun, sebagian lagi, karena cinta matinya jadi nekad, buka warung, jadi sales, bikin usaha dan gagal, belajar ini itu, demi mengejar setoran agar nanti si mertua bisa bilang satu kata pengubah status anda dari ditolak menjadi diterima, yaitu kata "Iya".

Bayangkan apa yang bisa terjadi, semua rasa malas pun bisa hilang seketika. Yang tadinya adalah seorang mahasiswa yang ogah - ogahan buka buku, bisa jadi kutu buku. Yang tadinya kerjanya selalu malas dan takut dengan masa depan dan bingung mau diapain lagi kehidupannya, bisa jadi seseorang yang penuh syukur dengan kerjaannya dan mulai berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan finansialnya.

Disitulah kekuatan cinta yang besar, yang jadi salah satu pengganti semangat hidup, karena kita termotivasi oleh orang lain, dan tidak mungkin kita berkata tidak pada mereka karena tidak ada kompromi tentang hal itu. Kita bicara tentang orang lain dan bukan diri sendiri.

Kalian mungkin bisa berkata tidak dan bermalas - malasan serta selalu menunda - nunda pekerjaan saat dulu belum melakukan semuanya "demi orang lain". Di saat itu, kalian bermimpi, tapi kalian selalu bisa menunda dan menunda untuk melakukannya karena kalian tidak punya batas waktu. Sedangkan, jika kalian berusaha demi mendapatkan kata "iya" dari si calin mertua, kalian gak mungkin berkata seperti itu. Yang ada adalah jika kata tersebut terucap, gue berani jamin kalian gak bakal bisa melamar cewek kalian.



MALAS BUKAN PENYAKIT TURUNAN TAPI GAMPANG MENULAR



Gue baru sadar, bahwa malas itu menular. Dari gue ke adik gue. Dari temen - temn gue ke gue, terutama sama orang - orang sepergaulan. Penyebarannya kayak HIV, karena bisa menular ke semua orang, meskipun kalian adalah anak baik - baik dan anak rumahan.

Sebelum gue suka baca buku, sebelum gue tahu tentang kerasnya kehidupan dan masih menganggap bahwa takdir adalah takdir, pemalas tetap pemalas dan gak bisa dirubah, orang bodoh gak akan bisa jadi pinter, dan pemalu gak akan bisa berani membuka percakapan dengan orang asing dan tetep seperti itu.

Tapi setelah membaca beberapa buku motivasi, kelihatannya pandangan hidup gue jadi berubah. Hal ini gak berlangsung secara instan. Perubahan itu tidak bisa seperti itu. Baik perubahan ke arah lebih baik maupun perubahan ke arah yang lebih buruk.

Gue kasih sebuah contoh, apa kalian bisa makan 100 piring porsi lengkap masakan padang sekarang?

Yang pasti kalian akan berkata bahwa hal itu gak mungkin, Impossible, ngarang, omong kosong dan lain - lain. Tapi bagaimana jika saya jawab tantangan itu dengan kata "Gue sanggup, tapi gue yang nentuin kapan piring itu harus di sediakan, tanpa batas waktu".

Anggap saja sehari gue bisa makan 4 piring nasi padang, maka dalam waktu kurang dari sebulan gue sudah bisa ngabisin 100 piring porsi lengkap masakan padang dan bisa lebih sampai 20 porsi lagi.


Itu hanya sebuah contoh yang nyata dan memang bisa di aplikasikan. Kebanyakan dari kita tidak mungkin bisa melakukan perbuahan seperti membalikkan tangan, tapi ada juga yang sanggup  meskipun  hanya beberapa orang. Anggap saja mereka adalah orang - orang gendut yang bisa makan 6 porsi dalam sehari. Bisa saja perubahan itu didasari oleh keinginan yang kuat seperti bagaimana jika seorang pecandu narkoba melihat orang yang dicintainya mati karena narkoba? Maka pandangan hidupnya mungkin akan berubah seketika. Dia akan menjadi garda terdepan melawan narkoba, mengikuti kegiatan sosial, membuat blog, menulis dan membagi ceritanya pada dunia.

Sekali lagi, itu hanya contoh. Tapi sebenarnya hal se-ekstrim itu tidak akan kita jumpai di kehidupan nyata sesering yang kita bayangkan dan mungkin kalian tidak mungkin pernah melihatnya kecuali melalui sebuah film yang telah didramatisasi.

Perubahan itu harus dimulai, dan berlangsung secara berkala. Gue adalah sebuah bukti bahwa perubahan itu harus seperti itu. Kalian bisa bica tulisan - tulisan gue yang lain tentang perubahan gue dari orang yang bahkan tidak berani di depan kelas dan gagap menjadi gue yang seperti sekarang. Itu bukan hal yang mudah, dan mungkin sebagian orang bahkan butuh waktu puluhan tahun untuk bisa berubah menjadi orang - orang yng berbeda dari sebelumnya.

 Kalian pernah gak sih terpikir bahwa lingkungan kalian adalah biang keladi kegagalan kalian. COba gue hitung satu - satu, teman yang ngajak maen game online, temen yang ngajak nonton bokep bareng, temen yang ngajak hangout, temen yang nularin kebiasaan gak ngerjain PR dan ngerjainnya waktu sekolah di pagi hari dan dengan nyontek lagi. Ada lagi temen yang ngajarin ngomong kasar, temen yang ngajarin nonton hentai, temen yang ngajarin berkelahi, temen yang ngajarin "nyolong" alias nyuri buah di rumah orang, temen yang ngajarin main remi, temen yang ngajari maen game online sampe gak pulang - pulang. Tuh kan banyak. Itu cuma sebagian aja. Kalo kita membuat daftar khusus, bisa - bisa satu folio penuh kalo dirinci setiap kegiatan buruk yang berbeda - beda itu kan?

kepolosan masa - masa SMP direnggut dengan begitu mudahnya. Bukan hanya SMP sih, dari SD(madrasah) sama SMK juga gitu. Terlalu mudah kita terpengaruh oleh orang lain dan tidak tahu mana yang benar dan yang salah. Astaga!!! Kayaknya kehidupanku penuh dengan masa - masa kelam.(-_-) ah sudahlah.

Jadi intinya, hati - hati karena malas itu menular. Dari ngerjain PR di kelas bahkan sampai bolos sekolah alias malas pergi ke sekolah. Jangan biarkan diri kalian hanyut dengan Pertemanan dan melupakan hal ini. Karena sekali kalian terjebak oleh rasa malas, maka semua hal tidak akan bisa dirubah dan dibalikkan dengan seketika.



TRIK MENGAKALI RASA MALAS

Ada hal penting yang pengen gue share di akhir artikel super panjang gue ini. Sebenarnya semalas apapun dan sekronis apapun masalah kemalasan kalian, hal itu bisa di atasi dengan dengan mudah. Ini merupakan solusi praktis tepat guna untuk sementara waktu sih. Namun jika kalian memang pengen kemalasan itu hilang saat ini juga, maka segera lakukan sebuah langkah pertama.

Langkah pertama itu adalah segera lakukan sekarang dan saat ini juga, jangan tunda besok, Just Do it Now. Tidak peduli semalas apapun kalian, hal ini pasti bisa dipupus degan hal ini, karena hal terberat dari kemalasan itu menumpuk di saat - saat awal sebelum pekerjaan dilakukan.

Pada saat ini kalian akan terus dalam pilihan antara memilih untuk melakukannya sekarang atau menundanya lagi nanti, semenit lagi, atau sejam lagi. Disaat anda memilih untuk menunda, maka hal tersebut otomatis akan tertunda lagi. Anehnya hal ini akan terus berlanjut dan membuat anda ketagihan. Bayangkan perasaan kalian saat ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan kalian memutuskan untuk menundanya, yang pasti dari perasaan deg -degan dan dada sesak bisa jadi lega seketika. Berbeda jika kalian melakukan hal pertama, yaitu segera lakukan. Di saat hal itu dilakukan, maka otomatis anda akan bekerja dan memerangi rasa malas itu, dan perasaan aneh yang menumpuk itu kadang hilang seketika saat kita mulai mengerjakan hal tersebut.

Jika kalian ingin sebuah bukti mengenai hal yang gue jelasin diatas, maka kalian sudah melihatnya. Gue baru saja menyelesaikan Artikel sepanjang lebh dari 3000 kata untuk kedua kalinya, hari ini. Hal yang gue tunda dari bulan kemaren karena gue merasa takut kehabisan ide di tengah jalan. Tapi hari ini gue bisa melaksanakannya degan baik, meskipun  tanpa tata bahasa yang baku yang mungkin tidak akan pernah bisa dimuat di surat kabar. Terima kasih untuk kalian para pembaca . :D

Artikel Pilihan

Inspirasi Membuat Blog dari Nol tanpa Pengetahuan tentang Internet

Anda ingin punya blog yang terkenal? punya adsense banyak? ingin cuma tidur-tiduran di rumah dan dapat penghasilan yang banyak? Tidak s...